Trending

Tidak Kurang 80 Balon Kades, Siap Bertarung dalam Pilkades Serentak 2026 Kabupaten Pekalongan

Tidak Kurang 80 Balon Kades, Siap Bertarung dalam Pilkades Serentak 2026 Kabupaten Pekalongan
Koordinasi Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) se-Kabupaten Pekalongan jelang Pilkades serentak tahun 2026.(Foto:Mt)

Pekalongan - Spektroom: Sebanyak 80 bakal calon kepala desa siap bertarung dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2026 yang akan digelar di 34 desa pada 18 November.

Kontestasi memperebutkan kursi kepala desa di Kabupaten Pekalongan mulai menghangat, di tengah kedekatan hubungan sosial dan kekerabatan antarwarga, dan perbedaan dukungan politik yang berpotensi memicu gesekan jika tidak disikapi secara dewasa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Pekalongan, Agus Dwi Nugroho, mengatakan, Pilkades serentak tahun ini berlangsung di 17 kecamatan.

Seluruh tahapan disebut berjalan sesuai jadwal berdasarkan SK Bupati Pekalongan Nomor 400.10.2/252 Tahun 2026.

Saat ini, tahapan pemilihan memasuki fase krusial menjelang penetapan calon kepala desa. Penetapan dijadwalkan pada 9 November 2026.

Setelah itu, jumlah kandidat yang resmi berkontestasi akan diketahui secara pasti.

"Dari proses pendaftaran tercatat sekitar 80-an bakal calon. Penetapan calon kepala desa dijadwalkan pada 9 November 2026. Jumlah calon yang akan mengikuti Pilkades baru dapat dipastikan setelah proses penetapan selesai," jelas Agus.

Setelah penetapan, para kandidat akan mengikuti Deklarasi Damai Pilkades Serentak pada 10 November 2026.

Kegiatan tersebut melibatkan Forkopimda, Forkopimcam, calon kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta panitia pemilihan.

Masa kampanye berlangsung selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 November 2026.

Selanjutnya, masyarakat akan menentukan pilihannya melalui pemungutan suara serentak pada Rabu, 18 November 2026.

Potensi kerawanan sosial menjadi perhatian pemerintah daerah, terlebih, kontestasi di tingkat desa kerap melibatkan hubungan keluarga, pertemanan, hingga kedekatan antar tetangga.

Dinas PMD bersama unsur terkait telah berkoordinasi dengan Polres Pekalongan dan Polres Pekalongan Kota untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan keamanan selama tahapan Pilkades.

Agus menegaskan, perbedaan pilihan politik tidak boleh merusak hubungan sosial masyarakat.

Menurutnya, menjaga keamanan dan persaudaraan harus menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya penyelenggara maupun aparat keamanan.

"Pilihan boleh berbeda, tetapi kerukunan dan persaudaraan antarwarga harus tetap dijaga. Jangan sampai perbedaan pilihan memecah persatuan," tegasnya.

Ia juga mengingatkan Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) dan BPD agar menjaga netralitas, tidak memberikan keberpihakan kepada kandidat tertentu serta memastikan seluruh proses pemilihan berlangsung sesuai aturan.

Sementara itu, Ketua P2KD Desa Tegaldowo, M Yusuf, memastikan tahapan Pilkades di desanya berjalan lancar sesuai jadwal.

Saat ini, panitia tinggal mempersiapkan tahapan berikutnya, termasuk Deklarasi Damai Pilkades Serentak pada 10 November 2026.

"Alhamdulillah tahapan berjalan lancar, yang terdekat besok tanggal 10 November ada Deklarasi Damai Pilkades Serentak," ungkapnya.

Di Desa Tegaldowo, terdapat dua kandidat yang akan bersaing memperebutkan kursi kepala desa.

Salah satunya merupakan kepala desa petahana, Budi Junaedi, yang akan berhadapan dengan adik iparnya sendiri.

Persaingan tersebut menjadi gambaran bahwa kontestasi politik desa dapat berlangsung di tengah lingkaran keluarga sekalipun.

Berita terkait

Angela Tanoesoedibjo Terpukau Hutan Sagu Rutong, Potensi Wisata Maluku Dilirik Perindo

Angela Tanoesoedibjo Terpukau Hutan Sagu Rutong, Potensi Wisata Maluku Dilirik Perindo

Ambon-Spektroom:Hutan sagu Negeri Rutong bukan sekadar hamparan pepohonan yang tumbuh alami. Di balik hijaunya kawasan itu, tersimpan potensi ekonomi, budaya, dan pariwisata yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Potensi tersebut menarik perhatian Ketua Umum DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Angela Herliani Tanoesoedibjo, saat mengunjungi kawasan ekowisata hutan sagu di

Eva Moenandar