Trending

Depok UMKM Expo 2026 Jadi Awal Wirausaha Muda, 12 Ribu UMKM Topang 60% PDRB Depok

Depok UMKM Expo 2026 Jadi Awal  Wirausaha Muda, 12 Ribu UMKM Topang 60% PDRB Depok
Kepala DKUM Kota Depok, Drs. Mohamad Thamrin S.Sos., M.M.,(batik biru) pada Depok UMKM Expo 2026. (Foto Spektroom).

Depok- Spektrooom: Pemerintah Kota Depok tak lagi hanya bicara soal jumlah UMKM, tapi soal kualitas wirausaha dan daya saing produk.

Pesan itu mengemuka dalam Depok UMKM Expo 2026 yang digelar Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) di Balai Kota Depok, Sabtu (7/11/26).

Kepala DKUM Kota Depok, Drs. Mohamad Thamrin, Sos., M.M., menegaskan expo tahun ini berbeda. Tak hanya pameran jualan, tapi menghubungkan pendidikan kewirausahaan sejak PAUD hingga SMA dengan penguatan pelaku usaha lokal.

“Ini kegiatan rutin tahunan. Kita ingin mempromosikan produk-produk UMKM sesuai program Pak Wali. Makanya, setiap kelurahan diberikan satu tenda bazar agar seluruh perwakilan bisa hadir dan berjualan bersama,” ujar Thamrin.

Sebanyak 63 kelurahan dilibatkan, didukung Forkopimda, DPRD, perangkat daerah, perbankan, hingga perguruan tinggi.

Yang menarik, DKUM menyisipkan pembentukan jiwa wirausaha sejak dini. Anak PAUD dan SD dilombakan mewarnai bertema UMKM dan kreasi donat. Siswa SMP dan SMA ditantang membuat proposal usaha.

Hasilnya mengejutkan. Siswa SMP sudah mampu menggagas permainan digital ramah anak sebagai alternatif game konvensional. Siswa SMA bahkan sudah menghitung modal, proyeksi omzet, strategi pemasaran, hingga kebutuhan tenaga kerja.

“Proposal bisnis anak-anak SMP luar biasa. Mereka bukan sekadar membuat rencana usaha keripik, tetapi sudah menciptakan alat permainan digital. Siswa SMA juga sudah mampu merancang usaha, menghitung modal, memperkirakan omzet, sampai mengestimasi kebutuhan tenaga kerja,” kata Thamrin.

Dari pembentukan wirausaha muda, sorotan beralih ke daya saing produk. Thamrin mengungkapkan, produk UMKM Depok sudah mulai menembus pasar nasional bahkan internasional.

Sambal Depok kini diburu agen travel haji dan umrah untuk dibawa jamaah ke Mekah. Rendang asal Depok bahkan pernah mendapat pesanan 50 kilogram dari konsumen di Amerika Serikat.

“Produk kita jangan hanya dikenal warga Depok, tetapi harus dikenal di luar daerah hingga skala nasional. Bahkan, ada produk yang sudah dibawa oleh travel umrah ke Mekah,” ungkapnya.

Potensi itu tidak main-main. Saat ini ada sekitar 12.000 UMKM dalam basis data pembinaan Pemkot Depok yang berkontribusi sekitar 60 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Depok.

Dampaknya nyata. Pada expo sebelumnya, satu penjual madu mencatat omzet Rp3 juta dalam sehari. Usaha cireng di Bojongsari bahkan mampu menyerap 100 tenaga kerja.

“Kalau UMKM kita kelola dengan baik, dampaknya bukan hanya terhadap PAD, tetapi juga pertumbuhan ekonomi, pengurangan pengangguran, hingga upaya menekan inflasi,” tegas Thamrin.

Meski peluang besar, tantangan masih ada. Sekitar 6.000 dari 12.000 UMKM sudah bersertifikat halal. DKUM menargetkan tambahan 500 sertifikat lagi lewat APBD, CSR, dan perguruan tinggi.

Kendala lain adalah biaya kemasan yang tinggi bagi usaha rumahan. Untuk itu, DKUM bersama DPRD mendorong pembentukan Rumah Kemasan.

“Kalau didukung APBD, biaya kemasan yang tadinya Rp2.000 bisa ditekan menjadi Rp1.000 atau bahkan Rp500. Ini akan membantu menurunkan HPP,” jelasnya.

Thamrin menutup dengan pesan tajam soal kebanggaan produk lokal.

“Kualitas dan cita rasa produk UMKM kita tidak kalah dengan produk bermerek. Masyarakat perlu memberikan kepercayaan berdasarkan mutu, bukan semata-mata nama merek. Produk lokal harus menjadi kebanggaan bersama,” pungkasnya.(wis).

Berita terkait

Angela Tanoesoedibjo Terpukau Hutan Sagu Rutong, Potensi Wisata Maluku Dilirik Perindo

Angela Tanoesoedibjo Terpukau Hutan Sagu Rutong, Potensi Wisata Maluku Dilirik Perindo

Ambon-Spektroom:Hutan sagu Negeri Rutong bukan sekadar hamparan pepohonan yang tumbuh alami. Di balik hijaunya kawasan itu, tersimpan potensi ekonomi, budaya, dan pariwisata yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Potensi tersebut menarik perhatian Ketua Umum DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Angela Herliani Tanoesoedibjo, saat mengunjungi kawasan ekowisata hutan sagu di

Eva Moenandar