Trending

Inovasi Bedah Rumah Banyumas Dilirik Menteri PKP, Sadewo Bidik Dukungan CSR Swasta

Inovasi Bedah Rumah Banyumas Dilirik Menteri PKP, Sadewo Bidik Dukungan CSR Swasta
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono (baju merah), memaparkan inovasi digital bedah rumah untuk menarik dukungan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). didepan menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Foto : Humas Pemkab.Bms).

Jakarta-Spektroom : Pemerintah Kabupaten Banyumas berupaya memperluas bantuan renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) melalui kolaborasi dengan perusahaan swasta.

Salah satu upaya yang dilakukan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono adalah menawarkan inovasi digital bedah rumah untuk menarik dukungan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Kantor Kementerian PKP, Jakarta Pusat, Rabu (14/10/2026).

Pertemuan itu juga dihadiri Kepala BPS Amalia Adininggar, General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto, serta Chief of Corporate Affairs PT Astra International Tbk Boy Kelana Soebroto.

Dalam pertemuan tersebut, Sadewo memaparkan mekanisme bantuan renovasi rumah melalui konsep etalase berbasis marketplace. Sistem ini memungkinkan calon pemberi bantuan memilih rumah yang akan direnovasi berdasarkan data faktual, lokasi, dan dokumentasi lapangan yang dapat dipantau secara real time.

Setelah renovasi selesai, rumah penerima bantuan akan diberi penanda sebagai bentuk apresiasi sekaligus transparansi atas kontribusi pemberi bantuan.

“Dengan sistem ini, pemberi bantuan dapat melihat data faktual, lokasi hingga dokumentasi lapangan secara real time,” kata Sadewo.

Menurutnya, mekanisme tersebut dapat mempermudah partisipasi masyarakat dan dunia usaha dalam membantu warga yang membutuhkan rumah layak huni. Pengembangan fitur digital juga akan terus dilakukan agar proses bantuan lebih mudah diakses dan dipantau.

Menteri PKP Maruarar Sirait mengapresiasi inovasi Banyumas dan mendorong agar mekanisme tersebut terus dikembangkan. Inovasi itu diharapkan dapat menjadi referensi bagi daerah lain untuk mengoptimalkan keterlibatan masyarakat dan sektor swasta dalam penanganan RTLH.

Dukungan perusahaan menjadi salah satu peluang yang dibidik Banyumas. Pada 2026, Djarum Group mengalokasikan anggaran CSR Rp45 miliar untuk program perumahan, terdiri atas Rp35 miliar bagi pembangunan rumah baru dan Rp10 miliar untuk sanitasi serta renovasi pendukung.

Sementara itu, Astra International meningkatkan target dukungan CSR perumahan menjadi sekitar 4.000 unit pada 2026, dari komitmen awal 3.250 unit. Hingga 14 Oktober 2026, perusahaan tersebut telah merealisasikan renovasi 100 unit rumah.

Sadewo berharap sebagian dukungan tersebut dapat diarahkan untuk membantu warga Banyumas, terutama melalui program renovasi RTLH.

“Ya, tadi sudah melakukan lobi-lobi. Semoga goal. Demi masyarakat Banyumas,” ujarnya.

Selain kolaborasi CSR, Kementerian PKP bersama BPS dan pemerintah daerah juga akan memperkuat integrasi data, koordinasi pelaksanaan, serta percepatan perizinan agar bantuan perumahan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Berita terkait