Porprov XVI Sumbar: Satu Tangga Menuju PON NTB-NTT 2028
Oleh: Hamdanus, S.Fil.I, M.Si Penutupan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 bukanlah akhir dari sebuah perjalanan. Sebaliknya, ini adalah awal dari perjuangan yang sesungguhnya untuk membawa olahraga Sumatera Barat kembali berprestasi di panggung nasional.
Setelah delapan tahun tidak terselenggara, Porprov XVI menjadi momentum penting bagi kebangkitan olahraga Ranah Minang. Ajang ini bukan hanya mempertemukan atlet-atlet terbaik dari kabupaten dan kota se-Sumatera Barat, tetapi juga menjadi ruang pembuktian bagi kerja keras, disiplin, dan pengorbanan para atlet selama menjalani latihan.
Namun, kita harus menyadari satu hal: Porprov bukanlah garis akhir. Porprov baru satu tangga menuju cita-cita yang lebih besar, yakni PON 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Karena itu, setelah seluruh rangkaian pertandingan berakhir, kita tidak boleh larut terlalu lama dalam euforia kemenangan. Bagi atlet yang meraih medali, prestasi tersebut harus menjadi motivasi untuk meningkatkan kemampuan. Bagi yang belum berhasil, hasil Porprov harus menjadi bahan evaluasi dan pemicu untuk berlatih lebih keras.
Sebab, tantangan yang menanti di tingkat nasional tentu berbeda. Persaingan akan semakin ketat, kualitas lawan semakin merata, dan persiapan yang dibutuhkan juga jauh lebih serius.
Porprov Bukan Sekadar Medali
Selama Porprov XVI berlangsung, kita menyaksikan betapa besar arti sebuah kemenangan bagi para atlet. Ada yang merayakan keberhasilan dengan penuh kebahagiaan, ada pula yang terharu hingga meneteskan air mata setelah berhasil menjadi yang terbaik.
Bagi mereka, medali bukan sekadar kepingan logam. Di dalamnya terdapat cerita tentang latihan panjang, pengorbanan waktu, dukungan keluarga, serta perjuangan menghadapi berbagai keterbatasan.
Saya melihat semangat itu sebagai modal penting bagi masa depan olahraga Sumatera Barat.
Akan tetapi, kita juga harus memahami bahwa keberhasilan olahraga tidak cukup diukur dari jumlah medali yang diraih dalam satu kejuaraan. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana sebuah kompetisi mampu melahirkan atlet-atlet berkualitas yang siap bersaing pada level lebih tinggi.
Itulah yang harus menjadi cara pandang kita terhadap Porprov XVI.
Ajang ini harus menjadi bagian dari sistem pembinaan olahraga yang berkelanjutan. Atlet-atlet potensial yang muncul dari pertandingan perlu diidentifikasi, dipantau, dan dipersiapkan secara terencana. Jangan sampai potensi besar yang telah terlihat selama Porprov justru hilang karena tidak mendapatkan pembinaan lanjutan.
KONI Sumatera Barat memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa Porprov tidak berhenti sebagai agenda kompetisi daerah, tetapi menjadi fondasi bagi peningkatan prestasi olahraga Sumbar.
Sejak awal, kami menempatkan dua agenda utama sebagai fokus kepengurusan KONI Sumbar, yakni menyukseskan penyelenggaraan Porprov dan mendorong peningkatan prestasi olahraga Sumatera Barat di tingkat nasional.
Kini, setelah Porprov XVI terlaksana, perhatian kita harus semakin diarahkan pada agenda kedua tersebut.
Menatap Porwil, Pra-PON, dan PON 2028
Perjalanan menuju PON 2028 tidak bisa dimulai ketika pertandingan sudah dekat. Persiapannya harus dilakukan sejak sekarang.
Di depan mata, terdapat sejumlah agenda penting yang harus dipersiapkan, mulai dari Pekan Olahraga Wilayah (Porwil), babak kualifikasi PON atau Pra-PON, hingga PON 2028 di NTB dan NTT.
Babak kualifikasi menjadi salah satu tahapan krusial. Sebelum berbicara tentang medali di PON, atlet Sumatera Barat harus terlebih dahulu berjuang mendapatkan tiket untuk tampil di ajang tersebut.
Karena itu, persiapan menghadapi Pra-PON harus menjadi perhatian bersama. Atlet yang akan mewakili Sumatera Barat harus benar-benar dipilih berdasarkan kemampuan, perkembangan prestasi, kesiapan, dan peluang bersaing di tingkat nasional.
Kita membutuhkan persiapan yang matang, program latihan yang terukur, evaluasi berkala, serta dukungan yang memadai bagi atlet dan pelatih.
Pengurus cabang olahraga juga harus mengambil peran lebih aktif. Hasil Porprov hendaknya menjadi bahan untuk menyusun program pembinaan, memperbaiki kekurangan, dan menentukan atlet-atlet yang layak diproyeksikan ke kompetisi berikutnya.
Kita tidak boleh bekerja secara sporadis. Pembinaan olahraga membutuhkan kesinambungan dan kerja sama antara KONI, pengurus cabang olahraga, pemerintah daerah, pelatih, atlet, serta seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan olahraga Sumatera Barat.
Target kita bukan sekadar mengirim atlet ke PON, melainkan mengirim atlet yang mampu bersaing dan berjuang meraih prestasi terbaik.
Semua Cabang Olahraga Punya Peluang
Dalam membangun prestasi olahraga, kita tidak boleh hanya bertumpu pada satu atau dua cabang olahraga.
Cabang olahraga beregu seperti sepak bola dan bola basket perlu terus dikembangkan. Begitu pula cabang olahraga potensial seperti kriket dan wushu, serta cabang lainnya yang memiliki peluang melahirkan atlet berprestasi, termasuk gateball.
Setiap cabang olahraga memiliki karakteristik, tantangan, dan kebutuhan pembinaan yang berbeda. Karena itu, pemetaan potensi harus dilakukan secara objektif dan berdasarkan kebutuhan masing-masing cabang.
Kita perlu mengetahui cabang olahraga mana yang memiliki atlet potensial, mana yang membutuhkan penguatan pembinaan, serta mana yang berpeluang menyumbangkan medali di tingkat nasional.
Dengan pemetaan yang baik, sumber daya yang tersedia dapat diarahkan secara lebih efektif. Pembinaan tidak cukup hanya berdasarkan kebiasaan atau capaian masa lalu, tetapi harus bertumpu pada evaluasi, data, dan kebutuhan nyata di lapangan.
Saya percaya, Sumatera Barat memiliki potensi atlet yang besar. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dikelola secara serius, konsisten, dan berkelanjutan.
Prestasi tidak lahir hanya dari semangat. Prestasi membutuhkan sistem yang kuat, pelatih yang berkualitas, atlet yang disiplin, kompetisi yang memadai, serta dukungan yang berkesinambungan.
Mengembalikan Kejayaan Olahraga Ranah Minang
Harapan untuk mengembalikan kejayaan olahraga Sumatera Barat bukanlah pekerjaan satu pihak. Ini adalah tanggung jawab bersama.
KONI Sumbar tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, pengurus cabang olahraga, dunia pendidikan, pihak swasta, keluarga atlet, serta masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan ekosistem olahraga yang sehat dan kompetitif.
Kita juga perlu membangun kesadaran bahwa pembinaan atlet merupakan investasi jangka panjang. Hasilnya mungkin tidak selalu terlihat dalam waktu singkat, tetapi dengan perencanaan dan pelaksanaan yang konsisten, fondasi prestasi akan semakin kuat.
Porprov XVI telah memberikan gambaran tentang semangat dan potensi olahraga Sumatera Barat. Sekarang, tugas kita adalah memastikan bahwa semangat tersebut tidak padam setelah pertandingan berakhir.
Kepada para atlet yang telah meraih medali, saya menyampaikan selamat. Teruslah berlatih dan jangan cepat berpuas diri. Medali Porprov merupakan pencapaian yang patut dibanggakan, tetapi tantangan berikutnya menuntut kemampuan yang lebih tinggi.
Kepada atlet yang belum berhasil, jangan menyerah. Kekalahan bukan akhir dari perjalanan. Jadikan pengalaman di Porprov sebagai pelajaran untuk memperbaiki diri dan kembali berjuang.
Kepada seluruh pengurus cabang olahraga dan pelatih, mari kita rapatkan barisan. Kita harus menjadikan hasil Porprov sebagai dasar untuk memperkuat pembinaan dan menyiapkan atlet menghadapi persaingan nasional.
Satu Tangga, Satu Tujuan
Penutupan Porprov XVI harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi sekaligus memperbarui komitmen.
Kita telah melewati satu tahapan penting. Akan tetapi, perjalanan menuju PON 2028 masih panjang. Ada Porwil, ada Pra-PON, dan ada persaingan ketat yang harus dihadapi untuk mewujudkan target prestasi.
Saya mengajak seluruh insan olahraga Sumatera Barat untuk menyatukan langkah. Mari kita tinggalkan ego sektoral dan bekerja berdasarkan tujuan bersama, yakni meningkatkan prestasi olahraga Sumatera Barat.
Kita ingin atlet-atlet yang lahir dari Porprov XVI tidak hanya dikenang sebagai juara di tingkat provinsi, tetapi juga mampu berkembang menjadi atlet yang membanggakan Sumatera Barat di tingkat nasional.
Porprov XVI telah selesai, tetapi perjuangan kita baru dimulai. Ini baru satu tangga menuju PON NTB-NTT 2028.**
Dengan kerja keras, pembinaan yang berkesinambungan, dan dukungan semua pihak, saya optimistis Sumatera Barat dapat terus meningkatkan daya saingnya dan memperjuangkan prestasi terbaik di panggung olahraga nasional.
Mari bersama-sama mewujudkan cita-cita kita: Sumbar Hebat, Olahraga Juara!
(Hamdanus, S.Fil.I, M.Si adalah Ketua Umum KONI Sumatera Barat)