170 Ibu Hamil Diwisuda, Edukasi Kesehatan Jadi Bekal Cegah Risiko Persalinan
Surakarta – Spektroom – Sebanyak 170 ibu hamil mengikuti Wisuda Kelas Ibu Hamil Tahun 2026 Kota Surakarta di Graha Wisata, Kamis (15/10/2026).
Program yang dilaksanakan Dinas Kesehatan melalui 17 puskesmas ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Surakarta meningkatkan pengetahuan dan kesiapan ibu dalam menjalani kehamilan, persalinan, hingga perawatan bayi baru lahir.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mengapresiasi Dinas Kesehatan, puskesmas, tenaga kesehatan, bidan, serta kader kesehatan yang telah mendampingi para peserta selama mengikuti Kelas Ibu Hamil.
Menurut Astrid, wisuda tersebut bukan sekadar seremoni penanda berakhirnya program, melainkan momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa keselamatan ibu dan bayi membutuhkan pengetahuan, kesiapan fisik dan mental, dukungan keluarga, serta akses pelayanan kesehatan yang memadai.
Melalui Kelas Ibu Hamil, peserta mendapatkan edukasi mengenai kehamilan sehat, tanda bahaya kehamilan, persiapan persalinan, perawatan masa nifas, pemberian ASI, hingga perawatan bayi baru lahir.
"Pengetahuan yang diperoleh melalui program tersebut dapat membantu ibu mengenali risiko sejak dini dan segera mencari pertolongan ketika mengalami keluhan atau kondisi yang membutuhkan penanganan medis," ungkap Astrid.

Astrid juga mengatakan, pentingnya edukasi dan pendampingan ibu hamil juga sejalan dengan tantangan kesehatan ibu dan anak di Kota Surakarta. Berdasarkan data angka Kematian Ibu (AKI) tercatat sebesar 30,72 per 100.000 kelahiran hidup pada 2023. Angka tersebut meningkat menjadi 41,04 pada 2024, kemudian tercatat 40,91 pada 2025.
Sementara itu, Angka Kematian Bayi (AKB) menunjukkan tren penurunan, dari 4,92 per 1.000 kelahiran hidup pada 2023 menjadi 4,00 pada 2024 dan 3,37 pada 2025.
Data tersebut menunjukkan bahwa penurunan AKB perlu terus dipertahankan, sedangkan upaya menekan AKI masih membutuhkan perhatian serius dan penguatan pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.
Ia menekankan, upaya menjaga keselamatan ibu dan bayi tidak dapat hanya mengandalkan tenaga kesehatan. Peran suami, keluarga, lingkungan, kader kesehatan, dan masyarakat juga diperlukan untuk memastikan ibu memperoleh dukungan emosional, asupan gizi yang baik, waktu istirahat yang cukup, serta pendampingan selama kehamilan hingga setelah persalinan.
“Tidak boleh ada ibu hamil yang merasa berjalan sendiri, tidak mengetahui harus mencari pertolongan ke mana, atau terlambat mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan,” tandasnya.
Melalui Wisuda Kelas Ibu Hamil Tahun 2026, Pemkot Surakarta berharap para ibu semakin siap menjalani kehamilan dan persalinan, mampu mengenali risiko sejak dini, serta memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, berkualitas, dan tepat waktu demi melahirkan generasi yang sehat dan tumbuh optimal.