Trending

UKM Tapak Suci UNEJ Berjaya di Ajang Nasional Airlangga Championship 2026

UKM Tapak Suci UNEJ Berjaya di Ajang Nasional Airlangga Championship 2026
Tim UKMO Tapak Suci Universitas Jember meraih Juara Umum 3 usai meraup total sembilan gelar kejuaraan dalam ajang bergengsi 16th Airlangga Championship Tapak Suci National Open 2026. (foto: humas unej)

Jember-Spektroom : Kontingen UNEJ sukses memboyong penghargaan Juara Umum 3 usai meraup total sembilan gelar kejuaraan dalam ajang bergengsi 16th Airlangga Championship Tapak Suci National Open 2026 yang berlangsung di GOR Universitas Airlangga, Surabaya.

Capaian gemilang tersebut disumbangkan oleh para atlet terbaik yang berlaga di berbagai kategori seni maupun tanding. Keberhasilan ini membuktikan konsistensi UKMO Tapak Suci UNEJ dalam membina atlet-atlet muda berbakat hingga mampu bersaing di tingkat nasional.

Kemenangan Diah Ayu Ngestini Ratu di kategori seni ganda menjadi salah satu sorotan utama karena menuntut ketepatan, keharmonisan, serta keserasian teknik yang tinggi antar-pasangan. Mahasiswi Program Studi Pendidikan Luar Sekolah ini mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam kategori ganda bukan sekadar penguasaan teknik individu, melainkan kemampuan menyatukan tempo dan irama gerakan di panggung pertandingan tanpa celah.

Potret Diah Ayu Ngestini Ratu (kiri) bersama Irma Novia Azimah, Juara 1 Kategori Seni Ganda Tangan Kosong Dewasa Putri

“Saya tidak hanya bertanggung jawab terhadap gerakan saya sendiri, tetapi juga harus bisa menyatukan gerakan dengan pasangan. Perbedaan kecil dalam tempo atau ketepatan gerakan dapat memengaruhi penampilan secara keseluruhan,” tutur mahasiswi yang akrab disapa Ines tersebut, Kamis (15/10/2026).

Keberhasilan luar biasa juga dirasakan oleh Ustina Urfania di kategori seni tunggal. Ustina menilai capaian Juara 1 Seni Tunggal Jurus Merpati terasa amat istimewa mengingat Jurus Merpati merupakan jurus yang berakar dari Malang, sementara ia harus membawakan karakter jurus tersebut secara maksimal di hadapan juri dan berhadapan langsung dengan para pesilat tuan rumah.

Potret Ustina Ufaira saat mendapatkan penghargaan juara 1 Kategori Seni Tunggal Jurus Merpati Dewasa Putri

Ustina menjelaskan bahwa Jurus Merpati memiliki karakteristik unik yang memadukan keluwesan, kecepatan, ketepatan, dan tenaga. Saat menghadapi tekanan bertanding sendirian di tengah gelanggang, ia menyiasati rasa gugup dengan mengatur napas serta memfokuskan pikiran pada memori latihan agar dapat menyajikan penampilan terbaik tanpa terdistraksi oleh kekuatan lawan.

Adapun rekapitulasi raihan prestasi para atlet UKMO Tapak Suci Universitas Jember dalam ajang 16th Airlangga Championship Tapak Suci National Open 2026 yang diselenggarakan pada 10–13 September 2026 meliputi:
Juara 1:
• Ustina Urfania – Kategori Seni Tunggal Jurus Merpati Dewasa Putri
• Nur Andhini Ramadhanti – Kategori Seni Tunggal Tangan Kosong Bersenjata Dewasa Putri
• Diah Ayu Ngestini Ratu & Irma Novia Azimah – Kategori Seni Ganda Tangan Kosong Dewasa Putri
• Ahmad Rafif Nandra Utama – Kategori Tanding Kelas F Dewasa Putra
Juara 2:
• Fahdina Sabila Rahman – Kategori Seni Tunggal Tangan Kosong Dewasa Putri
• Airell Fitrahavila – Kategori Tanding Kelas B Dewasa Putra
Juara 3:
• Arif Hidayat – Kategori Tanding Kelas B Dewasa Putra
• Ahmad Kanz – Kategori Tanding Kelas E Dewasa Putra

Menanggapi konsistensi UKM Tapak Suci UNEJ yang terus mencetak atlet berprestasi, kedua pesilat ini membagikan pesan bernas bagi para mahasiswa yang ingin menyusul jejak mereka. Diah Ayu menegaskan bahwa calon atlet tidak perlu menunggu merasa hebat untuk mulai melangkah ke gelanggang, karena pertandingan justru menjadi sarana belajar memperbaiki kekurangan sekaligus membentuk mentalitas pantang menyerah. Ustina turut mengajak seluruh mahasiswa untuk berani melangkah dari hal yang disukai dan menekuninya secara konsisten. (Sumber: humas unej)

Berita terkait

Pameran Pertempuran Lima Hari di Semarang, Generasi Muda Diajak Merawat Ingatan Sejarah

Pameran Pertempuran Lima Hari di Semarang, Generasi Muda Diajak Merawat Ingatan Sejarah

Semarang–Spektroom : Pemahaman generasi muda terhadap Pertempuran Lima Hari di Semarang dinilai masih belum utuh. Padahal, peristiwa tersebut merupakan salah satu tonggak penting dalam revolusi fisik bangsa Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan. Kurator Kesit Widjanarko mengatakan, Pertempuran Lima Hari di Semarang merupakan pertempuran besar pertama dalam sejarah revolusi fisik Indonesia. Hal

Sigit Budi Riyanto, Bian Pamungkas