Trending

ISPA di Kota Tanjungpinang terus Meningkat, Dampak dari Kondisi Udara Masih Tidak Sehat

ISPA di Kota Tanjungpinang terus Meningkat, Dampak dari Kondisi Udara Masih Tidak Sehat
Kadis Kesehatan Tanjungpinang, Rustam (Foto: Diskominfo)

Tanjungpinang–Spektroom : Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Tanjungpinang terus mengalami peningkatan, memasuki minggu ke-40, dampak sebaran asap melanda Kepri kususnya Tanjungpainang tercatat sebanyak 334 kasus.

Di tengah kondisi kualitas udara yang tidak sehat, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang, Rustam, mengimbau orang tua melindungi anak, terutama balita, dari paparan polusi.

Rustam menyarankan pembatasan aktivitas anak di luar ruangan dengan mengurangi atau menghentikan sementara kegiatan bermain di luar rumah. Orang tua juga perlu mengikuti kebijakan sekolah dan pemerintah setempat terkait aktivitas luar ruangan.

“Masyarakat diharapkan lebih memperhatikan kondisi udara dan menerapkan langkah pencegahan, terutama untuk melindungi balita dan anak-anak dari paparan polusi,” ujar Rustam.

Jika anak harus keluar rumah saat udara berpolusi atau berasap, orang tua perlu memastikan masker yang digunakan sesuai ukuran wajah, terpasang rapat, serta menutupi hidung dan mulut.

“Untuk mengurangi paparan polusi di dalam rumah, pintu dan jendela sebaiknya ditutup,” tambahnya. Selain paparan udara dari luar rumah, sumber polusi di lingkungan sekitar juga perlu diperhatikan untuk melindungi anak.

“Anak juga perlu dijauhkan dari sumber polusi lain, seperti asap rokok dan pembakaran sampah terbuka,” ucap Rustam.

Pemenuhan kebutuhan cairan dan gizi anak juga penting, termasuk memastikan anak minum air putih yang cukup. Kondisi kesehatannya perlu dipantau, terutama jika muncul gejala gangguan pernapasan.

“Jika anak mengalami sesak napas, batuk berkepanjangan, atau demam tinggi, segera bawa ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut,” pesan Rustam.

(Foto: Dok. Diskominfo)

Berdasarkan monitoring kualitas udara pm2.5 yang berada di wilayah Kota Batam untuk hari ini terpantau dalam kategori Tidak sehat (131.4) Dari Prakirawan Cuaca BMKG Kota Tanjungpinang Hayu Nur Mahron di peroleh keterangan untuk hari ini tanggal 15 berdasarkan data monitoring pm2.5 diwilayah Batam maka mengalami penurunan, namun masih dalam kategori sangat tidak sehat pada pukul 08.00-16.00 WIB.

“Untuk Tanjungpinang sendiri saat ini dampak sebaran kabut asap dapat terlihat dari visibility/jarak pandang mendatar di Bandara RHF Tanjungpinang beberapa hari terakhir mengalami penurunan dan paling rendah terjadi sejak kemarin hingga saat ini berkisar 1500-2500 meter, kata Hayu Kamis(15/10/2026). Menurutnya dalam tiga hari kedepan diprediksi Kepulauan Riau(Kepri) masih terdampak sebaran kabut asap.

“Berdasarkan data sebaran partikulat karhutla dan dampak sebaran asap dari citra satelit wilayah Tanjungpinang secara umum untuk kualitas udara sesuai dengan yang terukur di wilayah Batam,”jelasnya.

Untuk cuaca sendiri secara umum sudah mulai mengalami peningkatan potensi hujan pada dasarian III Oktober ini, dan di prediksi umumnya mengalami peningkatan lagi saat memasuki bulam November.

“Secara umum dengan turunnya hujan maka akan menurunkan partikulat karhutla, namun apabila masih ada dampak kiriman kabut asap maka untuk kualitas udara dapat tidak kunjung membaik,” tutunya.

Berita terkait

BPLH Berikan bantuan Armada Dump Truk kepada Pemko Tanjungpinang

BPLH Berikan bantuan Armada Dump Truk kepada Pemko Tanjungpinang

Tanjungpinang–Spektroom : Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang melalui Walikota Lis Dasrmansyah menerima dump truck dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup, Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Republik Indonesia. Pemberian hibah Armada dump truck, karena Kota Tanjungpinang dinilai meraih score tertinggi dalam penilaian Adipura dari 7 Kabupaten/Kota se-Kepri, yang diserahkan

Desmawati, Rafles