Jelang Konferensi Nasional Kota Toleransi, Pemkab Mimika Tata Wajah Kota
Mimika-Spektroom : Pemerintah Kabupaten Mimika mempercepat berbagai persiapan menjelang pelaksanaan Konferensi Nasional Kota Toleransi pada 14 hingga 16 November 2026, setelah Kabupaten di Provinsi Papua Tengah itu, dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan berskala nasional itu.
Event tersebut, diharapkan dapat memperkuat semangat toleransi, merawat keberagaman, serta mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis di tengah perbedaan suku, agama, ras, dan golongan.
Bupati Mimika, Johannes Rettob, meminta kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah distrik, serta pihak-pihak terkait agar dapat terlibat aktif dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Perhatian khusus juga diberikan pada penataan wajah kota, kebersihan lingkungan, serta kesiapan berbagai fasilitas umum menjelang kedatangan para tamu dari sejumlah daerah di Indonesia.
"Mimika harus mempersiapkan diri sebagai tuan rumah yang baik dengan memastikan kondisi jalan, taman, dan lingkungan perkotaan terlihat bersih, rapi, serta tertata. Begitu pula setiap OPD segera menindaklanjuti berbagai kebutuhan pembenahan yang masih harus segerah diselesaikan," tandas Bupati Mimika, Jumat,06 November 2026.
Secara khusus Johannes Rettob, meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk segera mengidentifikasi fasilitas infrastruktur yang perlu diperbaiki. Penataan jalan dan pemangkasan rumput liar juga menjadi perhatian agar kondisi kota semakin nyaman bagi masyarakat maupun para peserta konferensi.
"Di jalan-jalan, rumput-rumput kotor semuanya. Kita bersedia jadi tuan rumah yang baik. Jadi, Bapak Ibu sekalian perhatikan hal itu. Dinas PU lihat hal-hal yang perlu kita perbaiki, cepat langsung action," tegasnya.
Bupati juga menyampaikan bahwa, jumlah peserta dan pemangku kepentingan yang diperkirakan akan hadir mencapai sekitar 450 orang. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu mengantisipasi kebutuhan akomodasi, mulai dari ketersediaan hotel, motel, rumah makan, hingga fasilitas pendukung lainnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, mengungkapkan bahwa perkembangan persiapan Konferensi Nasional Kota Toleransi untuk saat ini telah mencapai sekitar 50 persen. Panitia masih melakukan pematangan program kerja serta penyusunan kebutuhan anggaran dari masing-masing bidang kepanitiaan.
"Secara garis umum pembahasannya baru setengah, sekitar 50 persen. Tinggal rencana kerja dan penganggaran dari masing-masing bidang. Kita harapkan sebelum tanggal 14 November semuanya sudah siap," jelas Emanuel.
Emanuel yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia menegaskan bahwa pelaksanaan konferensi tidak boleh hanya menjadi agenda seremonial pemerintah daerah, namun juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Mimika, termasuk dengan membuka ruang keterlibatan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Kita akan berusaha melibatkan masyarakat, UMKM, sehingga acara ini menjadi acaranya masyarakat. Kita yang fasilitasi, tetapi kepentingannya adalah bekerja untuk masyarakat. Kebersamaan masyarakat yang kita pentingkan," tutup Wakil Bupati Mimika.