Karhutla Ancam Kehidupan Satwa Liar, Penggiat Wisata Brind Watching Serukan Keselamatan Hutan & Lingkungan
Fakfak-Spektroom : Kebakaran hutan merupakan ancaman serius bagi seluruh makhluk hidup, bukan hanya manusia, tetapi juga satwa liar, khususnya berbagai jenis burung yang hidup di wilayah Kabupaten Fakfak.
Penggiat wisata bird watching atau pengamatan burung, Rusdy Purwanto, mengajak seluruh masyarakat di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan dan lingkungan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menurutnya, kebakaran hutan dapat mengancam kelangsungan hidup satwa liar yang bergantung pada ekosistem hutan sebagai tempat tinggal, mencari makan, dan berkembang biak, sehingga upaya menjaga lingkungan perlu menjadi perhatian bersama.
Sebagai penggiat pengamatan satwa liar di Kabupaten Fakfak, Ia menyerukan kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap kelestarian alam dan mencegah terjadinya kebakaran hutan, sebab menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama demi keberlangsungan kehidupan manusia dan satwa liar.
"Saya secara pribadi dan sebagai bagian dari komunitas pengamat satwa liar yang ada di Kabupaten Fakfak menyerukan kepada seluruh masyarakat, mari kita menjaga ekosistem dan lingkungan kita dari kebakaran hutan. Jangan sampai hal-hal seperti itu terjadi,” ujar Rusdy, Jumat,16 Oktober 2026.
Ia juga berharap musim kemarau yang saat ini berlangsung dapat segera berakhir sehingga hujan kembali turun dan membantu memulihkan kondisi hutan yang terdampak kebakaran. Air memiliki peran penting dalam menunjang kehidupan seluruh makhluk hidup dan menjaga keseimbangan alam.
“Karena air adalah kehidupan, hutan itu mama kita. Jadi, mari kita jaga bersama. Semoga apa yang ada di hutan kehidupan ini semua kembali pulih seperti semula. Begitu pula perlu kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan, supaya terus ditingkatkan, agar kelestarian hutan dan habitat satwa liar di Kabupaten Fakfak tetap terjaga.