Trending

Kemenag Tidore Hadirkan Aplikasi TPG Dukung Guru di Daerah Kepulauan Dalam Pencairan TPG

Kemenag Tidore Hadirkan Aplikasi TPG Dukung Guru di Daerah Kepulauan Dalam Pencairan TPG
Kementerian Agama Kota Tidore Kepualauan luncurkan aplikasi layanan TPG (Foto:Spektroom/Kemenag Malut)

Tidore-Spektroom : Untuk mendukung persyaratan dalam pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) terutama syarat yang berkaitan erat dengan berkas dan dokumentasi yang harus dilengkapi guru, pemberkasan yang cepat dan lengkap menjadi prioritas. Jika berkas lengkap maka pencairan TPG dapat dilakukan dengan cepat, persoalannya sering sekali berkas yang dilengkapi terlewat, ada kesalahan berkas, belum lagi jarak tempat tugas dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota wilayah kerjanya berjauhan.

Maluku Utara merupakan provinsi dengan geografis kepulauan, bagi guru yang tinggal dan mengabdi di pulau-pulau untuk sekedar mengurus administasi berkas pencairan TPG harus melakukan perjalanan menyeberangi lautan dan biayanya pun tidak sedikit.

Berdasarkan masalah tersebut, Kementerian Agama Kota Tidore Kepulauan meluncurkan aplikasi layanan TPG sebagai bentuk ikhtiar pemecahan masalah tersebut.

Aplikasi TPG diluncurkan sebagai upaya menyederhanakan proses pengajuan administrasi TPG bagi guru dan pengawas, terutama mereka yang berada di wilayah kepulauan maupun wilayah daratan Oba yang memiliki tantangan geografis dan jarak tempuh yang jauh.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, diwakili Kepala Bagian Tata Usaha H. Samsuddin Fatahuddin, menghadiri peluncuran aplikasi tersebut di Aula KUA Tidore Timur, Kota Tidore Kepulauan, Kamis (8/10/2026). Kehadiran Kakanwil menjadi bagian dari dukungan terhadap inovasi layanan yang dikembangkan satuan kerja di daerah untuk memberikan pelayanan yang lebih mudah dan responsif kepada Masyarakat.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tidore Kepulauan H. Lukmanudin Abd.Rahman menjelaskan, gagasan pengembangan aplikasi tersebut berangkat dari persoalan yang selama ini dihadapi dalam penyampaian berkas persyaratan pencairan TPG.

Dalam proses manual, ketika terdapat kekeliruan atau kekurangan berkas, guru harus kembali melakukan perbaikan dan menyampaikan dokumen kembali. Kondisi tersebut menjadi lebih berat bagi guru dan pengawas yang berada di wilayah pulau maupun daratan Oba karena membutuhkan waktu dan perjalanan untuk kembali ke kantor.

"Aplikasi TPG ini dilakukan secara online, sehingga ketika ditemukan kesalahan atau kekurangan dalam berkas, pengguna tidak perlu kembali secara fisik hanya untuk melakukan perbaikan. Dokumen dapat diperbaiki melalui sistem sesuai dengan rentang waktu perbaikan yang telah ditentukan," ujar H. Lukmanuddin.

Dengan mekanisme tersebut, proses administrasi TPG diharapkan menjadi lebih terjadwal, cepat dan tertib, sekaligus tetap menjaga akurasi serta validitas data sebelum pencairan dilakukan. Bagi guru di wilayah kepulauan, penyederhanaan layanan bukan sekadar persoalan penggunaan teknologi. Digitalisasi berarti mengurangi kebutuhan untuk melakukan perjalanan berulang hanya karena terdapat kesalahan administratif yang masih dapat diperbaiki secara daring.

Kondisi geografis Kota Tidore Kepulauan yang terdiri atas wilayah pulau dan daratan membuat akses terhadap layanan pemerintahan memiliki tantangan tersendiri. Karena itu, inovasi layanan digital menjadi penting agar jarak geografis tidak berubah menjadi hambatan dalam memperoleh hak dan pelayanan administrasi.

Manfaat akhirnya tidak hanya dirasakan oleh pengelola administrasi, tetapi terutama oleh guru dan pengawas sebagai penerima layanan TPG. Mereka memperoleh kemudahan dalam mengajukan dokumen, mengetahui apabila terdapat kekurangan atau kesalahan, melakukan perbaikan tanpa harus berulang kali datang ke kantor, serta mengikuti tahapan pengajuan sesuai jadwal yang ditetapkan.

Kabag TU H. Samsuddin Fatahuddin, mengatakan inovasi tersebut menunjukkan bahwa ukuran keberhasilan sebuah layanan pemerintah bukan hanya pada hadirnya aplikasi, tetapi pada perubahan yang dirasakan pengguna.

Ketika guru tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk memperbaiki satu dokumen, ketika proses administrasi menjadi lebih terjadwal, dan ketika data dapat diperiksa secara lebih akurat sebelum pencairan, maka digitalisasi memberikan dampak yang nyata. Inilah wajah transformasi digital yang diharapkan: teknologi tidak sekadar menjadi sistem baru, tetapi menjadi solusi atas persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

Berita terkait