Kementerian PU Percepat Pembangunan Tanggul Ciliwung, Solusi Pengendalian Banjir Jabodetabek

Kementerian PU Percepat Pembangunan Tanggul Ciliwung, Solusi Pengendalian Banjir Jabodetabek
Pengendali banjir yang dilaksanakan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane ( birkom pu)

Spektroom  – Kementerian Pekerjaan Umum terus memperkuat pengendalian banjir di wilayah Jabodetabek dengan membangun sistem tanggul Sungai Ciliwung secara bertahap. Upaya ini melanjutkan rencana pengendalian banjir yang telah disusun sejak Master Plan tahun 1973 dan diperbarui sesuai kebutuhan kawasan perkotaan Jakarta.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan tanggul Ciliwung merupakan infrastruktur strategis yang harus dipercepat untuk mengurangi risiko banjir di pemukiman padat.

“Pengendalian banjir membutuhkan sistem yang bekerja menyeluruh. Pembangunan tanggul Ciliwung menjadi prioritas agar masyarakat di sepanjang sungai mendapatkan perlindungan yang lebih baik,”ujar Menteri Dody di Jakarta,Selasa (16/12/2025)

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung–Cisadane David Partonggo Oloan Marpaung menjelaskan bahwa pembangunan tanggul dilakukan di beberapa ruas prioritas yang memiliki risiko luapan tertinggi.

“Panjang keseluruhan tanggul yang akan dikerjakan mencapai sekitar 33,69 km, dengan rincian 17,14 km sudah terbangun dalam periode 2013–2024 dan 200 m akan diselesaikan melalui pekerjaan lanjutan pada tahun 2025,”ujar David dalam paparannya beberapa waktu lalu di Bendungan Ciawi, Bogor

Drydam Ciawi ( bendungan kering ) terletak di cisarua Bogor ( birkom pu)

Selain capaian tersebut, BBWS Ciliwung-Cisadane juga menyiapkan paket pekerjaan tanggul baru yang akan dilaksanakan pada periode 2026–2029, mencakup beberapa kelurahan prioritas seperti Manggarai, Kampung Melayu, Bidaracina, Kebon Baru, Pengadegan, Rawajati, Pejaten Timur, hingga Tanjung Barat. Total panjang tanggul yang masuk dalam rencana konstruksi lanjutan mencapai 16,55 km sesuai tabel perencanaan yang telah disusun.

“Ruas-ruas ini berada di zona kritis yang selama ini sering terdampak luapan. Dengan pembangunan tanggul permanen, risiko genangan dapat ditekan secara signifikan,”tambah David.

Pengendalian banjir Sungai Ciliwung tidak hanya mengandalkan infrastruktur fisik, tetapi juga sistem monitoring modern. BBWS Ciliwung-Cisadane saat ini mengoperasikan Command Center Pengendalian Banjir yang dilengkapi CCTV pemantau sungai, dan Early Warning System yang digunakan untuk kesiapsiagaan jika terjadi banjir.

“Melalui sistem peringatan dini, kami dapat memproyeksikan potensi banjir, durasi genangan, hingga wilayah terdampak. Informasi ini menjadi dasar pengambilan keputusan saat terjadi peningkatan debit di Ciliwung,”tambah David.

Dengan percepatan pembangunan tanggul Ciliwung dan penguatan sistem monitoring banjir, Kementerian PU memastikan upaya pengendalian banjir di Jabodetabek dapat berjalan lebih efektif, adaptif, dan memberikan perlindungan yang lebih kuat bagi masyarakat.

Berita terkait

Persoalan Sengketa Tanah Menjadi Salah Satu Sorotan Lembaga Pendidikan Tinggi UMI Makassar

Persoalan Sengketa Tanah Menjadi Salah Satu Sorotan Lembaga Pendidikan Tinggi UMI Makassar

Makasar-Spektroom : Kasus sengketa tanah-lahan masih menjadi persoalan yang menjadi pokok perhatian bagi seluruh Aparat Penegak Hukum termasuk lembaga pendidikan tinggi. Bentuk perhatian tersebut dilakukan melalui penyuluhan sehingga diharapkan tidak terjadi benturan antar warga. Dihubungi via ponsel, Senin 21 September 2026, Kepala Desa Sanrobone Kabupaten Takalar Abd. Azis Mauluddin S.Sos

Yahya Patta, Julianto
Biro Adpim Setdaprov Lampung Agendakan 18 Kegiatan, Gubernur Mirza Buka Bimtek BUMDes & Wagub Jihan Hadiri Pengajian Akbar

Biro Adpim Setdaprov Lampung Agendakan 18 Kegiatan, Gubernur Mirza Buka Bimtek BUMDes & Wagub Jihan Hadiri Pengajian Akbar

Bandarlampung - Spektroom: Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung, Senin 21 September 2026 pukul 08.00 WIB diagendakan mengikuti rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Daerah Tahun 2026 yang dirangkai dengan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah dalam Program 3 Juta Rumah. Rapat berlangsung secara Virtual Meeting, tersebut dipimpin Staf Ahli Gubernur

Anggoro AP
ссс