Trending

Kumpulkan Zakat Rp25 Miliar, Bupati Banyumas Raih Penghargaan BAZNAS Nasional

Kumpulkan Zakat Rp25 Miliar, Bupati Banyumas Raih Penghargaan BAZNAS Nasional
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono meraih penghargaan nasional sebagai Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia dalam ajang BAZNAS Awards 2026. (Foto : Humas Pemkab Bms).

BANYUMAS - Spektroom – Dukungan aparatur sipil negara (ASN) terhadap gerakan zakat di Kabupaten Banyumas berhasil menghimpun dana hingga Rp25 miliar.

Capaian tersebut turut mengantarkan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono meraih penghargaan nasional sebagai Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia dalam ajang BAZNAS Awards 2026.

Penghargaan tersebut diterima Sadewo di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Ia masuk dalam daftar lima bupati pendukung zakat terbaik tingkat nasional dan menjadi satu-satunya bupati dari Jawa Tengah yang menerima penghargaan tersebut.

Secara keseluruhan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memberikan penghargaan kepada 15 kepala daerah, terdiri atas lima gubernur, lima wali kota, dan lima bupati.

Sadewo mengatakan, penghargaan itu merupakan hasil kerja bersama seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyumas yang telah berkontribusi dalam mendukung pengumpulan zakat.

“Sebetulnya yang mendukung itu teman-teman ASN. Kerja sama mereka luar biasa, sehingga kita mengumpulkan zakat hingga Rp25 miliar,” ujarnya.

Menurut Sadewo, pengelolaan zakat di Banyumas mengikuti arahan BAZNAS Pusat dengan pembagian alokasi 50 persen untuk bantuan langsung kepada masyarakat dan 50 persen lainnya untuk pemberdayaan ekonomi.

Skema tersebut diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga mendorong penerima manfaat agar mampu membangun kemandirian ekonomi.

Ketua BAZNAS Kabupaten Banyumas, Khasanatul Mufidah, menjelaskan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pengelolaan zakat.

Dukungan itu diwujudkan melalui pemberian dana hibah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), serta penyediaan sarana operasional bagi pengelola zakat.

Selain itu, pemerintah daerah dan BAZNAS berkolaborasi dalam penanganan kemiskinan, antara lain melalui program Rumah Tidak Layak Huni BAZNAS (RTLHB) serta pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah.

Khasanatul menegaskan, pengelolaan dana tersebut dilakukan dengan mengedepankan prinsip akuntabilitas dan transparansi agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara optimal.

Ke depan, sinergi pemerintah daerah, BAZNAS, ASN, dan masyarakat diharapkan semakin kuat. Dengan demikian, zakat tidak hanya menjadi instrumen bantuan sosial, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk memperluas pemberdayaan ekonomi dan mempercepat penanganan kemiskinan di Kabupaten Banyumas.

Berita terkait

Meutya Hafid: Pengarsipan Digital Fondasi Tata Kelola Pemerintahan

Meutya Hafid: Pengarsipan Digital Fondasi Tata Kelola Pemerintahan

Jakarta-Spektroom : Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan pengarsipan digital bukan sekadar administrasi akhir, tetapi fondasi kinerja pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Penegasan itu disampaikan dalam Penyerahan Hasil Pengawasan Kearsipan Internal di lingkungan Kementerian Komdigi bertema Empowering the Future: Arsip Terhubung, Kinerja Tumbuh, Integritas Terjaga di Gedung Sapta Pesona,

Rafles
Gubernur Maluku Sorot Konflik Batas Wilayah Antar Negeri Pada Mubes Latupatti Maluku

Gubernur Maluku Sorot Konflik Batas Wilayah Antar Negeri Pada Mubes Latupatti Maluku

Ambon-Spektroom : Persoalan batas wilayah dan petuanan yang belum tuntas di sejumlah negeri di Maluku mendapat perhatian Gubernur Hendrik Lewerissa. Ia meminta Majelis Latupati Maluku mengambil peran lebih aktif sebagai penengah agar sengketa tidak berkembang menjadi perpecahan di tengah masyarakat adat. Pesan tersebut disampaikan Lewerissa saat membuka Musyawarah Besar (Mubes)

Eva Moenandar, Julianto
Empat Perairan di Maluku Utara Masih Berpotensi Terjadi Gelombang Tinggi, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

Empat Perairan di Maluku Utara Masih Berpotensi Terjadi Gelombang Tinggi, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

Ternate-Spektroom : Empat perairan di wilayah Provinsi Maluku Utara diprediksi masih terjadi gelombang tinggi dipicu angin kencang, yang harus diwaspadai akibat pengaruh angin kencang. BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi pada sebagian besar perairan di Wilayah Maluku Utara dalam empat hari ke depan

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru