Trending

Menkop Ajak Koperasi Mahasiswa Masuk Ke Sektor Produksi

Menkop Ajak Koperasi Mahasiswa Masuk Ke Sektor Produksi
Menkop saat meresmikan Kantor Koperasi Mahasiswa Merah Putih Unisula Semarang ( humas kemenkop)

Spektroom  – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengajak generasi Z, khususnya mahasiswa, membangun masa depan koperasi Indonesia. Melalui kemampuan digital marketing, koneksi bisnis online, hingga inovasi produk dan layanan, Gen Z dapat membawa Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih melompat lebih cepat dan modern.

Hal itu ditegaskan Menkop saat memberikan kuliah umum pada acara Seminar Nasional BEM FEB Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) periode 2024-2025, Semarang, Kamis (18/12/2025). Pada kesempatan yang sama, Menkop sekaligus meresmikan Kantor Koperasi Mahasiswa Merah Putih Unissula.

“Lahir dan berkembangnya koperasi mahasiswa di perguruan tinggi merupakan bagian penting dari upaya menghidupkan kembali semangat berkoperasi di kalangan generasi muda,” kata Menkop.

Ia mengapresiasi pendirian Koperasi Mahasiswa Merah Putih Unissula dengan konsep yang modern dan berorientasi bisnis produktif. Ini merupakan  wadah pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk berwirausaha dan berinovasi di era digital.  

Menkop mengatakan selama ini koperasi dihadapkan arena ekonomi yang tidak adil. Koperasi dibatasi untuk melakukan kegiatan usaha, sementara ekonomi pasar bebas berkembang yang dikuasai oleh praktik neoliberal. Koperasi akhirnya  lebih dikenal sebagai koperasi simpan pinjam.

Menteri Koperasi saat memberikan kuliah umum pada acara Seminar Nasional BEM FEB Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang ( humas Kemenkop)

“Banyak sekali tindakan regulasi yang membatasi koperasi. Nggak boleh bikin bank, nggak boleh bikin rumah sakit, nggak boleh bikin perjalanan umroh dan haji, nggak boleh ini, nggak boleh itu. Regulasinya itu dibuat untuk mencegah koperasi menjadi besar,” kata Menkop.

Namun, ia menegaskan, pada masa pemerintahan Presiden Prabowo sudah terjadi perubahan, pengelolaan koperasi tidak lagi terbatas. Koperasi dapat mengelola usaha pertambangan, mengelola sumur minyak.

“Sekarang sesuai dengan keinginan Presiden, kooperasi boleh masuk ke sektor-sektor yang besar lagi. Ini akan menjadi terwujud, memang perlu waktu,” lanjut Menkop.

Karena itu, ia mendorong koperasi mahasiswa masuk ke sektor produksi karena kesempatan yang semakin terbuka. Ia mengharapkan mahasiswa dan kampus tidak ragu membangun usaha di sektor-sektor, seperti membangun pabrik sabun kecil, pabrik sambal, kecap.

Kampus juga diharapkan dapat membuat alat-alat teknologi untuk membantu para petani agar kualitas produk pertaniannya tetap terjamin dan harga tidak anjlok, membangun mesin penggilingan yang dapat di tempatkan di desa-desa.

Ia mengatakan, jangan takut produknya tidak laku sebab kampus dan koperasi mahasiswa  dapat bekerja sama dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Kopdes memiliki lebih 80.000 gerai retail, lembaga keuangan mikro, cold storage,  pergudangan di setiap desa dan kelurahan.

“Kita punya namanya new emerging market. Kekuatan pasar yang baru. Kalau adik-adik mahasiswa, koperasi-koperasi mahasiswa bisa memanfaatkan kesempatan ini,” katanya.

Berita terkait

Hadapi Bonus Demografi 2030, Pemkot Surakarta Siapkan Anak Muda Lebih Kompetitif di Dunia Kerja

Hadapi Bonus Demografi 2030, Pemkot Surakarta Siapkan Anak Muda Lebih Kompetitif di Dunia Kerja

Surakarta-Spektroom : Menghadapi tantangan bonus demografi pada 2030, Pemerintah Kota Surakarta terus memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui program Rumah Siap Kerja. Program ini menjadi salah satu langkah strategis untuk membekali masyarakat dengan keterampilan dan kompetensi yang sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri. Demikian disampaikan Wali Kota Surakarta Respati Ardi,

Ciptati Handayani, Julianto