Trending

Menkop Dorong Polri Perkuat Sinergi Sukseskan Kopdes Merah Putih

Menkop Dorong Polri Perkuat Sinergi   Sukseskan Kopdes Merah Putih
Menkop saat menjadi Narasumber dalam acara diskusi panel Rapim Polri, di Jakarta,( Spektroom/ dd)

Spektroom - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengajak seluruh jajaran Kepolisian RI untuk terus bersinergi dan memberikan dukungan penuh dalam mensukseskan pelaksanaan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia "Ini sebagai bagian dari komitmen bersama dalam melayani dan melindungi masyarakat," kata Menkop, saat menjadi nara sumber dalam acara diskusi panel Rapim Polri, di Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Menkop menambahkan, semangat koperasi juga relevan bagi Polisi muda yang adaptif, kolaboratif, dan melek digital, sebagai wadah membangun kemandirian ekonomi berbasis komunitas.

"Melalui koperasi, anggota Polri generasi
muda dapat mengembangkan kreativitas, memperkuat jejaring, serta memperoleh nilai tambah melalui kepemilikan bersama dan akses usaha yang lebih inklusif," terang Menkop.

Menkop saat sambutan pada diskusi panel rapim polri didampingi Kapolri dan mendagri (Spektroom/dd)

Menkop pun menjabarkan bahwa pembentukan Kopdes Merah Putih diawali dengan arahan strategis dalam retreat kepala daerah dan rapat terbatas di Istana Negara, yang kemudian diperkuat melalui Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan koperasi.

"Rangkaian tersebut ditindaklanjuti dengan penguatan gerakan di lapangan hingga peluncuran kelembagaan secara nasional sebagai langkah konkret membangun ekonomi desa berbasis koperasi," imbuh Menkop.

Bagi Menkop, ekonomi kerakyatan menempatkan rakyat sebagai subjek pembangunan, bertumpu pada usaha bersama melalui koperasi dan ekonomi lokal, serta berlandaskan asas kekeluargaan, gotong royong,dan keadilan sosial.

Hal itu sejalan dengan pemikiran Bung Hatta, dimana koperasi adalah jalan paling tepat untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tidak dikuasai segelintir pihak, melainkan dirasakan secara adil oleh seluruh rakyat.

Dalam praktiknya, lanjut Menkop, salah satu persoalan utama ekonomi rakyat adalah panjangnya rantai pasok yang menyebabkan biaya tinggi, harga mahal, dan margin lebih besar dinikmati perantara. Hal ini terlihat pada komoditas strategis dan barang subsidi seperti beras, minyak goreng, pupuk bersubsidi, dan
LPG 3 kilogram, yang seringkali mengalami distorsi harga di tingkat konsumen.

Oleh karena itu, Kopdes Merah Putih dihadirkan untuk memotong rantai pasok, sehingga distribusi barang dapat dilakukan lebih dekat kepada masyarakat, dengan harga yang tepat, sasaran yang tepat, pasokan yang stabil, serta mendekatkan produsen secara langsung kepada konsumen.

Menurut Menkop, Kopdes Merah Putih  dikembangkan sebagai pusat usaha desa dengan beragam potensi, mulai dari gerai sembako, klinik desa, unit perkreditan usaha (unit simpan pinjam), apotek desa, pergudangan dan logistik, hingga sektor pertanian, perikanan, peternakan, energi, perumahan, ekonomi kreatif, serta penyaluran barang subsidi.

Sebagai contoh, pada komoditas kopi, Kopdes Merah Putih dapat berperan mengonsolidasikan hasil panen petani, melakukan sortasi, pengolahan, dan branding, hingga memfasilitasi akses pasar ekspor, sehingga nilai tambah dinikmati langsung oleh petani dan koperasi desa.

Menkop menjelaskan, penguatan koperasi diawali dengan pemetaan potensi ekonomi lokal secara komprehensif, dilanjutkan dengan optimalisasi melalui pengelolaan yang terintegrasi dan berbasis nilai tambah.

"Pada akhirnya, seluruh proses tersebut diarahkan untuk memastikan manfaat ekonomi yang nyata, inklusif, dan berkelanjutan bagi masyarakat," ujar Menkop.

Berita terkait

Pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Perluas Konektivitas Wilayah

Pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Perluas Konektivitas Wilayah

Pasaman Barat-Spektroom : Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, didampingi Wakil Bupati Pasaman Barat (Pasbar), M. Ihpan, meninjau progres pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang, Kamis (5/11/2026). Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan pembangunan fasilitas darat pelabuhan berjalan sesuai rencana sekaligus mendorong percepatan pengembangan kawasan strategis tersebut. Peninjauan dilakukan seusai peresmian

Rafles
Surakarta Diproyeksikan Jadi Hub Aglomerasi, Gubernur Jateng Dorong Kolaborasi Pembangunan Solo Raya

Surakarta Diproyeksikan Jadi Hub Aglomerasi, Gubernur Jateng Dorong Kolaborasi Pembangunan Solo Raya

Surakarta – Spektroom: Kota Surakarta diproyeksikan menjadi pusat penghubung atau hub dalam pengembangan kawasan aglomerasi Solo Raya (7 kabupaten kota eks wilayah karesidenan Surakarta). Peran strategis tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan melalui pengembangan potensi unggulan masing-masing daerah yang saling melengkapi. Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi

Ciptati Handayani, Bian Pamungkas