Menkop Dukung BMT Jadi Kekuatan Ekonomi Baru Umat

Menkop Dukung BMT Jadi Kekuatan Ekonomi Baru Umat
Menteri Koperasi Ferry Juliantono saat sambutan pada Munas dan Silatnas BMT Yogyakarta ( foto: humas Kemenkop)

Spektroom —  Lembaga keuangan mikro syariah seperti Baitul Maal wat Tamwil (BMT) memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi masyarakat kecil. Oleh sebab itu keberadaan BMT harus mendapat dukungan yang maksimal dari pemerintah agar perannya dalam membangkitkan ekonomi umat semakin luas. Ujar Menteri Koperasi Ferry Juliantono dalam sambutannya pada acara Musyawarah Nasional (Munas) V dan Silaturahmi Nasional (Silatnas) 2025 Perhimpunan Baitul Maal wa Tamwil (BMT) di Yogyakarta, Rabu.( 15/10/2025)

Menkop Ferry menegaskan bahwa ekonomi syariah bukan sekadar sistem keuangan, melainkan jalan hidup yang menegakkan keadilan, kebersamaan, dan keberkahan di tengah masyarakat. "Saya mengajak sekaligus mendorong BMT dan koperasi pembiayaan syariah lainnya untuk bersama-sama dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih membangun ekosistem yang sebaik - baiknya ," kata Menkop Ferry Juliantono

Menkop Ferry menyebut bahwa keberadaan koperasi termasuk BMT saat ini menghadapi tantangan besar untuk mengejar ketertinggalan dari BUMN maupun swasta, baik dari sisi aset, volume usaha, maupun partisipasi masyarakat. "Transformasi ini menjadi langkah perubahan yang kami maknai sebagai perubahan sistem ekonomi yang semula kapitalistik liberal, kemudian kita kembalikan ke arah yang sesuai amanat konstitusi," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menkop Ferry juga menyatakan bahwa saat ini pemerintah sedang memfinalisasi Rancangan Undang-Undang (RUU) Sistem Perkoperasian Nasional sebagai pembaruan atas UU Nomor 25 Tahun 1992 dengan memasukkan klausul yang terkait dengan pengembangan Kopdes/Kel Merah Putih.

Menkop saat membuka Munas,silatnas BMT bersama Gubernur DIYKetum BMT ( foto: humas Kemenkop)

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menegaskan pentingnya pembaruan regulasi perkoperasian agar relevan dengan perubahan zaman. Menurutnya, visi Indonesia Emas 2045 tidak bisa hanya menjadi slogan, melainkan arah kolektif seluruh elemen bangsa, termasuk gerakan koperasi.

Dalam konteks koperasi, kata Sultan, yang perlu dikuatkan adalah daya tahan ekonomi rakyat, kemandirian finansial, dan moralitas dalam pengelolaan usaha. Karena itu, perubahan Undang-Undang Koperasi menjadi keharusan agar tetap relevan di tengah perkembangan teknologi dan digitalisasi ekonomi.

“Saya memandang BMT sebagai simbol penting pengelolaan ekonomi rakyat yang disiplin dan bertanggung jawab. Menurutnya, tantangan terbesar BMT dan koperasi saat ini adalah memperkuat mutu tata kelola dan menjadikan amanah sebagai sistem yang terukur,” ucap Sri Sultan.

Ketua Umum Perhimpunan BMT Indonesia Mursida Rambe menyoroti pentingnya dukungan regulasi yang memadai agar gerakan koperasi bisa melaju lebih cepat. Dia berharap di tangan Menkop Ferry Juliantono Perubahan Undang-Undang Koperasi dapat segera dilakukan. “Kami juga berharap Menkop Ferry dapat meninja kembali beberapa peraturan yang dirasa kurang sesuai agar dapat mendorong percepatan kemajuan koperasi di Indonesia,” ucap Mursida.

Mursida menambahkan bahwa saat ini Perhimpunan BMT Indonesia memiliki lebih dari 2,9 juta anggota dan 1.231 kantor yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan potensi ini ia berkomitmen agar BMT menjadi solusi nyata bagi permasalahan di masyarakat.

Berita terkait

Wagub Jihan : Perbaiki Jalan Tidak Bisa Sa' Dek Sa' Nyet, Perlu Proses, Tidak Seperti Bandung Bondowoso

Wagub Jihan : Perbaiki Jalan Tidak Bisa Sa' Dek Sa' Nyet, Perlu Proses, Tidak Seperti Bandung Bondowoso

Lampung Tengah - Spektroom: Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen untuk mempercepat perbaikan dan pembangunan jalan provinsi di Kabupaten Lampung Tengah. Langkah ini diambil guna mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian dan memperkuat peran Lampung Tengah sebagai lumbung pangan nasional. “Pemerintah Provinsi Lampung berupaya dan berkomitmen untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan provinsi di

Anggoro AP
Kemendukbangga/BKKBN Malut Salurkan Bantuan Nutrisi untuk Keluarga Risiko Stunting

Kemendukbangga/BKKBN Malut Salurkan Bantuan Nutrisi untuk Keluarga Risiko Stunting

Oba Utara-Spektroom : Komitmen percepatan penurunan stunting di Kota Tidore Kepulauan terus diperkuat. Melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) Provinsi Maluku Utara menyalurkan bantuan intervensi nutrisi kepada 5 Keluarga Risiko Stunting (KRS) di Kecamatan Oba

Nanang Adrany, Julianto
ссс