Menkop Inginkan Koperasi di Luwu Timur Bergerak ke Sektor Produksi Hingga Keuangan
Luwu Timur – Spektroom : Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menekankan agar koperasi bisa bergerak di sektor produksi, sektor distribusi, bahkan bisa masuk ke sektor industri dan keuangan. Hal tersebut diungkapkan saat menghadiri Pekan Expo K-UMKM Dalam Rangka Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Luwu Timur.
“Bapak Presiden Prabowo berkomitmen untuk menghidupkan kembali koperasi di Indonesia. Beliau memberi amanat untuk segera mengejar ketinggalan badan usaha koperasi dengan badan usaha swasta dan badan usaha milik negara,” ujar Menkop dalam berita tertulis,Minggu (11/10/2026)
Menkop menambahkan bahwa di sektor produksi, diharapkan seluruh peternak, petani, nelayan itu harus memiliki koperasi. Dalam sejarahnya banyak sekali koperasi-koperasi petani, nelayan, peternak itu memiliki koperasi yang besar-besar. Kemudian, distribusi banyak sekali gudang-gudang lantai kering milik koperasi unit biasa tersebar di hampir seluruh kecamatan di Indonesia.

Kemudian, Menkop juga menekankan koperasi juga masuk ke sektor industri. Koperasi punya pabrik-pabrik, gabungan koperasi batik Indonesia memiliki banyak sekali pabrik-pabrik dan juga pabrik-pabrik garmen.
“Lalu, di keuangan, koperasi itu sesungguhnya adalah merupakan badan usaha yang bisa masuk ke sektor-sektor yang besar. Karena itu, disebutkan bahwa koperasi ini merupakan soko guru. Artinya, arus utama, mainstream dari perekonomian nasional,” ujar Menkop.
Karena itu, Menkop berharap koperasi bisa memberikan andil yang terbaiknya bagi perekonomian nasional dan diharapkan itu bisa menjadi mesin penggerak yang akan bisa mengefektifkan pertumbuhan ekonomi secara nasional.

Kemudian fungsi selanjutnya, kata Menkop, KDKMP ini akan menjadi off-taker, seperti menyerap, menampung hasil produk masyarakat di desa-desa dan kelurahan. Contohnya, tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, kerajinan, peternakan, perikanan, bahkan produk-produk UMKM..
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, pihaknya menggelar Pekan Expo Sulawesi Selatan di Makassar. “Ini memang dedikasi kami untuk seluruh masyarakat. Sekaligus UMKM yang berjualan. Koperasi ini sudah mulai kelihatan telah menjadi tempat-tempat sentra untuk perdagangan dan UMKM kita hasil-hasil olahan desa,” ujar gubernur.
Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam menambahkan bahwa dari laporan panitia Pekan Expo K-UMKM D menunjukkan besarnya semangat kebersamaan dan antusiasme dari masyarakat dalam kegiatan ini. Sejak pembukaan acara tersebut diikuti oleh 24 kabupaten/kota Sulawesi Selatan, 11 kecamatan di Kabupaten Luwu Tikur, serta mitra dunia usaha lainnya.