Menkop MoU Bersama Apdesi Untuk Sinkronisasi Data Percepat Pembangunan Fisik Kopdes Merah Putih

Menkop MoU Bersama Apdesi Untuk Sinkronisasi Data Percepat Pembangunan Fisik Kopdes Merah Putih
Menteri Koperasi dan Wamen Koperasi ketika Audiensi dan Mou bersama Apdesi ( humas kemdnkop)

Spektroom  - Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersama Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Merah Putih sepakat mendorong keterlibatan perangkat desa, serta berkontribusi dalam pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih melalui MoU MoU terkait Sinergi Program Penguatan Kelembagaan dan Pemberdayaan Ekonomi Koperasi Di Desa.

“Pentingnya sinkronisasi data dan pemahaman antara perangkat desa dan Pemerintah Daerah, khususnya yang tergabung dalam Apdesi Merah Putih dalam mempercepat inventarisasi tanah pembangunan fisik Kopdes Merah Putih,” kata Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono saat melakukan MoU antara Kemenkop dengan Apdesi Merah Putih di kantor Kemenkop, Jakarta, Kamis malam (13/11/2025).

Menkop Ferry menyebut, hingga saat ini, telah berhasil diinventarisasi sekitar 22.500 titik tanah yang siap dibangun, dan 15.000 titik lagi sedang dalam tahap persiapan.
Menkop Ferry optimistis, pada November tahun depan dapat membangun sekitar 20.000 unit fisik Kopdes Merah Putih. “Syukur-syukur bisa lebih, bahkan sampai 30 ribu sampai 40 ribu titik inventarisasi tanah,” katanya.

Menkop mengatakan, target jangka panjangnya, “Insya Allah pada Maret 2026, sebanyak 80.000 unit fisik Kopdes Merah Putih sudah terbangun dan beroperasi,” ungkapnya.

“Kami berharap adanya Kopdes Merah Putih ini menjadi alat perjuangan dan instrumen bagi Pemerintah Daerah dan Apdesi Merah Putih untuk mengembangkan desa, sehingga masyarakat desa dapat semakin maju,” harapnya.

Senada, Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah menekankan, ada dua hal yang menjadi poin penting dalam kolaborasi dengan Apdesi Merah Putih. Pertama, terkait peningkatan partisipasi masyarakat desa dan kelurahan sebagai anggota Kopdes.

Usai Penandatanganan MoU Kemenkop dan Apdesi ( humas Kemenkop)

Saat ini, data Simkopdes telah mencatat sekitar 1.250.000 anggota yang tersebar di 82 koperasi, dengan rata-rata anggota di bawah 20 orang per desa. Bahkan, terdapat desa-desa yang sudah mencapai keanggotaan 100 persen.

“Meski sudah ada pencapaian signifikan, masih diperlukan dorongan dan kolaborasi lebih intensif dengan Apdesi Merah Putih untuk memperluas partisipasi masyarakat desa dalam koperasi,” ucap Wamenkop.

Kedua, kelembagaan Kopdes Merah Putih menjadi sangat berarti, juga didukung dengan data yang presisi dan akurat. “Kepala desa, yang paling memahami kondisi masyarakatnya, diharapkan dapat didorong untuk melengkapi pendataan desa masing-masing."ujarnya.

Dewan Pakar Apdesi Merah Putih sekaligus Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka menyampaikan, capaian luar biasa pembentukan Kopdes Merah Putih hingga kini diharapkan dapat terus ditingkatkan, dengan melibatkan lebih banyak Pemerintah Desa secara langsung.

Ketua Umum Apdesi Merah Putih Asep Anwar Sadat menambahkan, pihaknya berkomitmen menjadi mitra terdepan dalam mengawal dan melaksanakan percepatan pembangunan Kopdes Merah Putih secara modern dan efektif.

“Kami ingin Apdesi Merah Putih tidak hanya menjadi objek program, tetapi menjadi subjek pelaku yang aktif di lapangan membangun Kopdes Merah Putih,” pintanya.

Berita terkait

Pekalongan Perkuat Data dan Kolaborasi, Penanganan Stunting Ditargetkan Berdampak Nyata

Pekalongan Perkuat Data dan Kolaborasi, Penanganan Stunting Ditargetkan Berdampak Nyata

Pekalongan-Spektroom: Pemerintah Kabupaten Pekalongan memperkuat penanganan stunting dengan menitikberatkan pada penggunaan data yang valid, evaluasi berkala, serta kolaborasi lintas sektor hingga tingkat desa. Langkah tersebut dilakukan agar program yang dijalankan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi menghasilkan penurunan angka stunting secara nyata. Penegasan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Teknis dan

Sigit Budi Riyanto, Buang Supeno
Dorong Pariwisata Berbasis Komunitas, Desa Wisata Sleman Raih Dua Penghargaan DIY 2026

Dorong Pariwisata Berbasis Komunitas, Desa Wisata Sleman Raih Dua Penghargaan DIY 2026

Bantul–Spektroom : Pengembangan pariwisata berbasis komunitas terus didorong Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Salah satunya melalui Lomba Desa/Kampung Wisata Tingkat DIY 2026 yang tidak hanya menilai daya tarik destinasi, tetapi juga tata kelola, dampak ekonomi, sosial budaya, serta keberlanjutan lingkungan. Dalam ajang tersebut, Kabupaten Sleman meraih dua penghargaan.

Fatmawaty, Bian Pamungkas
ссс