Normalisasi Sungai Ciliwung Masih menyisakan PR Sepanjang 16 Kilometer

Normalisasi Sungai Ciliwung Masih menyisakan PR Sepanjang 16 Kilometer
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), David Partonggo Oloan Marpaung ( Spektroom /dd)

Spektroom -  Normalisasi Sungai Ciliwung sepanjang 33 kilometer menyisakan pekerjaan rumah sepanjang 16 kilometer. Sedangkan kebutuhan anggaran untuk menyelesaikan proyek tersebut adalah sekitar Rp 1,2 triliun.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), David Partonggo Oloan Marpaung mengatakan, kebutuhan anggaran untuk menyelesaikan proyek tersebut adalah sekitar Rp 1,2 triliun.

"Untuk membangun tanggul 16 kilometer ini mungkin butuh Rp 1,2 triliun," kata David dalam media visit di Bendungan Ciawi, Bogor, Jawa Barat, Kamis (11/12/2025).

Para peserta media brifing fo bogor ( spektroom/dd)

Adapun normalisasi Sungai Ciliwung sempat terhenti pada tahun 2019 dan kemudian akan dilanjutkan pada tahun 2026 mendatang dengan paling cepat diselesaikan pada tahun 2028. "Sekarang syukur Alhamdulillah dilanjut lagi dan rencananya normalisasi Kali Ciliwung akan selesai 2028," ujar David.

Normalisasi Sungai Ciliwung bertujuan untuk mengendalikan banjir di Jakarta dengan mengembalikan fungsi alami sungai lewat pengerukan sedimentasi, perlebaran alur, dan membangun infrastruktur pendukung seperti tanggul dan jalan inspeksi.

Berita terkait

Pusat Biodiversitas dan Maritim Unsoed Perkuat Jejaring Riset Kelautan Internasional

Pusat Biodiversitas dan Maritim Unsoed Perkuat Jejaring Riset Kelautan Internasional

Purwokerto-Spektroom : Penguatan kapasitas peneliti dan jejaring kerja sama internasional menjadi perhatian Pusat Biodiversitas dan Maritim, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto. Upaya tersebut dilakukan melalui keikut sertaan dua delegasi Unsoed dalam pelatihan riset kelautan internasional di Qingdao, China. Dua delegasi, Firda Haifa Fadhilah dan

Bian Pamungkas
Persoalan Sengketa Tanah Menjadi Salah Satu Sorotan Lembaga Pendidikan Tinggi UMI Makassar

Persoalan Sengketa Tanah Menjadi Salah Satu Sorotan Lembaga Pendidikan Tinggi UMI Makassar

Makasar-Spektroom : Kasus sengketa tanah-lahan masih menjadi persoalan yang menjadi pokok perhatian bagi seluruh Aparat Penegak Hukum termasuk lembaga pendidikan tinggi. Bentuk perhatian tersebut dilakukan melalui penyuluhan sehingga diharapkan tidak terjadi benturan antar warga. Dihubungi via ponsel, Senin 21 September 2026, Kepala Desa Sanrobone Kabupaten Takalar Abd. Azis Mauluddin S.Sos

Yahya Patta, Julianto
ссс