Trending

Pemkot Surabaya Tuntaskan 414 Titik Genangan, 124 Lokasi Masih Jadi Pekerjaan Rumah

Pemkot Surabaya Tuntaskan 414 Titik Genangan, 124 Lokasi Masih Jadi Pekerjaan Rumah
Alat berat dikerahkan untuk mengatasi genangan air. (Foto : Diskominfo SBY).

Surabaya-Spektroom : Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menuntaskan penanganan 414 titik genangan melalui pembenahan saluran dan peningkatan kapasitas drainase. Meski demikian, masih terdapat 124 titik genangan yang menjadi pekerjaan rumah dan akan ditangani secara bertahap pada 2027 hingga 2028.

Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Adi Gunita, mengatakan penanganan genangan dilakukan berdasarkan kondisi infrastruktur dan tingkat gangguan yang ditimbulkan terhadap aktivitas masyarakat.

“Jadi kalau secara kumulatif sudah kita tangani 414 titik. Tapi kita masih punya PR, sampai dengan hari ini ada 124 titik genangan,” ujar Adi, Minggu (8/11/2026).

Pada 2026, Pemkot Surabaya memprioritaskan sejumlah kawasan yang masih kerap mengalami genangan. Di antaranya depan SMAN 14 Tenggilis, sekitar kantor BPOM dan kamar jenazah RSUD Dr. Soetomo di Jalan Karang Menjangan, Tanjungsari, Tambak Mayor, serta Margomulyo.

Menurut Adi, penanganan genangan tidak cukup hanya dengan memperbaiki saluran air. Di beberapa lokasi, peningkatan elevasi badan jalan juga diperlukan agar air tidak kembali menggenangi kawasan tersebut.

Kawasan Bratang Binangun dan Cokroaminoto menjadi contoh lokasi yang membutuhkan penanganan terpadu antara perbaikan drainase dan peningkatan kondisi jalan.

“Jadi, tidak hanya saluran saja, tetapi jalannya juga termasuk. Jalan yang dilihat itu bukan untuk konektivitas jalan saja, tetapi juga jalan yang selama ini tergenang,” jelasnya.

Selain itu, DSDABM mempercepat pembangunan rumah pompa dan jalur penghubung untuk memperpendek aliran pembuangan air. Salah satu fokusnya adalah kawasan Semolowaru, yang selama ini membutuhkan waktu hingga lima jam untuk mengalirkan air setelah hujan.

Lamanya waktu surut tersebut dipengaruhi jalur saluran menuju outlet di kawasan Medokan Semampir yang cukup panjang. Untuk mengatasinya, Pemkot menyiapkan jalur alternatif menuju Sungai Jagir Wonokromo.

Adi menyebut jalur pintas atau shortcut tersebut diharapkan dapat mempercepat pembuangan air sehingga genangan lebih cepat surut.

“Sehingga kita perlu ada langkah upaya sifatnya akselerasi dengan shortcut untuk memotong jalur supaya pendek, supaya itu bisa langsung rilis ke Sungai Jagir Wonokromo,” ungkapnya.

Pemkot Surabaya menargetkan titik-titik genangan besar yang paling mengganggu masyarakat dapat diselesaikan lebih dahulu pada 2026. Sementara 124 titik lainnya akan ditangani pada 2027–2028 sesuai kebutuhan infrastruktur di masing-masing wilayah.

Berita terkait

Polda DIY Luncurkan Satgas PAGAR, 858 Personel Disiagakan Jaga Keamanan Yogyakarta

Polda DIY Luncurkan Satgas PAGAR, 858 Personel Disiagakan Jaga Keamanan Yogyakarta

Yogyakarta-Spektroom : Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meluncurkan Satuan Tugas Penguatan Pagar (Patroli Siaga Reserse) atau Satgas PAGAR, Sabtu (7/11/2026). Sebanyak 858 personel disiagakan untuk memperkuat pengamanan dan mencegah berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah DIY. Pembentukan Satgas PAGAR menjadi salah satu langkah Polda

Fatmawaty, Bian Pamungkas