Trending

Pemprov Sumbar dan Pemkab Solok Selatan Sinkronkan Program Strategis Pembangunan

Pemprov Sumbar dan Pemkab Solok Selatan Sinkronkan Program Strategis Pembangunan
Suasana Rakor Pemprov Sumbar dan Pemkab Solok Selatan, dipimpin oleh Gubernur Mahyeldi. (Adpim Sumbar)

Solok Selatan-Spektroom : Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) bersama Pemerintah Kabupaten Solok Selatan memperkuat sinergi pembangunan melalui rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, di Aula Kantor Bupati Solok Selatan, Sabtu (7/3/2026).

Rapat koordinasi tersebut digelar sebagai upaya menyelaraskan berbagai program strategis antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten guna meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Solok Selatan Khirunnas bersama jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari Pemprov Sumbar dan Pemkab Solok Selatan.

Dalam arahannya, Gubernur Mahyeldi menegaskan pentingnya koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten agar pelaksanaan program pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Menurutnya, sinergi yang kuat antarlevel pemerintahan menjadi kunci dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, terutama pada sektor-sektor dasar yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten sangat penting agar program pembangunan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Mahyeldi.

Selain membahas program pembangunan dasar, Gubernur juga menyoroti potensi besar yang dimiliki Kabupaten Solok Selatan, terutama di sektor pariwisata.

Menurutnya, daerah tersebut memiliki kekayaan wisata alam dan budaya yang sangat menarik serta berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan di Sumbar.

Mahyeldi menambahkan, pengembangan sektor pariwisata tersebut perlu didukung dengan pembangunan infrastruktur yang memadai agar mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyinggung pengembalian dana Transfer ke Daerah (TKD) yang telah disetujui Pemerintah Pusat. Mahyeldi berharap, anggaran tersebut dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk melanjutkan berbagai program pembangunan yang sebelumnya sempat melambat akibat terdampak bencana.

Ia mengingatkan agar pemanfaatan dana tersebut dilaksanakan sesuai dengan petunjuk teknis yang telah ditetapkan sehingga penggunaannya tetap akuntabel dan tepat sasaran.

Sementara itu Bupati Solok Selatan, Khirunnas menyampaikan pemerintah daerah siap memperkuat sinergi dengan Pemprov Sumbar dalam menjalankan berbagai program pembangunan di daerah.

Ia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan yang selama ini diberikan oleh Pemprov Sumbar terhadap pembangunan di Kabupaten Solok Selatan.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri oleh jajaran kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumbar serta kepala OPD Pemerintah Kabupaten Solok Selatan yang bersama-sama membahas berbagai langkah strategis guna meningkatkan pelayanan publik dan pembangunan daerah. (RRE/adpsb/rmz/bud)

Berita terkait

Pemkot Surabaya Perluas Pemberdayaan Ekonomi Warga Prasejahtera, Sesuaikan Bantuan dengan Kebutuhan

Pemkot Surabaya Perluas Pemberdayaan Ekonomi Warga Prasejahtera, Sesuaikan Bantuan dengan Kebutuhan

Surabaya-Spektroom : Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Surabaya memperkuat upaya pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi yang disesuaikan dengan kondisi keluarga penerima manfaat. Intervensi tidak hanya diarahkan pada penempatan kerja formal, tetapi juga membuka peluang usaha mandiri bagi warga yang memiliki keterbatasan untuk bekerja di

Bian Pamungkas
Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi Melalui ODA

Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi Melalui ODA

Jakarta – Spektroom :  Program Kemitraan antara Korea dengan Indonesia dalam proyek Official Development Assistance (ODA) Smart Factory resmi ditutup setelah berjalan selama tiga tahun sejak kick off dilakukan pada tahun 2023. Melalui program ini, pemerintah Indonesia, Asosiasi INNOBIZ (Korea Selatan) serta BINUS University bekerja sama untuk mengimplementasikan transformasi digital, penerapan kecerdasan

Nurana Diah Dhayanti