Trending

Perahu Kayu Jadi Saksi Siswa dan Siswi MAN 1 Halsel Jaga Asa Anak Kepulauan

Perahu Kayu Jadi Saksi Siswa dan Siswi MAN 1 Halsel Jaga Asa Anak Kepulauan
Perahu kayu MAN 1 Halsel yang menjadi penopang para siswa tiap hari untuk menuju ke sekolah (Foto:Spektroom/Kemenag Malut)

Halsel-Spektroom : Bagi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Halmahera Selatan (Halsel), perahu kayu bukan sekadar alat transportasi. Perahu tersebut telah menjadi bagian dari perjalanan panjang pendidikan anak-anak Pulau Makian. Sejak 2012, Kementerian Agama melalui MAN 1 Halmahera Selatan menyediakan layanan antar-jemput menggunakan kapal kayu bagi siswa dan guru yang berada di empat desa, yaitu desa Suma, Ploli, Soma, dan Wayloa, secara gratis.

Ketika sebagian anak sekolah berangkat dengan jalan kaki, menggunakan motor, mobil hingga bis sekolah, siswa MAN 1 Halmahera Selatan harus lebih dahulu menaklukkan laut.

MAN 1 Halmahera Selatan yang berada di Desa Dauri, Kecamatan Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan, merupakan satu-satunya madrasah tingkat Aliyah yang ada di pulau tersebut. Laut menjadi bagian dari perjalanan siswa madrasah menuju ruang kelas, tempat mereka menggantungkan harapan untuk meraih pendidikan dan masa depan yang lebih baik. Bagi mereka kondisi geografis bukan menjadi alasan untuk menghentikan langkah dan mimpi anak-anak pulau tersebut.

Kepala MAN 1 Halmahera Selatan, Tamrin Hamisi mengatakan, keterbatasan akses transportasi darat membuat laut menjadi jalur utama yang harus dilalui siswa untuk bersekolah.

“Kalau madrasah di perkotaan memiliki bus sekolah untuk antar-jemput siswa, kami di sini memiliki perahu kayu. Perahu tua ini sudah lama dan menjadi saksi perjuangan anak-anak menempuh pendidikan sampai mereka bisa menamatkan sekolah dan menjadi penerus bangsa.” ujar Tamrin.

Lebih lanjut, Tamrin menerangkan bahwa layanan tersebut tidak dipungut biaya, kehadiran madrasah di wilayah kepulauan tidak berhenti pada penyediaan ruang kelas. Madrasah juga berupaya menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat agar keterbatasan geografis tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan. Memastikan Anak Pulau Tidak Tertinggal Seiring perkembangan kebutuhan pendidikan, madrasah juga terus berupaya meningkatkan fasilitas dan layanan. Salah satunya akses internet.

“Dulu di sini tidak ada jaringan internet. Kami kemudian mengupayakan akses internet melalui Starlink sehingga anak-anak dan guru bisa mendapatkan akses informasi dan pembelajaran yang lebih luas,” ujarnya. 

Penguatan sarana dan layanan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar madrasah agar peserta didik di wilayah kepulauan memperoleh kesempatan belajar yang semakin setara.

Dukungan pembangunan sarana melalui program Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) juga menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama memperkuat layanan pendidikan madrasah di daerah.

Dengan keterbatasan geografis yang ada, MAN 1 Halmahera Selatan terus berupaya memastikan bahwa kualitas dan kesempatan pendidikan tidak hanya menjadi milik anak-anak yang tinggal di wilayah perkotaan. Perjuangan anak-anak untuk bersekolah melalui laut juga mendapat perhatian pemerintah daerah.

Tamrin mengungkapkan, Gubernur Maluku Utara sebelumnya telah melihat secara langsung kondisi anak-anak di Pulau Makian yang harus menyeberangi laut untuk mendapatkan pendidikan.

“Harapannya tahun 2027 jalan yang menghubungkan antardesa bisa segera terealisasi. Dengan begitu, orang tua, guru, dan anak-anak tidak perlu lagi merasa khawatir saat pergi dan pulang sekolah,” ujarnya. Harapan itu bukan semata tentang pembangunan infrastruktur. Di balik jalan yang diimpikan, terdapat keselamatan anak-anak, ketenangan orang tua, kemudahan guru menjalankan tugas, serta kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat Pulau Makian.

Sementara jalan belum sepenuhnya terhubung, perahu kayu tetap menjadi bagian dari perjuangan mereka. Setiap kali perahu bergerak meninggalkan tepian desa menuju madrasah, ada pesan sederhana yang ikut menyeberang bersama mereka: jarak dan kondisi geografis tidak boleh memutus harapan anak-anak untuk mendapatkan pendidikan.

Berita terkait

Gubernur Mirza Tekankan Pentingnya Pengawasan Dalam Penggunaan Anggaran Pemerintah

Gubernur Mirza Tekankan Pentingnya Pengawasan Dalam Penggunaan Anggaran Pemerintah

Bandarlampung - Spektroom: Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengukuhkan Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Lampung serta Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Auditor Intern Pemerintah Indonesia (AAIPI) Lampung periode 2026–2029. Pengukuhan berlangsung di Balai Keratun Lantai III, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Rabu (7/10/2026). Krisno Wandi Siahaan

Anggoro AP
BKKBN Malut Salurkan Bantuan GENTING Delapan Desa di Weda Selatan

BKKBN Malut Salurkan Bantuan GENTING Delapan Desa di Weda Selatan

Weda–Spektroom : Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) Perwakilan Provinsi Maluku Utara menyalurkan bantuan melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) kepada keluarga berisiko stunting (KRS) di Kecamatan Weda Selatan, Kabupaten Halmahera Tengah, Selasa (6/10/2026). Penyaluran bantuan tersebut menyasar ibu hamil, ibu menyusui, serta bayi

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru