Polisi Sita 4,5 Ton Pertalite di Kubu Raya, Diduga Akan Dipasok ke Hulu Kalbar
Kubu Raya–Spektroom : Dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kembali terungkap di Kalimantan Barat.
Polres Kubu Raya menyita 4,5 ton Pertalite yang diduga akan dipasok ke wilayah hulu Kalbar. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan dua orang serta empat kendaraan yang diduga berkaitan dengan aktivitas pengangkutan BBM.
Kasus ini bermula dari kepedulian masyarakat yang mencurigai aktivitas sejumlah kendaraan pengangkut BBM bersubsidi.
Informasi tersebut menjadi pintu masuk bagi kepolisian untuk menelusuri dugaan distribusi Pertalite yang tidak sesuai ketentuan.
Menindaklanjuti laporan warga, jajaran Polres Kubu Raya bergerak melakukan penyelidikan.
Upaya tersebut membawa petugas ke sekitar Jalan Arteri Supadio, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, tempat kendaraan beserta barang bukti akhirnya diamankan.
Kasat Reskrim Polres Kubu Raya AKP Ambril mengatakan, pengungkapan ini tidak terlepas dari informasi masyarakat yang membantu polisi mendeteksi aktivitas mencurigakan.
“Anggota Polres Kubu Raya bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan kendaraan beserta sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan BBM bersubsidi,” kata Ambril saat konferensi pers, Rabu (04/11/2026).
Dari lokasi pengungkapan, polisi menyita 4,5 ton Pertalite, satu unit mobil, serta tiga sepeda motor.
Kendaraan roda dua tersebut diketahui telah mengalami modifikasi pada bagian tangki yang diduga digunakan untuk menunjang pengangkutan BBM.
Dua orang yang diduga terlibat turut diamankan. Keduanya kini menjalani pemeriksaan bersama barang bukti di Mapolres Kubu Raya.
Bagi masyarakat, BBM bersubsidi bukan sekadar bahan bakar, melainkan kebutuhan penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Karena itu, dugaan penyalahgunaan distribusi menjadi perhatian serius, terutama apabila berpotensi mengurangi akses masyarakat yang berhak memperoleh BBM sesuai ketentuan.
Ambril menegaskan, kepolisian akan terus menindak praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi.
Penyidik saat ini masih mendalami asal-usul Pertalite, pihak yang terlibat, serta tujuan pengangkutannya ke wilayah hulu Kalimantan Barat.
Polisi juga menelusuri dugaan rencana penjualan BBM tersebut untuk mengungkap pola distribusi, kemungkinan jaringan, dan keterlibatan pihak lain.
Pengungkapan ini menjadi pengingat bahwa peran aktif masyarakat dan respons cepat aparat menjadi bagian penting dalam menjaga distribusi energi bersubsidi agar tetap tepat sasaran.