Riset Enam Perguruan Tinggi Kembangkan Gandum Tropis, Banjarnegara Bersiap Panen
Banjarnegara-Spektroom : Upaya mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap gandum impor mulai diarahkan pada pemetaan potensi lahan pertanian di berbagai wilayah. Salah satu lokasi penelitian pengembangan gandum tropis berada di Desa Kasinoman, Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah.
Tanaman gandum yang ditanam di lahan percobaan seluas 100 meter persegi tersebut dijadwalkan memasuki masa panen pekan ini.
Penelitian ini melibatkan konsorsium enam perguruan tinggi, yakni Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), IPB University, Universitas Hasanuddin, Universitas Andalas, Politeknik Negeri Lampung, dan Universitas Sam Ratulangi.
Guru Besar Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Unsoed, Prof. Totok Agung Dwi Haryanto, mengatakan penelitian yang mulai berjalan sejak 2025 tersebut bertujuan mengidentifikasi wilayah yang sesuai untuk produksi benih maupun pengembangan gandum sebagai bahan pangan.
“Melalui pemetaan agroklimat, kami ingin mengetahui wilayah yang paling sesuai untuk produksi benih maupun produksi gandum sebagai bahan pangan,” kata Totok, melalui Humas Unsoed dalam realasenya, Rabu, (4/11/2026).
Penelitian dilakukan di empat lokasi dengan karakteristik ketinggian berbeda. Selain Kalibening, Banjarnegara, pada ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl), pengujian juga berlangsung di Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, sekitar 1.600 mdpl, serta Cisarua dan Dramaga di Bogor.
Sejumlah faktor yang diamati meliputi suhu udara, curah hujan, kelembapan, intensitas penyinaran matahari, ketinggian tempat, hingga kondisi tanah. Dataran tinggi diarahkan untuk mendukung produksi benih, sedangkan dataran menengah dan rendah dikaji potensinya untuk produksi gandum konsumsi.
Banjarnegara sendiri memiliki pengalaman dalam budidaya gandum. Pada 2011, penanaman dilakukan di Desa Karangtengah, Kecamatan Batur, seluas lima hektare. Setahun kemudian, program tersebut berkembang hingga 40 hektare di Kecamatan Batur, Pejawaran, dan Wanayasa.
Selain budidaya, konsorsium juga mulai memperhatikan penanganan pasca panen dan kesesuaian hasil produksi dengan kebutuhan industri pangan. Fakultas Pertanian Unsoed bahkan telah menjajaki kerja sama dengan PT Sri Boga untuk menguji potensi gandum lokal sebagai bahan baku industri.
Melalui riset dari hulu hingga hilir, pengembangan gandum tropis diharapkan tidak berhenti pada keberhasilan tanaman tumbuh dan dipanen, tetapi juga mampu menghasilkan komoditas yang produktif dan dapat dimanfaatkan industri pangan nasional.