Trending

Selama Sepekan Aktivitas Seismisitas di Maluku Utara Tercatat 124 Kejadian Gempabumi

Selama Sepekan Aktivitas Seismisitas di Maluku Utara Tercatat 124 Kejadian Gempabumi
Sumber:Stageo Ternate

Ternate-Spektroom : BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Ternate mencatat selama sepekan periode tanggal 9 - 15 Oktober 2026 aktivitas seismisitas di Maluku Utara tercatat sebanyak 124 kejadian gempabumi dan tidak ada kejadian gempabumi yang dirasakan masyarakat. Aktivitas didominasi oleh gempa bumi dangkal dengan kedalaman kurang dari 50 km sebesar 61,8 persen dan magnitudo kurang dari 3 sebesar 52,4 persen.

Wilayah dengan aktivitas kegempaan tertinggi berada di Laut Maluku sebanyak 48 kejadian. Sementara puncak aktivitas gempa bumi terjadi pada 10 Oktober 2026 sebanyak 22 kejadian.

Dalam releasenya Jumat (16/10/2026) Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Ternate Gede Eriksana Yasa mengatakan, masyarakat agar tetap tenang tetapi selalu waspada. Untuk aktivitas atmosfer, selama periode yang sama tercatat 1085 kejadian petir. Terpantau aktivitas petir terjadi di sebagian wilayah Halmahera Barat dan Halmahera Utara.

Sementara itu, aktivitas kemagnetan bumi berada dalam kondisi aktif, dengan indeks K maksimum 5 dan indeks A maksimum 17,7. Indeks K merupakan ukuran tingkat gangguan magnet bumi dalam interval waktu 3 jam, dengan skala 0–9. Semakin besar nilainya, semakin kuat gangguan magnet bumi yang terjadi.

"Nilai maksimum K=5 menunjukkan aktivitas gangguan magnet aktif. Sedangkan indeks A merupakan ukuran kuantitatif aktivitas magnet bumi harian yang dihitung dari beberapa nilai K dan dinyatakan pada skala linear. Nilai A maksimum 17,75 juga menunjukkan kondisi gangguan magnet yang aktif. Selama periode tersebut terdapat gangguan badai magnet pada tanggal 10 Oktober 2026 dengan status kondisi G0/Active-Day," ujar Erik.

Untuk informasi astronomi, pada 17–23 Oktober 2026 waktu terbit Matahari di wilayah Maluku Utara berada sekitar 06.09–06.26 WIT, sedangkan waktu terbenam berkisar 18.13–18.30 WIT. Waktu transit Matahari terjadi sekitar 12.11–12.28 WIT. Informasi tersebut mencakup kondisi waktu terbit, transit, dan terbenam Matahari untuk 11 kota di Maluku Utara.

Selama periode pengamatan, kondisi kegempaan, petir, dan kemagnetan bumi di Maluku Utara relatif kondusif. Aktivitas gempabumi didominasi gempa-gempa kedalaman kurang dari 50 km dengan magnitudo kurang dari 3, aktivitas petir tercatat dalam jumlah terbatas, serta kondisi medan magnet Bumi berada pada tingkat aktif." tutup Erik.

Untuk memperoleh informasi dapat hubungi Stasiun Geofisika Ternate yang beralamat di Jl. Bali Bunga, Kelurahan Tabona, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, 97713, Telepon/WhatsApp 0815-9966-108.

Berita terkait