Trending

Siloam Hospital Salurkan Bantuan 50 Alat Antropometri ke Pemkot Ambon

SPEKTROOM. ID : Siloam Hospital memberikan bantuan 50 unit alar Antropometri kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, dan akan disalurkan ke setiap Puskesmas dan Posyandu.

“Terimakasih kami sampaikan kepada pimpinan rumah sakit Siloam yang telah membantu Pemkot dengan memberikan 50 unit alat antropometri , selanjutnya telah kami serahkan ke TP-PKK Kota Ambon, untuk diteruskan ke Posyandu yang ada di kota ini,” kata Wali Kota Ambon, Bodewjn Wattimena, di Ambon.

Ia mengatakan, alat Antropometri yg diberikan diharapkan dapat bermanfaat guna membantu penanggulangan Stunting di kota Ambon.

"Bantuan berupa alat timbang, alat ukur dan lain-lain, diharapkan dapat digunakan secara maksimal untuk mendeteksi dan mengatasi stunting di Kota Ambon yang syukur beberapa waktu ini terus menurun,” katanya.

Sementara itu direktur RS Siloam Ambon,Paulus Triaji Hadiwijaya, berterimakash kepada Pemkot yang turut memberi kesempatan pihaknya untuk membantu menangani angka stunting, dengan penyerahan 50 unit Andropometri.

"Kami berterimakash karena disini diberikan kesempatan untuk berpartisipasi menurunkan angka stunting, sehingga kami menyerahkan 50 unit Androprometri yang nantinya akan dibagikan ke beberapa Posyandu di kota ini," katanya.

Paulus berharap, melalui bantuan ini semakin membantu pemerintah dalam rangka menurunkan angka stunting menuju Indonesia Emas tahun 2045.

Berita terkait

Raja Negeri Rutong Siapkan Penguatan Peran PKK 2027–2030

Raja Negeri Rutong Siapkan Penguatan Peran PKK 2027–2030

Ambon-Spektroom : Pemerintah Negeri Rutong, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon, menyiapkan penguatan peran Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) mulai 2027 hingga 2030. Program tersebut difokuskan pada ketahanan rumah tangga, pengasuhan anak, dan pemberdayaan ekonomi keluarga. Rencana itu disampaikan Raja Negeri Rutong, Reza Valdo Maspaitella, seusai pembukaan Penilaian Lomba Desa Pelaksana

Eva Moenandar, Buang Supeno
Prof. Aan Eko Widiarto: Penyadapan Presiden Bukan Sekadar Pelanggaran Prosedur, Ada Ancaman terhadap Keamanan Negara

Prof. Aan Eko Widiarto: Penyadapan Presiden Bukan Sekadar Pelanggaran Prosedur, Ada Ancaman terhadap Keamanan Negara

Malang-Spektroom : Dugaan penyadapan terhadap Presiden dan sejumlah pihak tanpa prosedur hukum yang sah bukan perkara sepele. Jika dugaan itu benar melibatkan pucuk pimpinan Kepolisian Republik Indonesia (Polri), persoalannya tidak lagi sebatas pelanggaran etik atau penyalahgunaan kewenangan. Ada ancaman yang lebih serius: penyanderaan kekuasaan presiden melalui penguasaan informasi pribadi, politik,

Buang Supeno