Trending

Tak Sekadar Bertanding, Bhayangkari Kalbar Rawat Kebersamaan Lewat Olah raga

Tak Sekadar Bertanding, Bhayangkari Kalbar Rawat Kebersamaan Lewat Olah raga
Bhayangkari Polda Kalbar gelar pertandingan bola volly dan Padel yang dibuka oleh Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar. (Foto: Bid Humas Polda Kalbar)

Pontianak-Spektroom : Lapangan olahraga menjadi ruang untuk merawat kebersamaan, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan sportivitas.

Semangat itulah yang mewarnai pembukaan Pertandingan bola voli dan padel dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74 Tahun 2026 di GOR Kemala Bhayangkari, Pontianak, Minggu (11/10/2026).

Ibu ibu Bhayangkari polres SE Kalbar peserta. (Foto : Bid Humas Polda Kalbar)

Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar secara resmi membuka Pertandingan yang diikuti peserta dari jajaran Polres dan pengurus Bhayangkari se-Kalimantan Barat tersebut.

Bagi para peserta, pertandingan ini bukan semata-mata tentang siapa yang paling kuat, siapa yang mencetak angka terbanyak, atau tim mana yang keluar sebagai juara.

Lebih dari itu, olahraga menjadi kesempatan untuk memperkuat ikatan kekeluargaan di lingkungan besar Polri sekaligus membangun kebersamaan melalui kegiatan positif.

Dalam sambutannya, Kapolda Kalbar menegaskan bahwa HKGB merupakan momentum untuk memperkuat peran Bhayangkari dalam mendukung tugas Polri, membangun keluarga yang harmonis, serta menumbuhkan kepedulian sosial terhadap masyarakat.

“Pertandingan ini hendaknya tidak hanya dipandang sebagai ajang untuk meraih kemenangan, tetapi juga sebagai sarana membangun karakter, melatih kekompakan, dan menumbuhkan semangat sportivitas,” ujar Alberd Teddy.

Menurutnya, nilai-nilai yang tumbuh dalam olahraga, seperti kerja sama, komunikasi, saling percaya, dan menghormati satu sama lain, juga menjadi fondasi penting dalam kehidupan keluarga maupun pelaksanaan tugas kepolisian.

Kemenangan, lanjutnya, tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir pertandingan.

Kejujuran, penghormatan terhadap lawan dan keputusan wasit, serta perhatian terhadap keselamatan merupakan bagian penting dari sportivitas yang harus dijaga setiap peserta.

Ketua Bhayangkari Daerah Kalimantan Barat Ny.Vita Alberd mengapresiasi antusiasme pengurus cabang dari berbagai kabupaten dan kota yang berpartisipasi dalam pertandingan tersebut.

Ia berharap agar pertandingan bola voli dan padel ini dapat menjadi ruang untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mempererat silaturahmi, meningkatkan kekompakan, dan menjaga persaudaraan antarsesama anggota Bhayangkari.

Pelaksanaan kegiatan sempat mengalami penyesuaian jadwal akibat kabut asap yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan Barat.

Pertimbangan kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan peserta menjadi alasan penyesuaian tersebut.

Setelah kondisi berangsur membaik, pertandingan kembali dapat dilaksanakan.

Dalam rangkaian kompetisi ini, peserta dari Polres Kubu Raya, Polres Melawi, Polres Bengkayang, dan Polres Sekadau mengikuti babak semifinal dan final.

Panitia juga menyiapkan 100 unit hadiah undian atau doorprize serta paket sembako bagi peserta yang hadir.

Melalui peringatan HKGB ke-74, kebersamaan yang terbangun di lapangan diharapkan tidak berhenti ketika pertandingan usai.

Semangat saling menghargai, bekerja sama, dan peduli terhadap sesama menjadi nilai yang dapat dibawa ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

Sebab, di balik setiap pertandingan, ada pesan sederhana: persaudaraan tidak selalu dibangun melalui kemenangan, tetapi melalui kesediaan untuk saling mendukung dan menjaga kebersamaan.

Berita terkait

Dari Masker Hingga Modal Usaha, Upaya Fairid Naparin Jaga Nafas Ekonomi Pasar Besar

Dari Masker Hingga Modal Usaha, Upaya Fairid Naparin Jaga Nafas Ekonomi Pasar Besar

Palangka Raya-Spektroom: Kabut asap bukan hanya mengganggu pernapasan, tetapi juga membuat aktivitas ekonomi pedagang Pasar Besar Palangka Raya ikut terengah-engah. Ketika warga enggan keluar rumah dan jumlah pembeli menurun, pedagang harus menghadapi dua persoalan sekaligus: menjaga kesehatan dan mempertahankan penghasilan. Situasi tersebut tergambar dari kesaksian Sakrani, salah seorang

Polin, Anggoro AP