Trending

250 Pelajar Ikuti Kejuaraan Taekwondo Sumbar, Siapkan Regenerasi Atlet Berprestasi

250 Pelajar Ikuti Kejuaraan Taekwondo Sumbar,  Siapkan Regenerasi Atlet Berprestasi
Kejuaraan Taekwondo Antar Pelajar Tingkat SD, SMP, dan SMA se-Sumatera Barat Tahun 2026 di GOR Sudirman SMAN 1 Padang, 6-7 November 2026. (Foto: jiga/KONI Sumbar)

Padang–Spektroom : Sebanyak 250 atlet pelajar mengikuti Kejuaraan Taekwondo Antar Pelajar Tingkat SD, SMP, dan SMA se-Sumatera Barat Tahun 2026 di GOR Sudirman SMAN 1 Padang, 6-7 November 2026. Ajang ini menjadi bagian dari upaya menjaring bibit atlet potensial sekaligus memperkuat regenerasi taekwondo Sumbar menuju PON 2028.

Dari total peserta, sebanyak 50 atlet mengikuti kategori prestasi dan 200 lainnya kategori semiprestasi.

Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, menilai kejuaraan antarpelajar memiliki peran strategis dalam membangun fondasi prestasi olahraga. Menurutnya, pembinaan harus dimulai sejak usia dini dan didukung kompetisi berkelanjutan.

KONI Sumbar, katanya, juga mendorong penguatan database olahraga untuk memetakan potensi atlet dan menentukan pola pembinaan yang tepat.

"Kita ingin seluruh data olahraga Sumatera Barat masuk dalam satu database. Dari sana, kita bisa melihat potensi yang ada dan menentukan pola pembinaan yang tepat," ujar Hamdanus dalam sambutannya pada pembukaan kegiatan, Jum'at (6/11/2026).

Hamdanus juga mendorong atlet Sumbar memperbanyak pengalaman bertanding di tingkat nasional, ASEAN hingga Asia. Salah satunya melalui kesempatan yang diperoleh atlet muda taekwondo Sumbar, Muhammad Azam Syahrizky, mengikuti kejuaraan tingkat Asia.

Dia optimistis pembinaan yang terarah dapat mendukung target Sumbar menembus 10 besar nasional pada PON 2028.

Sementara itu, Sekretaris Umum Taekwondo Indonesia (TI) Sumbar, Yudha Agusti Nugraha, mengapresiasi Pengurus Cabang TI Kota Padang yang telah menjadi tuan rumah kejuaraan tersebut.

Ia berharap seluruh atlet bertanding dengan semangat, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjaga etika dan disiplin. Wasit dan juri juga diminta menjalankan tugas secara profesional dan adil.

Menurut Yudha, turnamen sejak usia dini sangat penting untuk mengasah kemampuan teknik, mental bertanding dan pengalaman atlet. Kompetisi berjenjang juga membantu pelatih mengenali potensi serta mempersiapkan atlet menghadapi kejuaraan yang lebih tinggi.

Dukungan pembinaan juga disampaikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumbar, Tasliatul Fuaddi, yang hadir mewakili Gubernur Sumbar, sekaligus membuka secara resmi kegiatan.

Ia menegaskan, taekwondo bukan sekadar olahraga bela diri, tetapi juga sarana membentuk karakter, kedisiplinan, integritas dan tanggung jawab generasi muda.

Tasliatul mengingatkan pentingnya peran orang tua, guru dan pelatih dalam mendampingi anak-anak agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba dan berbagai pengaruh negatif lingkungan maupun teknologi.

Ia menyebut taekwondo sebagai salah satu cabang olahraga yang selama ini berkontribusi terhadap medali Sumbar di PON. Prestasi atlet yang pernah meraih emas diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda.

Sumbar sendiri membidik 25 medali emas untuk mencapai 10 besar nasional pada PON 2028. Selain taekwondo, atletik, sepak takraw dan panahan juga diproyeksikan menjadi penyumbang medali.

Pemerintah Provinsi Sumbar, lanjut Tasliatul, akan memperjuangkan dukungan anggaran pembinaan atlet, terutama mereka yang diproyeksikan menghadapi Pra-PON 2027.

Kejuaraan antarpelajar ini diharapkan menjadi salah satu fondasi lahirnya atlet taekwondo berprestasi. Sebab, prestasi tidak dibangun secara instan, tetapi melalui pembinaan sejak dini, kompetisi berkelanjutan dan dukungan semua pihak. (RRE/jiga)

Berita terkait

Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Perempuan dalam Dunia Kerja dan Kepemimpinan

Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Perempuan dalam Dunia Kerja dan Kepemimpinan

Malang - Spektroom : Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifatul Choiri Fauzi, menyoroti kesenjangan partisipasi perempuan dalam dunia kerja dan keterwakilan di posisi strategis kepemimpinan. Meski akses perempuan ke sektor ekonomi terus berkembang, kesempatan menduduki jabatan pengambil keputusan dinilai masih belum setara. Persoalan tersebut disampaikan Arifatul dalam Women’s

Buang Supeno
Dari Rempah Lokal Menuju Pangan Fungsional, Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Ternate Angkat Potensi Antidiabetik Fuli Pala

Dari Rempah Lokal Menuju Pangan Fungsional, Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Ternate Angkat Potensi Antidiabetik Fuli Pala

Ternate–Spektroom : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Ternate menyelenggarakan kegiatan Kuliah Pakar dengan tema “Antidiabetik Fuli Pala dan Potensinya dalam Pengembangan Pangan Fungsional”. Kegiatan berlangsung di Ruang Multifungsi Poltekkes Kemenkes Ternate dengan menghadirkan Dr. Hasbullah, S.TP., M.Sc. sebagai narasumber dan moderator Dr. Fahmi Abdul Hamid, SKM.

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru