Trending

Anyaman Maaf Dibalik Sepotong Ketupat Lebaran

Anyaman Maaf Dibalik Sepotong Ketupat Lebaran
Perajin kelongsong ketupat asal Kalibagor Banyumas mengais rejeki sambil mengamalkan ajaran Sunan Kalijaga.(Foto : Bian Pamungkas).

Purwokerto–Spektroom: Menjelang Hari Raya Idul Fitri, denyut tradisi terasa kian kuat di tanah Jawa. Salah satu yang tak pernah absen adalah ketupat—hidangan sederhana yang menyimpan makna mendalam. Bagi banyak orang, mudik belum terasa lengkap tanpa menyantap ketupat hangat yang disandingkan dengan opor ayam atau sayur pecel di rumah kampung halaman.

Namun ketupat bukan sekadar makanan. Dalam ajaran Sunan Kalijaga, ketupat mengandung filosofi hidup yang sarat makna. Ia memperkenalkan konsep ngaku lepat—mengakui kesalahan, serta laku papat, empat laku utama yang meliputi Lebaran, Luberan, Leburan, dan Laburan.

Anyaman janur yang rumit menggambarkan lika-liku dosa manusia, sementara isi beras putih mencerminkan hati yang kembali suci setelah saling memaafkan.

Di sudut-sudut Kota Purwokerto, filosofi itu menjelma menjadi aktivitas ekonomi musiman. Sehari menjelang Lebaran, puluhan pedagang kelongsongan ketupat bermunculan di pinggir jalan dan pasar tradisional. Mereka datang membawa harapan, memanfaatkan momen tahunan untuk meraup rezeki.

Seperti Warsiyem, warga Kalibagor, Banyumas, yang datang bersama rombongan keluarganya. Di kawasan Jalan Vihara Pasar Wage, tangannya cekatan menjajakan anyaman ketupat. Dalam sehari, ia bisa menjual hingga 100–150 kelongsong, meski persaingan kini semakin ketat.

“Sekarang saingannya sudah ratusan perajin mas.,” ujarnya sambil tetap melayani pembeli.

Perajin kelongsong ketupat di Purwokerto berdagang secara kelompok demi mencari rejeki. (Foto : Bian Pamungkas).

Tak jauh berbeda, Tumini, warga Rempoah Baturraden, juga memanfaatkan momen ini. Bersama suami dan anaknya, ia membuat kelongsongan ketupat langsung di lapak sederhana. Jemarinya bergerak lincah, menyulap janur menjadi puluhan ketupat dalam waktu singkat.

“Kalau mendadak Rp10 ribu, yang sudah jadi Rp8 ribu. Ketupat matang Rp2.500 per biji. Lumayan, rezeki setahun sekali,” kata Tumini.

Di sisi lain, tradisi ini juga hidup dalam kenangan dan kebiasaan keluarga. Ratna, seorang ibu rumah tangga asal Banyumas, membeli puluhan kelongsong ketupat demi memenuhi permintaan anak dan cucunya yang pulang dari Jakarta.

“Cucu saya kalau Lebaran selalu menanyakan buat ketupat opor ngga Nek,” tuturnya sambil tersenyum.

Ketupat memang lebih dari sekadar sajian khas Lebaran. Ia adalah simbol permohonan maaf, perekat silaturahmi, sekaligus penggerak ekonomi rakyat kecil.

Dalam setiap anyamannya, tersimpan doa dan harapan—agar manusia kembali bersih, hati kembali lapang, dan rezeki mengalir bagi siapa saja yang tekun menganyamnya.

Di tengah arus mudik dan hiruk-pikuk Lebaran, ketupat tetap setia menjadi pengingat bahwa sejatinya hari raya adalah tentang kembali—pada keluarga, pada tradisi, dan pada hati yang suci.

Berita terkait

Dari Rempah Lokal Menuju Pangan Fungsional, Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Ternate Angkat Potensi Antidiabetik Fuli Pala

Dari Rempah Lokal Menuju Pangan Fungsional, Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Ternate Angkat Potensi Antidiabetik Fuli Pala

Ternate–Spektroom : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Ternate menyelenggarakan kegiatan Kuliah Pakar dengan tema “Antidiabetik Fuli Pala dan Potensinya dalam Pengembangan Pangan Fungsional”. Kegiatan berlangsung di Ruang Multifungsi Poltekkes Kemenkes Ternate dengan menghadirkan Dr. Hasbullah, S.TP., M.Sc. sebagai narasumber dan moderator Dr. Fahmi Abdul Hamid, SKM.

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru
Surabaya Siapkan Yustisi Massal, Pembuang Sampah Liar Terancam Denda Rp3 Juta

Surabaya Siapkan Yustisi Massal, Pembuang Sampah Liar Terancam Denda Rp3 Juta

Surabaya-Spektroom : Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan operasi yustisi massal untuk menindak warga maupun pelaku usaha yang masih membuang sampah sembarangan. Penindakan akan dilakukan serentak dengan melibatkan aparat lintas sektor, menyasar 94 titik pembuangan sampah liar yang tersebar di seluruh kecamatan. Langkah tersebut dilakukan menyusul pemberlakuan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor

Bian Pamungkas
Unimal Bandarlampung Mewisuda 1.140 Lulusan Jenjang Pendidikan Diploma, Profesi, Sarjana dan Magister

Unimal Bandarlampung Mewisuda 1.140 Lulusan Jenjang Pendidikan Diploma, Profesi, Sarjana dan Magister

Bandarlampung - Spektroom : Universitas Malahayati (Unimal) Bandarlampung kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia unggul melalui penyelenggaraan Prosesi Wisuda Periode ke-41 Tahun 2026, dalam Rapat Senat Terbuka, berlangsung di Graha Bintang, Sabtu (7/11/2026). Wisuda ini menjadi momentum penting bagi Universitas Malahayati dalam melepas para lulusan yang telah

Anggoro AP