Trending

Blok GM Semarang, Asyik Buat Ngopi, Nyantai Ataupun Kerja

Blok GM Semarang, Asyik Buat Ngopi, Nyantai Ataupun Kerja
Blok GM perlahan menjelma menjadi identitas baru bagi sentra kafe dan kuliner kekinian di pusat Kota Semarang. Senin (19/01/2026), (Foto: Ig Pemkot/Sigit)

Spektroom: Fenomena Blok GM menjadi potret bagaimana ruang publik dapat tumbuh secara organik, mengikuti kebutuhan masyarakat terkini.

Meski bukan nama resmi yang ditetapkan pemerintah, Blok GM (Jalan Gajah Mada) perlahan menjelma menjadi identitas baru bagi sentra kafe dan kuliner kekinian di pusat Kota Semarang.

Jika gelap tiba, deretan lampu kafe menerangi indahnya suasana yang berpadu dengan aroma kopi menciptakan suasana hangat akrab di kawasan Blok GM. 

Karyawati biro perjalanan swasta Dian (22) mengaku kerap mampir di kafe kawasan Blok GM sehabis kerja sip 2 pada tengah malam.

“Kafenya buka 24 jam, suasana asik  nyaman, lumayan ngilangin capek,” ujarnya, saat ditemui, Senin, 19 Januari 2026.

Sebutan Blok GM muncul dan viral di kalangan masyarakat, khususnya anak muda, seiring maraknya kafe yang berdiri di sepanjang ruas jalan Gajah Mada tersebut.

Kini kawasan ini pun berkembang menjadi ruang publik alternatif bagi generasi muda untuk berkumpul, bersantai, hingga bekerja.

Sebagaimana Dian, bagi sebagian pengunjung, Blok GM bukan sekadar tempat makan dan minum kopi.

Kawasan ini menjadi ruang melepas penat sekaligus tempat produktif, terutama dengan kehadiran kafe yang buka selama 24 jam.

Menurut Dian, lokasi Blok GM yang berada di tengah kota menjadi nilai tambah tersendiri. Akses yang mudah dan jarak yang terjangkau membuat kawasan ini kerap menjadi titik temu bersama teman-temannya.

Hal serupa disampaikan pengunjung lain, Rony (25). Ia menilai Blok GM menarik karena menawarkan banyak pilihan kafe dalam satu kawasan.

“Disini banyak pilihan kafe, mau out door ada, atau yang ada rooftop-nya, banyak dan asyik pokoknya,” katanya.

Menurutnya keramaian Blok GM tak kalah dengan kawasan Blok M di Jakarta yang belakangan menjadi ikon nongkrong anak muda.

Hal ini menunjukkan tumbuhnya ruang-ruang sosial baru di daerah, seiring perubahan gaya hidup generasi muda.

Kawasan ini tidak hanya menggerakkan sektor kuliner, tetapi juga menciptakan ekosistem sosial dan ekonomi kreatif di tengah kota. 

Berita terkait

Hadapi Bonus Demografi 2030, Pemkot Surakarta Siapkan Anak Muda Lebih Kompetitif di Dunia Kerja

Hadapi Bonus Demografi 2030, Pemkot Surakarta Siapkan Anak Muda Lebih Kompetitif di Dunia Kerja

Surakarta-Spektroom : Menghadapi tantangan bonus demografi pada 2030, Pemerintah Kota Surakarta terus memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui program Rumah Siap Kerja. Program ini menjadi salah satu langkah strategis untuk membekali masyarakat dengan keterampilan dan kompetensi yang sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri. Demikian disampaikan Wali Kota Surakarta Respati Ardi,

Ciptati Handayani, Julianto
Libatkan Dalang Cilik, Pemkot Surakarta Perkuat Regenerasi Seni Pedalangan

Libatkan Dalang Cilik, Pemkot Surakarta Perkuat Regenerasi Seni Pedalangan

Surakarta-Spektroom : Pemerintah Kota Surakarta memperkuat regenerasi seni pedalangan dengan memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengenal, mempelajari, dan menampilkan seni pewayangan. Upaya tersebut diwujudkan melalui Pentas Dalang Anak Surakarta dalam rangka memperingati Hari Wayang Nasional 2026 di Taman Balekambang, Jumat (6/11/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan

Ciptati Handayani, Julianto