Trending

Di Tengah Tekanan Fiskal Nasional, Riyanda Putra Tekankan Musrenbang Sawahlunto Harus Tajam, Terukur, dan Sinkron dengan Program Presiden

Di Tengah Tekanan Fiskal Nasional, Riyanda Putra Tekankan Musrenbang Sawahlunto Harus Tajam, Terukur, dan Sinkron dengan Program Presiden
Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra. (Foto: Riswan)

Spektroom - Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan Forum Konsultasi Publik (FKP) RKPD Kota Sawahlunto, Rabu (11/2/2026) di Balaikota dengan pesan tegas: perencanaan pembangunan tidak boleh lagi sekadar normatif, melainkan harus berbasis kebutuhan riil masyarakat dan adaptif terhadap tekanan fiskal nasional.

Dalam forum yang menjadi tahapan krusial penyusunan RKPD 2027 itu, Riyanda menyoroti situasi keuangan negara dan dampaknya terhadap kemampuan fiskal daerah, termasuk Kota Sawahlunto.

“Kita tidak bisa lagi menyusun daftar usulan tanpa ukuran prioritas yang jelas. Kondisi fiskal nasional sedang dalam tekanan, dan itu berdampak langsung pada kapasitas APBD kita. Karena itu, setiap program harus benar-benar berbasis kebutuhan riil masyarakat dan punya argumentasi data yang kuat,” tegas Riyanda Putra.

Secara nasional, postur APBN beberapa tahun terakhir menunjukkan ruang fiskal yang semakin ketat. Belanja negara tetap tinggi untuk pembiayaan program prioritas, subsidi, perlindungan sosial, dan pembangunan infrastruktur strategis. Di sisi lain, rasio penerimaan terhadap PDB masih dalam tahap penguatan, sehingga pemerintah pusat menerapkan kebijakan efisiensi belanja dan penajaman transfer ke daerah.

Dalam struktur hubungan keuangan pusat-daerah, Transfer ke Daerah (TKD) selama ini menjadi penopang utama APBD kabupaten/kota di Indonesia. Rata-rata secara nasional, sekitar 60–70 persen pendapatan daerah masih bersumber dari dana transfer pusat, sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) di banyak kota kecil berada di bawah 30 persen dari total APBD.

Kondisi ini juga menjadi tantangan bagi Kota Sawahlunto, yang kapasitas fiskalnya relatif terbatas dibandingkan kota besar di Sumatera Barat. Ketergantungan terhadap dana transfer membuat ruang gerak APBD semakin sempit ketika terjadi penyesuaian atau efisiensi di tingkat pusat.

“Kemampuan APBD Kota Sawahlunto untuk merealisasikan seluruh usulan pembangunan saat ini cukup terbatas, terutama seiring kebijakan efisiensi dan penyesuaian dana transfer dari pemerintah pusat. Ini realitas yang harus kita kelola secara cermat,” ujar Riyanda.

Dalam konteks tersebut, Riyanda mengingatkan bahwa Musrenbang tidak boleh lagi menggunakan pendekatan “bagi rata” antar sektor atau wilayah, melainkan berbasis skala prioritas dan urgensi.

Ia meminta seluruh usulan yang masuk melalui Musrenbang dan FKP direkapitulasi secara sistematis, dilengkapi data dukung, indikator kinerja, serta proyeksi dampak sosial-ekonomi.

“Setiap usulan harus jelas urgensinya, jelas manfaatnya, dan jelas indikator keberhasilannya. Kita petakan mana yang bisa dibiayai APBD, mana yang harus kita perjuangkan melalui kementerian dan lembaga,” katanya.

Pendekatan ini dinilai penting agar perencanaan pembangunan Kota Sawahlunto tetap sejalan dengan RPJMD, namun sekaligus adaptif terhadap dinamika fiskal nasional.

Riyanda menegaskan, keterbatasan fiskal daerah tidak boleh menjadi alasan stagnasi pembangunan. Pemerintah Kota Sawahlunto akan memperkuat strategi sinkronisasi program dengan prioritas Presiden serta rencana strategis kementerian dan lembaga.

Secara nasional, pemerintah pusat mendorong integrasi program melalui pendekatan tematik seperti pengentasan kemiskinan ekstrem, penguatan UMKM, hilirisasi, ketahanan pangan, digitalisasi layanan publik, dan pembangunan SDM. Daerah yang mampu menyelaraskan proposalnya dengan agenda tersebut memiliki peluang lebih besar mendapatkan dukungan anggaran pusat.

“Sinkronisasi ini harus diperjuangkan sampai ke tingkat Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat, baik melalui jalur birokrasi maupun politik. Jangan sampai keterbatasan fiskal daerah membuat program yang paling dibutuhkan masyarakat justru tertunda,” tegas Riyanda. (Ris1)

Berita terkait

Lima Rumah Pompa Surabaya Dikebut, Target Berfungsi Sebelum Puncak Musim Hujan

Lima Rumah Pompa Surabaya Dikebut, Target Berfungsi Sebelum Puncak Musim Hujan

Surabaya-Spektroom : Pemerintah Kota Surabaya mempercepat penyelesaian lima rumah pompa dan pembenahan jaringan drainase untuk mengantisipasi genangan saat musim hujan. Seluruh proyek ditargetkan rampung sebelum Desember 2026, sehingga infrastruktur pengendali banjir tersebut bisa berfungsi ketika intensitas hujan meningkat. Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Hidayat

Bian Pamungkas
Cristiano Ronaldo Resmi Pensiun Perkuat Timnas Portugal

Cristiano Ronaldo Resmi Pensiun Perkuat Timnas Portugal

Jakarta - Spektroom : Cristiano Ronaldo resmi mengumumkan pensiun dari tim nasional Portugal. Megabintang berusia 41 tahun itu menyampaikan keputusan emosional itu melalui sebuah video berdurasi lima menit, sekaligus mengakhiri perjalanan panjang yang telah berlangsung selama 23 tahun. Keputusan Cristiano Ronaldo gantung sepatu dari tim nasional datang setelah hubungannya dengan pelatih Portugal,

Adi Wiyono, Nurana Diah Dhayanti
Pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Perluas Konektivitas Wilayah

Pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Perluas Konektivitas Wilayah

Pasaman Barat-Spektroom : Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, didampingi Wakil Bupati Pasaman Barat (Pasbar), M. Ihpan, meninjau progres pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang, Kamis (5/11/2026). Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan pembangunan fasilitas darat pelabuhan berjalan sesuai rencana sekaligus mendorong percepatan pengembangan kawasan strategis tersebut. Peninjauan dilakukan seusai peresmian

Rafles
Surakarta Diproyeksikan Jadi Hub Aglomerasi, Gubernur Jateng Dorong Kolaborasi Pembangunan Solo Raya

Surakarta Diproyeksikan Jadi Hub Aglomerasi, Gubernur Jateng Dorong Kolaborasi Pembangunan Solo Raya

Surakarta – Spektroom: Kota Surakarta diproyeksikan menjadi pusat penghubung atau hub dalam pengembangan kawasan aglomerasi Solo Raya (7 kabupaten kota eks wilayah karesidenan Surakarta). Peran strategis tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan melalui pengembangan potensi unggulan masing-masing daerah yang saling melengkapi. Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi

Ciptati Handayani, Bian Pamungkas