Trending

Dinsos Kota Depok Gelar Rakor Digitalisasi Bansos, Libatkan 300 Perwakilan 63 Kelurahan

Dinsos Kota Depok Gelar Rakor Digitalisasi Bansos, Libatkan 300 Perwakilan 63 Kelurahan
Rapat K​oordinasi​ Tim Digit​alalisas​i Dinas​ Sosial​ Kota D​epok​.Jumat (06/11/2026).(fo​to​ o​kumen​ta​si​ pr​ibadi​).

Depok-Spektroom : Dinas Sosial Kota Depok menggelar Rapat koordinasi Koordinasi Tim Digitalisasi Bantuan Sosial (Bansos) di Gedung Baleka 2, Jumat (06/11/2026). Rapat diikuti sekitar 300 peserta perwakilan dari 63 kelurahan se-Kota Depok.

Kepala Dinas Sosial Kota Depok, Utang Wardaya, mengatakan rakor ini merupakan tindak lanjut dari program digitalisasi bansos pemerintah pusat untuk meningkatkan tata kelola penyaluran bantuan.

"Sebagai agen, kita tingkatkan tata kelola digitalisasi. Rakor ini untuk menyebarluaskan program digitalisasi bansos," ujar Utang.

Kepala Dinas sosial Kota Depok- Utang wardaya​.

Ia menjelaskan, tugas utama tim di lapangan adalah melakukan pendataan ulang penerima bansos secara digital agar data lebih akurat. Pendataan melibatkan lurah, camat, dan stakeholder terkait yang SK-nya sudah dievaluasi.

"Jadi mereka akan melakukan pendataan sehingga datanya lebih akurat. Penerima bansos didata ulang secara digital melalui aktivasi," katanya.

Proses aktivasi mensyaratkan KTP pemohon harus sudah terintegrasi dengan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Aktivasi ini untuk memudahkan proses penerimaan maupun perubahan data penerima di kemudian hari.

Saat ditanya jumlah penerima saat ini, Utang menyebutkan target penerima di Kota Depok mencapai sekitar 600 ribu KK.

"Kurang lebih target kita 600 ribuan KK. Yang baru masuk kan baru 35.000 atau 5 persen," ucapnya.

Ia menegaskan pendataan ulang ini bukan untuk menghapus penerima lama, melainkan sebagai tolak ukur untuk validasi. Warga di luar data existing (desil) yang dinilai layak tetap bisa diusulkan dan akan tervalidasi langsung kelayakannya.

Utang juga berpesan kepada masyarakat agar memiliki kepedulian untuk menjadi agen bansos di lingkungannya.

"Kita harapkan warga yang punya kepedulian terhadap lingkungannya agar menjadi agen bansos, sehingga membantu tetangganya, saudaranya yang sangat membutuhkan bantuan pemerintah, terutama bantuan dari Kemensos," ujarnya.

Dengan sistem digital ini, layanan pengusulan bansos tidak lagi berjenjang dan berbelit. Begitu aktivasi dilakukan dan diusulkan, hasilnya bisa langsung diketahui.

"Sekarang saat mereka membutuhkan, kita aktivasi, kita usulkan, dan sudah ada jawabannya," pungkasnya.(wis).

Berita terkait

Babinsa Kodim 1425 Jeneponto Pantau Sarana dan Prasarana KDKMP, Jaga Aset Ekonomi Desa Tetap Aman

Babinsa Kodim 1425 Jeneponto Pantau Sarana dan Prasarana KDKMP, Jaga Aset Ekonomi Desa Tetap Aman

Jeneponto–Spektroom : Keberadaan sarana dan prasarana koperasi bukan sekadar bangunan dan perlengkapan, melainkan aset yang harus dijaga agar dapat menunjang aktivitas ekonomi masyarakat. Kesadaran itulah yang mendasari langkah Babinsa Kodim 1425/Jeneponto dalam melakukan pemantauan dan pengamanan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Tarowang, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto.

Yahya Patta, Julianto