Trending

Gudeg Adem Ayem Diserbu Pembeli di Solo

Gudeg adem Ayem

Gudeg Adem Ayem Diserbu Pembeli di Solo
Rumah Makan dengan menu spesial Nasi Gudeg di Solo ini, dalam suasana liburan akhir tahun nampak ramai dipenuhi pembeli. (Foto; Ciptati Handayani)

Spektroom – Kuliner Nasi Gudeg di Kota Solo, tak kalah lezat sebagaimana Gudeg Yogya. Sehingga tak mengherankan jika tempat makan yang menyediakan menu Gudeg sebagai menu utama dan selalu “best seller”, terlihat ramai pembeli terutama pada musim liburan akhir tahun ini. Salah satu yang cukup terkenal dan legend, yakni Gudeg Adem Ayem, yang berada di jantung kota Jalan Slamet Riyadi Solo.

Mengutip dari web ademayem.co.id, rumah makan ini berdiri sejak tahun 1969, dengan menu special Gudeg dan Ayam Goreng. Menjadi pilihan dan destinasi kuliner berbagai kalangan, rumah makan ini juga konsisten menyediakan berbagai hidangan masakan khas Solo maupun Nusantara seperti Timlo, Selat, Galantin serta serta masakan oriental seperti aneka olahan bakmi dan bihun, sapo tahu dan lainnya.

Pantauan Spektroom, dalam suasana liburan akhir tahun, rumah makan yang buka jam 06.00–21.00 WIB ini, cukup ramai. Sejumlah kendaraan luar kota, B, D, F , H dan L, parkir di sepanjang jalan depan rumah makan.

“Menu disini cukup lengkap, jadi kami keluarga besar, bisa memilih dengan leluasa. Kalau kami para orangtua pilihannya pasti gudeg yang legend atau selat galantin. Tapi yang muda-muda juga suka gudeg. Dan anak-anak lainnya pada pilih ayam goreng yang memang enak karena ayam kampung,” ungkap Nita, ibu rumah tangga yang sedang liburan di Solo bersama keluarga besar dari Jakarta, Senin (29/12/2025).

Sajian menu gudeg ini tidak berubah, cita rasa gudeg yang manis gurih dan lembut, sambal goreng krecek pedas gurih menyatu dengan nasi hangat yang harum dan pulen. Sedangkan ayam gorengnya juga khas wangi rempah, begitu pula hidangan khas Solo lainnya seperti selat dan galantin yang autentik.

“Bener-bener autentik. Gudegnya, selat galantinnya ngangenin. Saya kalau ke Solo pasti kesini. Kebetulan orangtua saya tinggal di Solo, sedangkan saya sudah lama merantau ke Jakarta. Kita keluarga besar dari Jakarta, Solo ada juga saudara dari Semarang, ramai-ramai makan disini,” katanya.

Pengunjung lainnya, Adi warga Solo bersama istrinya memilih menu bubur ayam khas oriental untuk sarapan pagi di rumah makan tersebut.“Bubur ayam disini memang beda dan khas sekali. Lembut, putih bersih, tidak ada kuahnya, tapi mengenyangkan dan bergizi karena daging ayamnya menyatu dalam bubur,” kata Adi.

Wahyu petugas kasir rumah makan membenarkan, setiap musim liburan banyak pengunjung dari luar kota yang datang. Kadang semua meja penuh, sehingga sebagian harus antri menunggu meja kosong.

Berita terkait

Pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Perluas Konektivitas Wilayah

Pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Perluas Konektivitas Wilayah

Pasaman Barat-Spektroom : Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, didampingi Wakil Bupati Pasaman Barat (Pasbar), M. Ihpan, meninjau progres pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang, Kamis (5/11/2026). Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan pembangunan fasilitas darat pelabuhan berjalan sesuai rencana sekaligus mendorong percepatan pengembangan kawasan strategis tersebut. Peninjauan dilakukan seusai peresmian

Rafles
Surakarta Diproyeksikan Jadi Hub Aglomerasi, Gubernur Jateng Dorong Kolaborasi Pembangunan Solo Raya

Surakarta Diproyeksikan Jadi Hub Aglomerasi, Gubernur Jateng Dorong Kolaborasi Pembangunan Solo Raya

Surakarta – Spektroom: Kota Surakarta diproyeksikan menjadi pusat penghubung atau hub dalam pengembangan kawasan aglomerasi Solo Raya (7 kabupaten kota eks wilayah karesidenan Surakarta). Peran strategis tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan melalui pengembangan potensi unggulan masing-masing daerah yang saling melengkapi. Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi

Ciptati Handayani, Bian Pamungkas