Trending

Lampung Sebagai Lokomotif Pertumbuhan Ekonomi Baru, Tawarkan Investasi Kawasan Wisata Terintegrasi

Lampung Sebagai Lokomotif Pertumbuhan Ekonomi Baru, Tawarkan Investasi Kawasan Wisata Terintegrasi
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djauzal (kiri) pada ajang Lampung Economic and Investment Forum (LEIF) 2026 di Hotel Fairmont, Jakarta. (Foto Forum Investasi Lampung/FOILA)

Jakarta - Spektroom: Provinsi Lampung menyatakan kesiapannya untuk melakukan lompatan besar dalam peta perekonomian nasional. Tak lagi sekadar menjadi pintu gerbang perlintasan Pulau Sumatera, wilayah yang kaya akan komoditas pangan ini, kini memproyeksikan diri sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi baru melalui unjuk potensi investasi berskala global.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal pada ajang Lampung Economic and Investment Forum (LEIF) 2026 di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Dihadapan para investor global serta diplomat dari berbagai negara sahabat seperti Duta Besar Belarus, Bahrain, Palestina, hingga perwakilan India dan China, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menawarkan peluang investasi yang mencakup kawasan industri strategis, hilirisasi hasil bumi, hingga destinasi wisata kelas dunia.

Salah satu penekanan penting yang disampaikan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal terletak pada transformasi pariwisata Lampung yang berhasil melepas predikat daerah transit menjadi destinasi utama.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, lanjut Gubernur, pergerakan wisatawan domestik ke Lampung melonjak tajam hingga 51,6 persen secara tahunan, mencatatkan lebih dari 27 juta pergerakan wisatawan dan menempatkan provinsi ini di peringkat ke-9 secara nasional dengan rerata pengeluaran mencapai Rp2,05 juta per kunjungan.

Untuk menangkap peluang pertumbuhan tersebut, kawadsn Lampung Selatan seperti Krakatau, Pulau Sebesi, dan Pantai Teluk Nipah di atas lahan seluas 189,71 hektare.

Lain daripada itu, Gubernur Lampung juga menyiapkan 12 proyek investasi unggulan untuk ditawarkan kepada investor domestik maupun asing.

Penawaran tersebut diharapkan membuka peluang masuknya modal baru, terutama untuk mengembangkan hilirisasi komoditas dan sektor energi terbarukan.

Kesiapan proyek, terus Mirza menjadi salah satu fokus pemerintah provinsi Lampung, dari 12 proyek yang ditawarkan, sejumlah diantaranya telah berjalan, memasuki tahap persiapan peletakan batu pertama (Groundbreaking) hingga kesiapan lahan.

"Dari proyek investasi yang kita tawarkan ada 12 yang sedang berjalan, akan groundbreaking, dan sudah siap ketersediaan lahannya," ujarnya.

Menurut Mirza, pengembangan proyek tersebut diharapkan menjadi penggerak ekonomi baru di Lampung. Pemanfaatan sumber daya lokal juga akan didukung melalui kolaborasi dengan kalangan akademisi, termasuk Institut Teknologi Sumatera (ITERA).

Disektor riil, Gubernur Mirza menegaskan bahwa pertanian dan perkebunan tetap menjadi tulang punggung utama perekonomian Lampung.

“Produk Domestik Regional Bruto sektor pertanian Lampung mencatatkan angka fantastis sebesar Rp140,92 triliun atau setara 8,55 miliar dolar AS, sekaligus menjadi yang tertinggi di kawasan Sumatera Bagian Selatan melampaui Palembang, Jambi, Bengkulu, dan Bangka Belitung,” terang Mirza lagi. Sementara di forum yang sama, Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengapresiasi Paparan Gubernur Lampung, yang  membuka agenda tersebut. 


Menurutnya, langkah promosi investasi daerah yang dikemas secara terpadu dan detail seperti yang ditunjukkan Rahmat Mirzani Djausal terbilang langka untuk tingkat pemerintah daerah.

“Acara seperti ini jarang dilakukan daerah karena butuh penjelasan yang komprehensif. Baru saja Gubernur Lampung menjelaskan dengan sangat detail, menunjukkan Provinsi Lampung sangat kaya akan bahan pangan,” ujar  dia.

Ahmad Muzani juga menyoroti krusialnya penataan aksesibilitas ke kawasan ekonomi dan destinasi utama daerah.

“Saya lihat tekad itu sekarang sudah jalan, akses makin lebar menuju kawasan-kawasan strategis,” tambahnya.(@Ng).

Berita terkait

Pemkot Surabaya dan MUI Perkuat Pencegahan Narkoba, Libatkan Pemuda hingga Ulama

Pemkot Surabaya dan MUI Perkuat Pencegahan Narkoba, Libatkan Pemuda hingga Ulama

Surabaya-Spektroom : Pencegahan peredaran narkoba dan minuman keras (miras) di Surabaya tidak cukup dilakukan melalui penindakan hukum. Penguatan lingkungan sosial, pemberdayaan ekonomi, serta edukasi keagamaan dinilai perlu berjalan beriringan untuk memutus rantai penyalahgunaan narkoba, terutama di kalangan generasi muda. Strategi tersebut disiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Majelis Ulama Indonesia

Bian Pamungkas
Dorong Peningkatan Kualitas SDM Maluku Utara Melalui KREASI dan GALATAMA

Dorong Peningkatan Kualitas SDM Maluku Utara Melalui KREASI dan GALATAMA

Ternate-Spektroom : Penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) terus menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Maluku Utara, salah satunya melalui peningkatan mutu pendidikan, khususnya pada aspek pembelajaran dasar, literasi, numerasi, serta perkembangan sosial-emosional anak. Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Program Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia (KREASI) menggelar

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru
Kemendukbangga/BKKBN Malut Gelar Forum Koordinasi Bersama Mitra di Morotai, Perkuat Tata Kelola Alokon

Kemendukbangga/BKKBN Malut Gelar Forum Koordinasi Bersama Mitra di Morotai, Perkuat Tata Kelola Alokon

Morotai–Spektroom : Sebagai tindak lanjut Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri, Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Maluku Utara memperkuat tata kelola Alat dan Obat Kontrasepsi (Alokon) melalui Forum Penguatan Sistem Tata Kelola Alokon di Kabupaten Pulau Morotai, Rabu (4/11/2026). Kegiatan ini melibatkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Dinas

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru