Mahasiswa Internasional UIN Saizu Belajar Membatik di Kampung Batik Laweyan
Surakarta-Spektroom : Mahasiswa internasional Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto mengenal lebih dekat kekayaan budaya Indonesia melalui praktik membatik di Kampung Batik Laweyan, Surakarta, Sabtu (7/11/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari hari kedua International Training Camp 2026 yang diselenggarakan International Office UIN Saizu pada 6–7 November 2026. Mahasiswa internasional dari 19 negara ini mengikuti kegiatan untuk mengenal tradisi dan kehidupan masyarakat Indonesia secara langsung.
Bertempat di Graha Batik Cempaka, para peserta diperkenalkan dengan dua teknik pembuatan batik, yakni batik tulis dan batik cap. Tidak sekadar melihat prosesnya, mereka juga berkesempatan mencoba langsung membuat batik menggunakan canting dan malam dengan media kipas.
Didampingi para perajin, termasuk ibu-ibu pembatik setempat, mahasiswa mengikuti tahapan membatik mulai dari mencanting hingga pewarnaan. Mereka tampak antusias menuangkan kreativitas melalui motif yang digoreskan pada kipas masing-masing.
Melalui praktik tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman mengenai proses pembuatan batik tulis yang membutuhkan ketelitian, keterampilan, dan kesabaran. Sejumlah peserta juga mencoba teknik batik cap serta melihat berbagai koleksi batik yang dipamerkan di lokasi.
Interaksi dengan para perajin memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari masyarakat yang sehari-hari menekuni kerajinan batik. Pengalaman ini sekaligus menjadi ruang pertukaran pengetahuan budaya antara peserta dari berbagai negara dengan masyarakat setempat.
Usai mengunjungi Kampung Batik Laweyan, rombongan melanjutkan perjalanan ke Masjid Raya Sheikh Zayed Solo untuk melaksanakan salat Zuhur. Mahasiswa juga berkesempatan mengenal salah satu ikon wisata religi Surakarta yang memiliki arsitektur menyerupai Sheikh Zayed Grand Mosque di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.
Masjid tersebut merupakan hadiah Presiden Uni Emirat Arab Mohammed bin Zayed Al Nahyan kepada Indonesia sebagai simbol persahabatan dan toleransi lintas budaya.
Sebelumnya, pada hari pertama kegiatan, peserta mengikuti pembekalan dan pertukaran pengalaman di Hotel Sahid Jaya Solo. Acara juga diisi penampilan seni mahasiswa yang memperkenalkan budaya dari negara masing-masing.
International Training Camp 2026 diikuti mahasiswa internasional UIN Saizu dari 19 negara, pengelola International Office, serta mahasiswa Student Buddy.
Melalui kegiatan ini, UIN Saizu berupaya memperluas pengalaman belajar mahasiswa internasional di luar ruang kelas. Mereka tidak hanya mengenal Indonesia melalui materi perkuliahan, tetapi juga berinteraksi langsung dengan tradisi, kesenian, masyarakat, dan kehidupan keagamaan.
Pengalaman tersebut diharapkan memperkaya wawasan sekaligus memperkuat persahabatan lintas negara, sehingga mahasiswa internasional turut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia.