Trending

Meutya: Blokir Konten Saja Tak Matikan Judi Online, Harus Putus Aliran Dananya

Meutya: Blokir Konten Saja Tak Matikan Judi Online, Harus Putus Aliran Dananya
Menkomdigi RI Meutya Hafid. (Foto: Humas Kemkomdigi)

Jakarta-Spektroom : Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan perang melawan judi online tidak bisa hanya mengandalkan penghapusan konten. Dua tahun Komdigi, pendekatannya diubah, dari memblokir situs menjadi memutus seluruh ekosistem hingga aliran dana.

"Tidak cukup hanya memutus akses atau menurunkan kontennya. Kita harus mempersempit seluruh ruang geraknya, dari konten dan platform sampai transaksi dan aliran dana yang menghidupkan ekosistem perjudian," kata Meutya di Jakarta Pusat, Rabu (7/10/2026).

Data Komdigi menunjukkan skala persoalan. Sepanjang 1 Januari-31 Desember 2025, 2.087.109 konten judi ditangani. Rinciannya 1.809.358 dari situs dan IP, 122.366 file sharing, 92.322 di platform Meta, 43.475 Google dan YouTube, 16.526 di X, 1.882 Telegram, dan 1.166 TikTok.

Akumulasi lebih besar pada 20 Oktober 2024 hingga 11 September 2026, Komdigi menangani 5,15 juta konten negatif, 4,03 juta di antaranya konten judi.

Meski masif, Meutya menilai jumlah takedown bukan ukuran keberhasilan.

"Tujuan akhirnya mengurangi paparan, mempersempit akses, menekan transaksi, dan mencegah kerugian masyarakat. Jadi yang kita putus bukan hanya kontennya, tetapi rantai ekosistemnya," ujarnya.

Komdigi memperkuat tanggung jawab platform lewat Sistem Kepatuhan Moderasi Konten (SAMAN). Februari 2025 hingga 11 September 2026, 358 batch aduan dengan 1.801 URL ditangani.

Meutya mengingatkan konten judi mudah berpindah platform. Tanpa pemutusan transaksi, ekosistem tetap hidup.

"Kalau kontennya kita putus tetapi transaksi dan aliran dananya tetap terbuka, ekosistem itu masih memiliki ruang untuk hidup," tegasnya.

Dampak judi menyentuh bansos dan anak. Tercatat 571.410 NIK penerima bansos terkait judi online pada 2024 dengan deposit Rp957 miliar dari 7,5 juta transaksi. Pada 2026, hampir 200.000 anak terpapar, 80.000 di antaranya di bawah 10 tahun.

Memasuki tahun ketiga pemerintahan Prabowo-Gibran, Komdigi akan melanjutkan pengawasan, pengetatan kepatuhan platform, literasi, dan koordinasi dengan sektor keuangan serta penegak hukum untuk memutus aliran dana judi online.

Berita terkait

Keberhasilan Petani Milenial Budidaya Paprika Menjadi Produk Unggulan Kendal

Keberhasilan Petani Milenial Budidaya Paprika Menjadi Produk Unggulan Kendal

Kendal-Spektroom: Bupati Kendal Dyah Permanasari soroti keberhasilan petani milenial di Kendal sukses melakukan budidaya paprika merah berukuran jumbo dengan kualitas sangat baik. Selanjutnya Dyah mikinta dukungan Organisasi perangkat Daerah (OPD) terkait seperti Dinas Pertanian dan Pangan dapat memberikan pendampingan agar produksinya meningkat. "Pemda Kendal juga memberikan bantuan kepada

Sigit Budi Riyanto, Rafles