Olimpiade Gasing Nasional Jadi Ruang Siswa Unjuk Kemampuan Matematika
Ternate-Spektroom : Matematika kerap dianggap sebagai pelajaran yang sulit. Namun, melalui metode Gampang, Asyik dan Menyenangkan (Gasing), siswa diajak melihat matematika dengan cara yang berbeda.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari Olimpiade Matematika Gasing Nasional 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah di Bela Internasional Hotel Ternate, 5-7 Oktober 2026.
Sebanyak 11 kabupaten mengikuti ajang tersebut. Mereka berasal dari Halmahera Tengah, Halmahera Barat, Kepulauan Sangihe, Humbang Hasundutan, Minahasa Selatan, Bangli, Banyuwangi, Buton, Bojonegoro, Buru dan Magetan.
Bupati Halmahera Tengah Ikram Malan Sangadji mengatakan, Gasing tidak sekadar digunakan sebagai metode perlombaan matematika. Pendekatan tersebut dinilai membantu guru menyampaikan konsep matematika dengan cara yang lebih mudah dipahami siswa.
Menurut Ikram, penerapan metode Gasing turut mendukung prestasi siswa Halmahera Tengah dalam berbagai kompetisi. Kabupaten tersebut disebut dua kali meraih juara pertama tingkat nasional melalui ajang Gasing, serta meraih juara ketiga tingkat internasional di Seoul, Korea Selatan, pada November 2024.
Salah satu gambaran potensi tersebut terlihat dari seorang siswa asal Wairoro, Kecamatan Patani Selatan. Ikram menyebut kesempatan dan metode pembelajaran yang tepat membuat anak dari daerah memiliki peluang untuk bersaing di tingkat nasional.
“Uril ini kita dapatkan dari mana? Dari metode Gasing, matematika Gasing. Kalau kita tidak laksanakan metode Gasing, matematika cepat metode Gasing, maka tidak mungkin Uril siap bersaing di tingkat nasional,” kata Ikram.
Ia menegaskan pendidikan menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah. Bersama sektor kesehatan, pendidikan mendapat porsi anggaran besar karena keduanya dinilai berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Halmahera Tengah Mukhsin Ibrahim mengatakan, Gasing ingin mengubah pandangan siswa bahwa matematika bukan pelajaran yang sulit.
“Matematika itu bukan pelajaran yang dianggap sulit, tetapi untuk memperkenalkan kepada anak didik bahwa sangat gampang, asyik dan menyenangkan,” ujarnya.
Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe yang membuka kegiatan tersebut berharap semakin banyak siswa mendapat ruang untuk mengembangkan kemampuan dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Pencipta metode Gasing, Prof. Yohanis Surya, turut memberikan sambutan secara virtual. Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah berharap pelaksanaan olimpiade juga menjadi ruang memperkenalkan Maluku Utara kepada peserta dari berbagai daerah.