Pemkab Buleleng Luncurkan 10 Inovasi Strategis, Tekankan Transformasi Digital dan Pelayanan Publik
Buleleng-Spektroom : Pemerintah Kabupaten Buleleng tidak mau ketinggalan dengan daerah lain dalam memperkuat transformasi birokrasi melalui pengembangan berbagai inovasi pelayanan publik. Sebanyak 10 inovasi strategis hasil proyek perubahan peserta Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Tahun 2026 resmi diluncurkan sebagai langkah mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, terintegrasi, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Peluncuran tersebut dibuka langsung oleh Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra saat jumpa pers bersama awak media di ruang rapat Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Jumat (6/11/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Pemkab Buleleng dalam menjawab tantangan penyelenggaraan pemerintahan, terutama terkait kondisi geografis, keterbatasan fiskal daerah, serta kebutuhan pelayanan publik yang semakin cepat dan kompleks.
Dalam sambutannya, Bupati Sutjidra menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta Diklat PKN Tingkat II yang telah bekerja keras menghasilkan 10 inovasi tersebut. Proses penyusunan inovasi dilakukan melalui serangkaian diskusi dan pembahasan secara intensif, bahkan hingga berlangsung sepanjang hari dan malam.
"Saya menyambut baik dan mengucapkan terima kasih kepada teman-teman peserta Diklat PKN Tingkat II. Ada 10 inovasi yang nantinya diharapkan bisa membantu Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam menjalankan berbagai kegiatan pemerintahan serta mendorong kemajuan daerah," ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa keterbatasan yang dimiliki pemerintah daerah bukan menjadi alasan untuk berhenti berinovasi. Justru, kondisi tersebut harus menjadi dorongan bagi seluruh perangkat daerah untuk terus mencari solusi dan menghadirkan terobosan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Walaupun kondisi kita masih memiliki berbagai kekurangan, kita harus tetap berupaya membuat inovasi. Tujuannya untuk memberikan pelayanan terbaik dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin baik bagi masyarakat Buleleng," tegasnya.
Sepuluh Inovasi itu adalah SINGA NUGRAHA (Sinergi Perlindungan Pekerja Rentan Kabupaten Buleleng melalui CSR) yang dikembangkan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan ESDM. MITRA BPBD (Manajemen Informasi Terintegrasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah) dikembangkan BPBD Kabupaten Buleleng. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mengembangkan INVEST JOSS (Jendela Pemodal dan Solusi Strategis Buleleng).
Staf Ahli Bupati menghadirkan PRADIPA (Peringatan Respons Antisipatif Data Inflasi dan Pengambilan Arah Kebijakan). Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) mengembangkan KILAT Denbukit. Inovasi Sang Buleleng (Satu Gerbang Buleleng) yang dikembangkan Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosanti).
RSUD Kabupaten Buleleng menghadirkan PANJI SAKTI (Pelayanan Rujukan Jejaring Terintegrasi, Sistem Aman Kolaboratif Tepat Indikasi). Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga mengembangkan SPATSIKU (Sistem Penanganan Anak Tidak Sekolah Inklusif).
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menghadirkan inovasi SATYA DASI (Sistem Tata Kelola Informasi Strategis Berbasis Data Strategis Terintegrasi untuk Memperkuat Kewaspadaan Dini dan Stabilitas Daerah). Terakhir, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) mengembangkan Si Bijak Paten (Sistem Informasi Kebijakan Pengembangan Kompetensi ASN).
Pengembangan sepuluh inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Buleleng untuk meninggalkan pola kerja manual dan sektoral menuju sistem pemerintahan yang lebih terintegrasi, kolaboratif, serta berbasis data. Dengan demikian, proses pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih efektif dan berbagai kebutuhan masyarakat maupun ASN dapat ditangani dengan lebih baik.
Dengan peluncuran 10 inovasi strategis ini, Pemkab Buleleng optimistis transformasi birokrasi dan digitalisasi pelayanan dapat menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan good governance menuju Buleleng PATEN. (Sumber: Diskominsanti Buleleng).