Pramono Putuskan Lanjutkan Turap Kali Angke dan Pelebaran Jalan Joglo
Jakarta-Spektroom: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menggelar Rapat Terbatas (Ratas) di Kantor Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, Selasa (3/11/22026), untuk mempercepat penyelesaian persoalan warga. Rapat tersebut membahas penanganan banjir, kemacetan, dan optimalisasi pengolahan sampah di TPS3R Meruya Selatan.
Kembangan menjadi kecamatan pertama yang dikunjungi Pramono untuk menggelar Ratas langsung di wilayah. Pendekatan ini melibatkan camat, lurah, dan perangkat daerah terkait agar persoalan masyarakat dapat ditangani lebih cepat dan tepat sasaran.
“Di Kecamatan Kembangan ini ada tiga isu utama, yakni banjir, kemacetan dan perluasan jalan, serta TPS3R di Meruya Selatan,” ujar Pramono.
Untuk mengatasi banjir, Pemprov DKI memprioritaskan kawasan Bendungan Polor–Puri Mansion di Kembangan Selatan serta Permata Buana dan Kompleks BTN di Kembangan Utara.
Pramono memastikan pembangunan turap (sheet pile) Kali Angke sepanjang sekitar 2.370 meter tetap dilanjutkan, disertai normalisasi saluran untuk meningkatkan kapasitas aliran air.
Pada Januari 2026, banjir berdampak pada 10 RT di RW 001 Kembangan Selatan, dengan 433 keluarga atau 1.049 jiwa terdampak. Ketinggian genangan mencapai 80–100 sentimeter.
Sebelumnya, Pemprov DKI juga melaksanakan Gerebek Lumpur sepanjang 10,2 kilometer pada Juli–Oktober 2026. Kegiatan tersebut berhasil mengangkat sekitar 700 meter kubik sedimentasi dari saluran mikro dan makro di Kecamatan Kembangan.
Sementara itu, pelebaran Jalan Joglo Raya menjadi solusi mengatasi kemacetan di jalur penghubung Jakarta dan Tangerang, terutama sekitar Jembatan Intercon dan simpang Jalan Mochtar Raya. Pramono memperkirakan pekerjaan tersebut membutuhkan waktu hingga 2028.
Ratas juga membahas optimalisasi TPS3R Meruya Selatan yang melayani empat kelurahan, yakni Meruya Selatan, Meruya Utara, Srengseng, dan Joglo.
Fasilitas tersebut memiliki kapasitas pengolahan 7,29 ton sampah per hari, tetapi baru dimanfaatkan sekitar 3 ton atau 41 persen. Untuk meningkatkannya, Pemprov DKI membahas penambahan mesin pemilahan dan pengolahan sampah serta penguatan pemilahan dari sumbernya.
Upaya pendukung yang telah berjalan meliputi pembentukan Duta Pilah Sampah di tingkat RW, pelibatan kader Dasawisma, penguatan bank sampah, dan pengolahan sampah organik melalui budidaya maggot. (IIS/Rel)