Presiden ITTF Dukung Persiapan Kejuaraan Dunia Tenis Meja Yunior 2027 di Bali
Jakarta - Spektroom : Ketua Komite Olimpiade Indonesia, NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari mengadakan pertemuan dengan Presiden International Table Tennis Federation, ITTF, Petra Storling untuk membahas persiapan Indonesia sebagai tuan rumah Kejuaraan Dunia WTT Youth Contender dan WTT Youth Star 2027.
Pertemuan berlangsung di sela-sela penyelenggaraan Youth Olympic Games, YOG Dakar 2026, Petra Sörling turut menyampaikan apresiasi kepada NOC Indonesia atas peran dan upayanya dalam membantu menyelesaikan persoalan tata kelola tenis meja Indonesia yang telah berlangsung selama lebih dari 15 tahun.
ITTF menyampaikan terima kasih kepada NOC Indonesia atas komitmen serta kontribusinya dalam mendorong terciptanya kepastian dan kemajuan bagi tenis meja nasional.
Kedua pihak membahas masa depan tenis meja Indonesia, peluang pengembangan kerja sama, serta upaya menghadirkan lebih banyak kompetisi internasional di Tanah Air. Salah satu agenda konkret yang menjadi pembahasan adalah kesiapan Indonesia menjadi tuan rumah WTT Youth Contender pada 15–18 November 2027 dan WTT Youth Star pada 19–21 November 2027 di Bali.
Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari menyambut positif pertemuan langsung dengan Presiden ITTF Petra Sörling. Komunikasi dan kolaborasi dengan federasi internasional merupakan bagian penting dari diplomasi olahraga untuk memperluas kesempatan bagi atlet Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing olahraga nasional.
“Presiden Petra, saya sangat senang akhirnya kita bisa bertemu secara langsung. Sudah lama sekali kita menantikan pertemuan ini. Namun, setidaknya sekarang kita telah mengambil satu langkah lebih maju,” ujar Okto, sapaan akrab Raja Sapta Oktohari, Kamis (05/11/2026).
WTT Youth merupakan bagian dari rangkaian kompetisi World Table Tennis yang dirancang untuk memberikan ruang bagi atlet-atlet muda dalam mengembangkan kemampuan dan mengukur kualitas permainan di tingkat internasional. Dua turnamen internasional yang akan digelar di Bali nantinya, mempertandingkan kelompok usia U-11, U-13, U-15, U-17, dan U-19, dengan nomor tunggal, ganda, serta ganda campuran.
Rencana Indonesia menjadi tuan rumah WTT Youth 2027 berawal dari inisiatif Indonesia Pingpong League (IPL) yang mengajukan diri kepada ITTF pada 2025. Setelah melalui prosedur dan persyaratan yang ditetapkan, termasuk pemenuhan kewajiban lisensi penyelenggaraan, Indonesia memperoleh kesempatan untuk menggelar kompetisi yang menjadi bagian dari kalender World Table Tennis (WTT) tersebut.
Melalui penyelenggaraan ini, hasil pertandingan atlet tercatat dalam basis data pemeringkatan internasional. Dengan demikian, ajang WTT Youth tidak hanya menjadi sarana kompetisi, tetapi juga membuka akses bagi atlet-atlet muda Indonesia untuk membangun rekam jejak dan meningkatkan peringkat dunia sebagai bagian dari perjalanan menuju jenjang kompetisi yang lebih tinggi.
Okto juga menyampaikan ambisi Indonesia untuk menghadirkan lebih banyak agenda World Table Tennis di Tanah Air. Ia menilai, kesempatan menjadi tuan rumah kompetisi internasional, memberikan dampak yang lebih luas, tidak hanya bagi atlet, tetapi juga bagi pengembangan ekosistem dan popularitas tenis meja di Indonesia.
Presiden ITTF, Petra Sörling menyambut positif komunikasi dan semangat kolaborasi yang dibangun bersama NOC Indonesia. Ia menegaskan dukungan ITTF terhadap upaya Indonesia dalam mengembangkan tenis meja, termasuk melalui penyelenggaraan kompetisi dan berbagai peluang kerja sama internasional.
Petra juga mengapresiasi perkembangan ekosistem tenis meja Indonesia yang dipimpin Petrus Reinhard Golose. Perkembangan organisasi, kompetisi, serta semakin terbukanya ruang partisipasi menjadi elemen penting dalam memperkuat fondasi tenis meja nasional.