Ribuan Umat Islam Gelar Salat Istisqa di Purwokerto, Bupati Minta Warga Hemat Air
Ribuan umat Islam yang terdiri atas aparatur sipil negara (ASN), anggota TNI-Polri, dan masyarakat mengikuti salat istisqa di Alun-alun Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin (12/10/2026). Salat meminta hujan tersebut digelar di tengah kekeringan yang semakin meluas akibat musim kemarau panjang dan fenomena El Nino.
Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Banyumas bersama Panitia Hari Besar Islam (PHBI), TNI, dan Polri itu menjadi ikhtiar spiritual masyarakat agar hujan segera turun dan membawa manfaat bagi wilayah yang terdampak kekeringan.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan, kondisi kekeringan tahun ini dirasakan jauh lebih parah dibandingkan pada 2023. Karena itu, masyarakat diminta lebih bijaksana dalam menggunakan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Salat ini merupakan salah satu ikhtiar kita memohon kepada Allah agar hujan segera turun. Namun, ikhtiar juga harus disertai usaha menjaga sumber-sumber air dan menghemat penggunaannya,” kata Sadewo.
Menurut dia, pemerintah daerah terus melakukan langkah antisipasi untuk membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih. Salah satunya melalui distribusi air menggunakan tangki yang setiap hari berkeliling ke wilayah terdampak.
Pemkab Banyumas juga berencana memperbanyak pembangunan tangki penampungan air. Saat ini, pemerintah daerah tengah melakukan survei, sekaligus berkoordinasi dengan TNI yang turut membantu pembangunan sumur bor secara bertahap.
Sadewo mengakui, penanganan kekeringan membutuhkan upaya berkelanjutan dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran daerah. Karena itu, langkah darurat melalui distribusi air bersih perlu diimbangi dengan penguatan sarana penyediaan air untuk jangka panjang.
Sementara itu, khotbah salat istisqa yang disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyumas KH Taifur Arofat mengajak jamaah menjadikan kemarau panjang sebagai momentum introspeksi diri.
Ia mengingatkan bahwa air merupakan nikmat besar yang sering kali baru disadari ketika sulit diperoleh. Menurutnya, masyarakat perlu meningkatkan rasa syukur, memperbanyak istigfar, serta memperbaiki perilaku terhadap sesama dan lingkungan.
Taifur juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian alam, termasuk tidak merusak hutan secara semena-mena. Ia mengajak masyarakat bertobat, memperbanyak doa, dan memohon agar Allah menurunkan hujan yang membawa kesuburan serta kemaslahatan, bukan bencana.
Salat istisqa tersebut dipimpin Imam KH Dr Sofyan Mabrur, dosen UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto.
Melalui kegiatan ini, masyarakat berharap hujan segera turun untuk mengurangi dampak kekeringan, sekaligus meningkatkan kesadaran bersama dalam menjaga ketersediaan air bersih