Trending

Selama Sepekan Aktivitas Seismisitas di Maluku Utara Tercatat 116 Kejadian Gempabumi

Selama Sepekan Aktivitas Seismisitas di Maluku Utara Tercatat 116 Kejadian Gempabumi
Sumber:BMKG Stageo Ternate

Ternate-Spektroom : BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Ternate mencatat selama sepekan periode tanggal 30 Oktober - 5 November 2026 aktivitas seismisitas di Maluku Utara tercatat sebanyak 116 kejadian gempabumi, dengan 1 kejadian gempa bumi yang dirasakan masyarakat.

Aktivitas didominasi oleh gempa bumi dangkal dengan kedalaman kurang dari 50 km sebesar 56.9 persen dan magnitudo kurang dari 3 sebesar 59.5 persen. Wilayah dengan aktivitas kegempaan tertinggi berada di Laut Maluku sebanyak 48 kejadian. Sementara puncak aktivitas gempa bumi terjadi pada 31 Oktober dan 1 November 2026 sebanyak 24 kejadian.

Dalam releasenya Jumat (6/11/2026) Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Ternate Gede Eriksana Yasa mengatakan, masyarakat agar tetap tenang dan tetap, selalu waspada.

Untuk aktivitas atmosfer, selama periode yang sama tercatat 10238 kejadian petir. Terpantau intensitas petir tinggi terjadi di sebagian wilayah Halmahera. Sementara itu, aktivitas kemagnetan bumi berada dalam kondisi G0/Active-Day, dengan indeks K maksimum 4 dan indeks A maksimum 17.125. Indeks K merupakan ukuran tingkat gangguan magnet bumi dalam interval waktu 3 jam, dengan skala 0–9. Semakin besar nilainya, semakin kuat gangguan magnet bumi yang terjadi.

Nilai maksimum K=3 menunjukkan aktivitas gangguan magnet aktif. Sedangkan indeks A merupakan ukuran kuantitatif aktivitas magnet bumi harian yang dihitung dari beberapa nilai K dan dinyatakan pada skala linear. Nilai A maksimum 17.125 menunjukkan kondisi ada gangguan magnet yang aktif atau dalam kondisi tidak tenang. Selama periode tersebut *terdapat gangguan badai magnet aktif dengan status kondisi G0/Active-Day.

Ia juga mengatakan, untuk informasi astronomi, pada 7 - 13 November 2026 waktu terbit Matahari di wilayah Maluku Utara berada sekitar 06.08–06.26 WIT, sedangkan waktu terbenam berkisar 18.12–18.28 WIT. Waktu transit Matahari terjadi sekitar 12.10–12.27 WIT. Informasi tersebut mencakup kondisi waktu terbit, transit, dan terbenam Matahari untuk 11 kota di Maluku Utara.

Selama periode pengamatan, kondisi kegempaan, petir, dan kemagnetan bumi di Maluku Utara relatif kondusif. Aktivitas gempabumi didominasi gempa-gempa kedalaman kurang dari 50 km dengan magnitudo kurang dari 3, aktivitas petir tercatat dalam jumlah terbatas, serta kondisi medan magnet Bumi berada pada tingkat tenang," ujar Erik.

Untuk memperoleh informasi dapat hubungi Stasiun Geofisika Ternate yang beralamat di Jl. Bali Bunga, Kelurahan Tabona, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, 97713, Telepon/WhatsApp 0815-9966-108.

Berita terkait

Penguatan pembinaan umat, Pembimas Katolik Dorong Kemitraan LP3KD dengan Pemprov Maluku Utara

Penguatan pembinaan umat, Pembimas Katolik Dorong Kemitraan LP3KD dengan Pemprov Maluku Utara

Sofifi-Spektroom : Penguatan pembinaan umat Katolik dan pengembangan kegiatan keagamaan membutuhkan dukungan serta kolaborasi berbagai pihak. Hal ini menjadi salah satu pokok pembahasan dalam silaturahmi Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Katolik Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, Wenseslaus R.F. Heatubun, bersama pengurus Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Provinsi

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru
Surabaya Raih Penghargaan Adinkes 2026, Perkuat Pengendalian HIV, TBC, dan Malaria

Surabaya Raih Penghargaan Adinkes 2026, Perkuat Pengendalian HIV, TBC, dan Malaria

Surabaya-Spektroom : Upaya Pemerintah Kota Surabaya mengendalikan HIV/AIDS, tuberkulosis (TBC), dan malaria mendapat apresiasi dari Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (Adinkes). Surabaya menerima AIDS-TB-Malaria Award 2026 berkat komitmennya membangun sistem pencegahan dan penanganan penyakit yang melibatkan berbagai sektor. Penghargaan tersebut diberikan atas sejumlah upaya, mulai dari penguatan

Bian Pamungkas