Trending

SMP N 2 Kandeman Batang, Sekolah Budaya Rampak Rebana Babalu

SMP N 2 Kandeman Batang, Sekolah Budaya Rampak Rebana Babalu
Tarian Kas Rampak Rebana Babalu di halaman SMP Negeri 2 Kandeman, Kabupaten Batang, Kamis (15/1/2026). (Foto: Pemkab Batang/Sigit).

Spektroom: Sebagai pelaku seni sekaligus Kepala SMPN 2 Kandeman Batang, Suningsih merasa perlu menegaskan sekolahnya sebagai sekolah Budaya Rampak Rebana Babalu.

Hal ini tidak terlepas dari potensi anak didiknya yang cukup banyak tertarik pada seni budaya kas kabupaten Batang itu dan sebagai upaya untuk melestarikannya.

Hal itu diungkapkannya usai mendampingi pagelaran, di halaman SMP Negeri 2 Kandeman, Kabupaten Batang, Kamis (15/1/2026).

"Saya ingin, mereka yang nantinya lulus dari sini, wajib menguasai satu tari tradisional. Misalnya Babalu yang memang tarian perjuangan masyarakat Batang," ujarnya.

Pada pagelaran tersebut, puluhan pelajar bersama para pendidik membaur dalam semarak pagelaran flashmob Babalu. Kegiatan ini kian menunjukkan eksistensi Babalu sebagai kesenian asli Batang yang turut berperan di masa perjuangan.

Suningsih sebagai orang nomor satu di SMP Negeri 2 Kandeman juga turut menjadi penabuh gamelan dan mengiringi anak didiknya untuk mempersembahkan tari Babalu ciptaannya sendiri.

Sebuah kolaborasi yang presisi, mencoba ditampilkan oleh para siswa dan guru, lewat gerak tari Babalu diiringi gamelan dan rampak rebana.

“Saya sebagai kepala sekolah juga terjun nabuh langsung, tujuannya menunjukkan contoh nyata kepada warga sekolah. Ahamdulillah setelah rutin berlatih mereka bisa mempersembahkan yang terbaik," ucapnya.

Kabid Pembinaan SMP, Disdikbud Batang, Sutriyono mengapresiasi pagelaran flashmob yang ditampilkan siswa bersama pendidik.

Telah banyak sekolah yang mendapat predikat sekolah budaya secara umum, namun berbeda dengan SMP 2 Kandeman yang mengkhususkan pada seni tari Babalu.

"Di sekolah-sekolah lain, memang berpredikat sekolah budaya, bedanya di sini memfokuskan untuk seni tari Babalu. SMP lain yang juga menyandang sekolah budaya, di antaranya SMP 1 Pecalungan, SMP 7 Batang, SMP 3 Blado, SMP 1 Subah," ujarnya.

Salah satu siswi, Velicia mengaku bangga sekolahnya dikukuhkan sebagai Sekolah Budaya Rampak Rebana Babalu.

Untuk memeriahkan prosesi pengukuhan, ia bersama puluhan penari lainnya, berlatih selama beberapa pekan, hingga penampilannya berhasil menunjukkan kesan istimewa.

"Memang suka sama tari Babalu dan sudah lama ikut ekstrakurikuler tari. Yang pasti bangga sekolahnya jadi Sekolah Budaya Rampak Rebana Babalu, biar latihannya makin semangat," ucapnya.

Berita terkait

Hadapi Bonus Demografi 2030, Pemkot Surakarta Siapkan Anak Muda Lebih Kompetitif di Dunia Kerja

Hadapi Bonus Demografi 2030, Pemkot Surakarta Siapkan Anak Muda Lebih Kompetitif di Dunia Kerja

Surakarta-Spektroom : Menghadapi tantangan bonus demografi pada 2030, Pemerintah Kota Surakarta terus memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui program Rumah Siap Kerja. Program ini menjadi salah satu langkah strategis untuk membekali masyarakat dengan keterampilan dan kompetensi yang sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri. Demikian disampaikan Wali Kota Surakarta Respati Ardi,

Ciptati Handayani, Julianto
Libatkan Dalang Cilik, Pemkot Surakarta Perkuat Regenerasi Seni Pedalangan

Libatkan Dalang Cilik, Pemkot Surakarta Perkuat Regenerasi Seni Pedalangan

Surakarta-Spektroom : Pemerintah Kota Surakarta memperkuat regenerasi seni pedalangan dengan memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengenal, mempelajari, dan menampilkan seni pewayangan. Upaya tersebut diwujudkan melalui Pentas Dalang Anak Surakarta dalam rangka memperingati Hari Wayang Nasional 2026 di Taman Balekambang, Jumat (6/11/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan

Ciptati Handayani, Julianto