Trending

STIKES Abdi Persada Banjarmasin Cetak Lulusan Terbaik Dua Program Studi pada Wisuda ke-5

STIKES Abdi Persada Banjarmasin Cetak Lulusan Terbaik Dua Program Studi pada Wisuda ke-5
Suasana bahagia dalam kegiatan wisuda ke 5 STIKES Abdi Persada Banjarmasin.(Foto Junaidi/Spektroom)

Banjarmasin–Spektroom :Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Abdi Persada Banjarmasin sukses menggelar prosesi Wisuda ke-5. Momen bersejarah ini sekaligus menandai perkembangan signifikan institusi yang kini telah berhasil meluluskan mahasiswa dari dua program studi (prodi) yang berbeda.

Pada prodi DIII Kebidanan, predikat lulusan terbaik pertama diraih oleh Sholehah, A.Md.Keb., dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,75 dan menyandang predikat pujian. Posisi terbaik kedua diraih oleh Khalifah, A.Md.Keb., yang juga meraih IPK 3,75 dengan predikat pujian. Sementara itu, Dwita, A.Md.Keb., mengukuhkan posisi sebagai lulusan terbaik ketiga dengan raihan IPK 3,70 dan sukses mendapat predikat pujian.

Penghargaan yang diberikan kepada para wisudawati ini merupakan bentuk apresiasi nyata atas kesungguhan, kedisiplinan, dan kerja keras mereka selama menempuh masa perkuliahan. Prestasi membanggakan ini sekaligus menjadi buah manis bagi pihak keluarga yang senantiasa memberikan dukungan moral serta doa.

Ketua STIKES Abdi Persada Banjarmasin, Rosihan, mengungkapkan bahwa pencapaian pada Wisuda ke-5 ini mencerminkan perjalanan panjang lembaga dalam meningkatkan kapasitas, memperluas bidang keilmuan, serta mempersiapkan generasi tenaga kesehatan yang semakin beragam di masyarakat.

Suasana bahagia dalam kegiatan wisuda ke 5 STIKES Abdi Persada Banjarmasin diwarnai juga dengan pemberian apresiasi untuk lulusan terbaik.(Foto Junaidi/Spektroom)

Ke depan, Rosihan berharap STIKES Abdi Persada dapat terus konsisten berkontribusi di dunia pendidikan dengan melahirkan tenaga kesehatan yang kompeten dan profesional.

I

Ia menekankan bahwa para lulusan tidak hanya membawa gelar akademik setelah meninggalkan kampus, melainkan juga memikul tanggung jawab besar untuk mengamalkan ilmu dan memberikan pelayanan kesehatan terbaik. Menurutnya, keberhasilan sebuah lembaga pendidikan pada akhirnya tidak diukur dari kuantitas lulusan yang dihasilkan, melainkan dari sejauh mana para alumni mampu memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat luas.

Berita terkait