Trending

artikel sejarah

255 Tahun Pontianak: Kisah Kota yang Tumbuh dan Berkembang dari Persimpangan Dua Sungai

artikel sejarah

255 Tahun Pontianak: Kisah Kota yang Tumbuh dan Berkembang dari Persimpangan Dua Sungai

Oleh: Syafaruddin Daeng Usman Pontianak -Spektroom : Kota Pontianak tidak lahir dalam sekejap. Kota yang menjadi ibu kota Provinsi Kalimantan Barat ini tumbuh dari sebuah permukiman di persimpangan Sungai Kapuas dan Sungai Landak, berkembang menjadi pusat Kesultanan Pontianak, lalu menjelma sebagai kota perdagangan yang mempertemukan beragam suku, budaya, dan bangsa. Menjelang

Apolonius Welly, Rafles
Perang Sunyi dari Pedalaman Kalimantan: Ketika Rakyat Landak Menumpahkan Darah demi Merah Putih

artikel sejarah

Perang Sunyi dari Pedalaman Kalimantan: Ketika Rakyat Landak Menumpahkan Darah demi Merah Putih

Oleh: Syafaruddin Daeng Usman Landak - Spektroom : Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dikumandangkan pada 17 Agustus 1945 di Jakarta. Namun bagi masyarakat Landak, wilayah pedalaman Kalimantan Barat yang saat itu terisolasi dari pusat informasi, kabar kemerdekaan tidak serta-merta tiba. Ketika berita itu akhirnya sampai, semangat mempertahankan republik yang baru lahir justru menyala

Apolonius Welly, Rafles
Indonesia, Negeri Anak Muda yang Menentukan Masa Depan Dunia

artikel sejarah

Indonesia, Negeri Anak Muda yang Menentukan Masa Depan Dunia

Oleh: Syafaruddin Daeng Usman Pontianak- Spektroom : Delapan puluh satu tahun setelah proklamasi kemerdekaan, Indonesia menghadapi tantangan yang jauh berbeda dibanding masa awal berdirinya bangsa. Jika dahulu perjuangan berfokus pada merebut dan mempertahankan kemerdekaan, kini tantangan terbesar adalah bagaimana memaksimalkan potensi bangsa di tengah persaingan global yang semakin kompleks. Dalam konteks

Apolonius Welly, Rafles
Kemerdekaan Bukan Hadiah: Menjaga Api Perjuangan di Tengah Tantangan Zaman

artikel sejarah

Kemerdekaan Bukan Hadiah: Menjaga Api Perjuangan di Tengah Tantangan Zaman

Oleh: Syafaruddin Daeng Usman Pontianak - Spektroom : Kemerdekaan Indonesia bukanlah peristiwa yang lahir secara kebetulan. Ia merupakan buah dari perjuangan panjang yang dipenuhi pengorbanan jiwa, raga, harta benda, serta tekad yang tidak pernah surut dari para pejuang bangsa. Dalam perspektif keimanan, kemerdekaan yang diraih pada 17 Agustus 1945 juga merupakan kehendak

Apolonius Welly, Rafles
HGM Afandi Ranie Raja Landak yang Serahkan Tahta untuk Republik

artikel sejarah

HGM Afandi Ranie Raja Landak yang Serahkan Tahta untuk Republik

Oleh : Syafaruddin Daeng Usman Pontianak-Spektroom : Kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah. Ia lahir dari perjuangan panjang, pengorbanan jiwa, dan keberanian rakyat yang memilih melawan penjajahan. Salah satu kisah penting itu datang dari Kalimantan Barat melalui sosok Haji Gusti Muhammad Afandi Ranie, Pangeran Mangkubumi Setia Negara Kerajaan Landak. Dalam catatan sejarawan Kalimantan

Apolonius Welly, Rafles
Riwayat Lahirnya TNI di Kalimantan Barat: Dari Pergulatan Politik hingga Menjadi Penjaga Kedaulatan NKRI

artikel sejarah

Riwayat Lahirnya TNI di Kalimantan Barat: Dari Pergulatan Politik hingga Menjadi Penjaga Kedaulatan NKRI

Oleh : Syafaruddin Daeng Usman/Sejarawan Kalbar. Pontianak-Spektroom : Sejarah kehadiran Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Kalimantan Barat bukan sekadar catatan tentang datangnya pasukan berseragam ke sebuah wilayah. Di baliknya tersimpan pergulatan politik, aspirasi rakyat, serta perjuangan panjang untuk memastikan bahwa kedaulatan Republik Indonesia benar-benar berdiri tegak hingga ke ujung

Apolonius Welly, Rafles
Piagam Rakyat yang Mengubah Sejarah: Jalan Panjang Lahirnya Provinsi Kalimantan Barat

artikel sejarah

Piagam Rakyat yang Mengubah Sejarah: Jalan Panjang Lahirnya Provinsi Kalimantan Barat

Oleh: Syafaruddin Daeng Usman Pontianak-Spektroom : Sejarah lahirnya Provinsi Kalimantan Barat tidak hanya ditentukan oleh keputusan pemerintah pusat atau produk hukum negara. Di balik terbentuknya provinsi ini, terdapat gerakan politik dan aspirasi rakyat yang terorganisasi, yang mencapai puncaknya melalui pembacaan Piagam Rakyat Kalimantan Barat pada Januari 1957. Dokumen tersebut menjadi

Apolonius Welly, Rafles