Tampilkan Talenta Seni dan Budaya, MTsN 2 Kota Sawahlunto Meriahkan Festival Literasi 2026
Sawahlunto-Spektroom : Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kota Sawahlunto turut ambil bagian memeriahkan Festival Literasi Kota Sawahlunto Tahun 2026. Festival yang mengusung tema “Literasi Menghidupkan Sawahlunto, Kreativitas Menggerakkan Masa Depan” ini digelar di Perpustakaan Umum Muhammad Yamin, Talawi.
Kegiatan yang digagas sebagai upaya penguatan budaya literasi di Kota Warisan Dunia tersebut berlangsung meriah dengan menampilkan perpaduan antara literasi, seni, dan budaya lokal.
MTsN 2 Kota Sawahlunto yang dikenal dengan sebutan Tsandu, tampil maksimal dengan menurunkan Tim Sanggar Tsandu, pada hari kedua (15/10/26) Tercatat empat penampilan seni unggulan yang berhasil memukau pengunjung dan dewan juri,yakni seni pantomim, dongeng, Tari Topeng, dan Tari Piring Balenggek.
Penampilan pembuka dari cabang pantomim dibawakan oleh dua siswi berbakat, Fayza Elan Salsabilla dan Syifa Sauqiya Hartono. Keduanya tampil penuh penghayatan dengan mengandalkan kekuatan ekspresi, gerak tubuh, dan kekompakan.
Fayza dan Syifa merupakan peraih Juara 2 Pantomim tingkat Provinsi Sumatera Barat pada tahun 2025.
Semarak festival berlanjut dengan penampilan dongeng yang dibawakan oleh Habibi Sugondo. Dengan judul “Tukang Tenun dan Orang Bunian”, Habibi berhasil menghidupkan suasana panggung. Cerita rakyat yang sarat nilai moral itu disampaikan dengan intonasi dan gaya bercerita yang menarik, sehingga mendapat apresiasi dari penonton.
Tak kalah menarik, Tim Sanggar Tsandu juga mempersembahkan dua tarian tradisional, yakni Tari Topeng dan Tari Piring Balenggek. Kedua tarian tersebut menjadi representasi kekayaan budaya Minangkabau yang dikemas secara kreatif dan energik oleh para siswa.
Kepala MTsN 2 Kota Sawahlunto, Tatis Arni, S.Ag., M.Pd., hadir langsung menjadi bentuk komitmen madrasah dalam mendorong pengembangan bakat dan minat siswa di luar akademik.
"Kami sangat bangga dengan penampilan anak-anak. Festival literasi ini adalah panggung yang tepat bagi mereka untuk meningkatkan kepercayaan diri dan berani tampil di ruang publik. Literasi tidak hanya soal membaca dan menulis, tetapi juga bagaimana mengekspresikan ide melalui karya seni dan budaya," ujar Tatis Arni.
Sementara itu, guru pendamping sekaligus penanggung jawab kegiatan dari MTsN 2 Kota Sawahlunto, Ariza Yulia Ningsih, mengaku puas dan bangga atas penampilan anak didiknya.
"Alhamdulillah semua penampilan berjalan lancar dan maksimal. Anak-anak sudah berlatih dengan sungguh-sungguh. Ini menjadi pengalaman berharga bagi mereka untuk terus berkarya," ungkap Ariza.
Partisipasi MTsN 2 Kota Sawahlunto dalam Festival Literasi 2026 ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus melestarikan budaya lokal sekaligus menghidupkan semangat literasi.(Ris1)