Trending

Tembus Tiga Besar Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional, Inovasi Kelurahan Sapaku Terbukti di Lapangan

Tembus Tiga Besar Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional, Inovasi Kelurahan Sapaku Terbukti di Lapangan
Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta. (Foto: Diskominfo Pyk)

Payakumbuh – Pemerintah Kota Payakumbuh bertekad untuk kembali mengukir prestasi di ajang Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional 2026.

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta menyambut langsung kedatangan Tim Penilai Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang melakukan verifikasi faktual di Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang (Sapaku), Kecamatan Payakumbuh Selatan, Kamis (5/11/2026).

Kehadiran tim pusat ini menyusul keberhasilan Kelurahan Sapaku menembus nominasi tiga besar Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional Regional I Sumatera.

Capaian ini sekaligus mengukuhkan rekor Kota Payakumbuh sebagai wakil Provinsi Sumatera Barat selama empat tahun berturut-turut

Di hadapan tim penilai, Zulmaeta membuka pintu selebar-lebarnya bagi tim dari Jakarta tersebut untuk membedah langsung kondisi nyata di lapangan.

Ia memaparkan bahwa deretan inovasi unggulan seperti SAPAKU KECE, SAKU TABA, WARBIASA, hingga Unit Pengelolaan Sampah Terpadu (UPPO PCI) murni hasil kerja keras yang berdampak langsung pada penanganan stunting, ketahanan pangan, hingga pengendalian inflasi.

"Kami tidak ingin menampilkan apa yang tidak ada. Silakan Bapak dan Ibu bertanya, melihat, dan memeriksa langsung. Kami percaya apa yang dipaparkan Kelurahan Sapaku merupakan hasil kerja nyata yang dapat dibuktikan di lapangan dan dirasakan masyarakat," tegas Zulmaeta.

Tim Penilai Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang melakukan verifikasi faktual di Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang (Sapaku), Kecamatan Payakumbuh Selatan, Kamis (5/11/2026).

Keberhasilan tersebut, lanjutnya, tidak terlepas dari soliditas kolaborasi lintas sektor antara perangkat daerah, lembaga kemasyarakatan, dunia usaha, dan partisipasi warga.

"Pemko Payakumbuh berkomitmen mendukung kelurahan melalui pembinaan dan penguatan pelayanan dasar. Tentu kami berharap, dengan ikhtiar bersama, Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang dapat tampil sebagai yang terbaik. SAPAKU JUARA!" sebutnya.

Merespons keterbukaan tersebut, Ketua Tim Penilai Kemendagri Ayu Firman menegaskan bahwa kedatangan timnya merupakan tahapan krusial untuk mencocokkan dokumen administrasi dengan realitas di masyarakat.

"Kami datang bukan untuk melakukan penilaian ulang, tetapi mengonfirmasi dan memvalidasi kesesuaian antara dokumen maupun presentasi yang telah disampaikan dengan fakta di lapangan," kata Ayu.

Secara khusus, ia mengapresiasi Kelurahan Sapaku yang dinilai sarat akan praktik baik. Inovasi pemberdayaan masyarakat, pengelolaan sampah, hingga program SAKU TABA (Sawah Padang Aua Kuniang Tujuan Wisata Budaya dan Adat) menjadi daya tarik tersendiri karena sukses menyelaraskan kemajuan desa dengan pelestarian budaya lokal.

Senada dengan hal itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Barat Mahdinur turut menyoroti tangan dingin kepemimpinan lurah dari kalangan milenial yang sukses mewarnai wajah inovasi desa.

Salah satu nilai jual tertingginya adalah pengolahan limbah rumah tangga yang kini bertransformasi menjadi pundi-pundi pendapatan warga.

"Harapan kita Sawah Padang Aua Kuniang bisa menjadi contoh bagi kelurahan lain dalam mengembangkan pembangunan berbasis partisipasi masyarakat," ucap Mahdinur.

Sebagai informasi, rangkaian verifikasi lapangan oleh tim penilai dijadwalkan berlangsung hingga 9 November 2026. Hasil akhirnya akan diputuskan melalui pleno penetapan juara Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional Regional I Sumatera pada 10 November 2026.

Kunjungan kerja di Payakumbuh ini diakhiri dengan prosesi makan bajamba bersama niniak mamak dan warga setempat, sebagai wujud harmonisnya adat Minangkabau di kelurahan berprestasi tersebut. (RRE/MC)

Berita terkait