Trending

Sejak Triwulan I Hingga Triwulan III-2026, Ekonomi Lampung Tumbuh 5,29 Persen

Sejak Triwulan I Hingga Triwulan III-2026, Ekonomi Lampung Tumbuh 5,29 Persen
Press Release Berita Resmi Statistik (BRS) di Aula Radin Imba Kusuma, BPS Provinsi Lampung. (Foto Spektroom).

Bandarlampung - Spektroom: Perekonomian Provinsi Lampung pada triwulan III-2026 tumbuh 5,02 persen secara tahunan. Meski sejumlah sektor mencatat pertumbuhan lebih tinggi, sektor pertanian masih menjadi tulang punggung utama dengan kontribusi mencapai 28,17 persen terhadap struktur ekonomi daerah.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku pada triwulan III-2026 mencapai Rp150,55 triliun. Sementara itu, PDRB atas dasar harga konstan 2010 tercatat sebesar Rp80,41 triliun.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung Ahmadriswan Nasution dalam Press Release Berita Resmi Statistik (BRS) yang berlangsung di Aula Radin Imba Kusuma, BPS Provinsi Lampung, Kamis (05/11/2026).

audio-thumbnail
Ahmadriswan BPS Lampung
0:00
/118.17

Ahmadriswan Nasution, mengatakan pertumbuhan ekonomi Lampung secara kuartalan atau quarter-to-quarter (q-to-q) mencapai 0,43 persen. Sedangkan secara kumulatif sejak triwulan I hingga triwulan III-2026, ekonomi Lampung tumbuh 5,29 persen.

Dari sisi lapangan usaha, seluruh sektor ekonomi mencatatkan pertumbuhan positif secara tahunan. Pengadaan Listrik dan Gas menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 9,74 persen, disusul Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum yang tumbuh 9,46 persen.

"Kontribusi terbesar terhadap perekonomian Lampung masih berasal dari sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 28,17 persen. Sektor ini tumbuh 2,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," katanya lagi.

Setelah pertanian, struktur ekonomi Lampung ditopang Industri Pengolahan dengan kontribusi 19,38 persen, serta Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 13,68 persen.

Dari sisi pengeluaran, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 6,08 persen. Disusul Konsumsi Pemerintah yang tumbuh 5,77 persen dan Konsumsi Rumah Tangga sebesar 4,87 persen.

Meski pertumbuhannya bukan yang tertinggi, konsumsi rumah tangga masih menjadi komponen terbesar dalam struktur pengeluaran ekonomi Lampung dengan kontribusi mencapai 59,23 persen.

Ditingkat regional, pertumbuhan ekonomi Lampung sebesar 5,02 persen turut menopang perekonomian Pulau Sumatera yang tumbuh 4,95 persen pada triwulan III-2026. Lampung sendiri memberikan kontribusi sebesar 10,05 persen terhadap total PDRB Sumatera.

Dari sisi produksi, peningkatan penjualan listrik sebesar 10,40 persen mencerminkan menguatnya aktivitas ekonomi dan kebutuhan energi. Realisasi pengadaan semen juga meningkat 6,63 persen, yang mengindikasikan meningkatnya aktivitas pembangunan dan konstruksi. Selain itu, kinerja industri pengolahan menguat sejalan dengan peningkatan ekspor produk industri. Disisi lain, fenomena El Nino yang sangat kuat berpotensi memengaruhi pola tanam dan produktivitas pertanian. Sementara dari sisi konsumsi, inflasi Lampung tercatat sebesar 3,51 persen, sedikit di atas sasaran inflasi nasional sebesar 3,50 persen. Aktivitas perdagangan digital melalui e-retail dan marketplace juga terus menunjukkan peningkatan.

Berdasarkan lapangan usaha, tiga sektor dengan kontribusi terbesar terhadap perekonomian Lampung pada triwulan III 2026 adalah pertanian sebesar 21,17 persen, industri pengolahan 19,38 persen, dan perdagangan 13,68 persen.

Industri pengolahan tumbuh 5,63 persen dengan kontribusi sebesar 20,73 persen terhadap pertumbuhan ekonomi. Sementara perdagangan tumbuh 5,78 persen dengan kontribusi 16,50 persen. Adapun pertanian tumbuh 2,05 persen dengan kontribusi sebesar 10,73 persen. "Pertumbuhan tertinggi pada triwulan III 2026 dicapai lapangan usaha pengadaan listrik dan gas sebesar 9,74 persen, diikuti penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 9,46 persen." ungkapnya.(@Ng).

Berita terkait

Kanwil DJP Kalselteng Serahkan Tersangka Tindak Pidana Perpajakan kepada Kejaksaan Negeri Banjarmasin

Kanwil DJP Kalselteng Serahkan Tersangka Tindak Pidana Perpajakan kepada Kejaksaan Negeri Banjarmasin

Banjarmasin - Spektroom : Tim Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dari Kantor Wilayah DJP Kalimantan Selatan dan Tengah melaksanakan penyerahan tahap II, yakni melakukan penyerahan tersangka dan barang bukti terkait proses penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan atas tersangka MHL, MWN, dan RN kepada Kejaksaan Negeri Banjarmasin, Kemis (5/11/2026). Berkas

Junaidi, Afrizal Aziz