Trending

Warung Apung Rawa Jombor Klaten, Tawarkan Sensasi Makan di Atas Perahu

Berbagai menu makanan tersedia di warung apung rawa Jombor, seperti ikan nila goreng maupun bakar, lele, ayam maupun soto, serta aneka minuman menyegarkan.

Warung Apung Rawa Jombor Klaten, Tawarkan Sensasi Makan di Atas Perahu
Bagian lantai satu perahu yang siap keliling di perairan Rawa Jombor Klaten. (Foto: Ciptati Handayani)

Spektroom - Ingin makan seru ramai-ramai maupun makan dalam suasana syahdu nan romantis di atas perahu? Cukup datang saja ke obyek wisata Rawa Jombor Klaten Jawa Tengah.

Di lokasi ini, sejumlah warung apung setiap hari siap melayani para pengunjung, yang ingin menikmati menu makanan serba ikan, atau menu lainnya, dengan sensasi sambil naik perahu menyusuri perairan rawa yang cukup luas.

“Iya, disini asyik ya, kami bisa healing dan reuni kecil-kecil bersama teman-teman alumni sekolah dan makan rame-rame diatas perahu. Bahkan bisa sambil berkaraoke juga diatas perahu, jadi makin seru aja kumpul-kumpulnya,” ungkap Ny Neny, pengunjung yang datang bersama rombongan sebanyak 5 orang, dari kota Solo, Sabtu (09/01/2026).

Berbagai menu makanan tersedia di warung apung rawa Jombor, seperti ikan nila goreng maupun bakar, lele, ayam maupun soto, serta aneka minuman menyegarkan. Banyak kalangan pengunjung memilih menu ikan, hasil tangkapan dari perairan rawa.

Tentang harga makanan di Lokasi obyek wisata itu cukup terjangkau. Pengunjung lainnya, Ny Rumi juga mengatakan, suasana tidak hujan pagi sampai siang atau sore hari, sangat tepat menikmati suasana rawa Jombor.

“Pas naik perahu anginnya kencang. Dan biar gak begitu panas, bisa datang agak pagi sampai menjelang siang. Kalau sore lebih syahdu dan romantis ya… apalagi saat matahari mau terbenam..sun set,” ungkap Rumi yang mengaku beberapa kali ke rawa Jombor bersama keluarga.

Sementara itu Spektroom juga mencoba menikmati warung apung rawa Jombor. Untuk naik perahu, setiap orang dikenakan tarif Rp10.000,- dan bisa berkeliling rawa sekitar 45 menit. Tarif ini diluar harga makanan yang dipesan.

“Kadang ada rombongan dari komunitas atau perkumpulan yang sengaja mengadakan acara rapat sambil naik perahu. Nah durasi keliling rawa bisa sampai 1 jam atau 1 setengah jam,” kata Marno, salah seorang pemilik perahu yang setia mengantar pengunjung berkeliling perairan rawa.

Perahu di rawa Jombor ini, didesain bertingkat. Bagian bawah tempat operator atau tukang perahu yang menjalannya perahu dengan mesin diesel, serta tempat pengunjung dengan bangku panjang dan meja, lengkap dengan sound system. Sedangkan bagian atas, didesain menyerupai taman kecil dengan kursi taman dan kursi gantung, lengkap dengan hiasan bunga plastik. Sehingga cukup estetik untuk spot foto, dan pandangan lebih lapang menikmati suasana keindahan pemandangan rawa yang luas. (Ciptati Handayani)

 

Berita terkait

Pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Perluas Konektivitas Wilayah

Pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Perluas Konektivitas Wilayah

Pasaman Barat-Spektroom : Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, didampingi Wakil Bupati Pasaman Barat (Pasbar), M. Ihpan, meninjau progres pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang, Kamis (5/11/2026). Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan pembangunan fasilitas darat pelabuhan berjalan sesuai rencana sekaligus mendorong percepatan pengembangan kawasan strategis tersebut. Peninjauan dilakukan seusai peresmian

Rafles
Surakarta Diproyeksikan Jadi Hub Aglomerasi, Gubernur Jateng Dorong Kolaborasi Pembangunan Solo Raya

Surakarta Diproyeksikan Jadi Hub Aglomerasi, Gubernur Jateng Dorong Kolaborasi Pembangunan Solo Raya

Surakarta – Spektroom: Kota Surakarta diproyeksikan menjadi pusat penghubung atau hub dalam pengembangan kawasan aglomerasi Solo Raya (7 kabupaten kota eks wilayah karesidenan Surakarta). Peran strategis tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan melalui pengembangan potensi unggulan masing-masing daerah yang saling melengkapi. Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi

Ciptati Handayani, Bian Pamungkas