Trending

Akhir Semester Bukan Musim Bingkisan, Rofika Dorong Pendidikan Bebas Konflik Kepentingan

Akhir Semester Bukan Musim Bingkisan, Rofika Dorong Pendidikan Bebas Konflik Kepentingan
Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik, dan Kemahasiswaan (AKU) UIN Palangka Raya, Dr. Rofikatul Karimah, S.Ag., M.Si., mendukung pernyataan Menteri Agama RI. (Foto: humas UIN P.Raya)

Palangka Raya-Spektroom : Momen akhir semester, kenaikan kelas, hingga kelulusan kerap menjadi waktu bagi sebagian orang tua untuk memberikan bingkisan kepada guru maupun tenaga kependidikan. Kebiasaan yang awalnya dimaksudkan sebagai ungkapan terima kasih ini perlu disikapi secara bijak agar tidak berkembang menjadi tekanan sosial maupun konflik kepentingan di lingkungan pendidikan.

Peringatan tersebut sejalan dengan pernyataan Menteri Agama RI Nasaruddin Umar yang mengingatkan guru, dosen, pimpinan, dan seluruh tenaga kependidikan agar menjadi teladan dalam menyikapi budaya pemberian bingkisan.

Pernyataan Menag itu merespons hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan 2026 yang dirilis Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Dalam survei tersebut terungkap sebanyak 34 persen orang tua murid mengaku masih memberikan hadiah kepada guru pada momen-momen tertentu.

Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik, dan Kemahasiswaan (AKU) UIN Palangka Raya, Dr. Rofikatul Karimah, S.Ag., M.Si., menyatakan dukungan penuh terhadap pernyataan Menag. Menurutnya, budaya bingkisan yang terus dinormalisasi berpotensi menggeser makna penghargaan menjadi praktik yang mengganggu integritas pelayanan pendidikan.

“Awalnya terlihat sebagai bentuk penghargaan dan terima kasih. Tapi kalau dibiarkan dan dinormalisasi, bingkisan itu akan bergeser menjadi gratifikasi, lalu menjadi konflik kepentingan. Yang memberi merasa berhak dilayani lebih, yang tidak memberi merasa tertekan dan tidak adil,” ujar Rofika, Rabu (4/11/2026).

Ia menegaskan, pendidikan yang bersih harus dibangun melalui keteladanan dan keberanian menjaga integritas, termasuk dengan tidak membiasakan pemberian yang berpotensi menimbulkan perlakuan berbeda.

“Kalau kita mau pendidikan Indonesia bersih, maka budaya bingkisan harus dihentikan. Penghargaan terbaik untuk guru dan tendik bukan bingkisan, tapi doa, hormat, dan prestasi anak didiknya,” tegasnya.

Bagi Rofika, pesan Menag memiliki makna tersendiri. Ia pernah merasakan langsung keteladanan akademik Nasaruddin Umar ketika mempertahankan disertasinya di Universitas Brawijaya, Malang, pada 2012. Saat itu, Nasaruddin Umar menjadi penguji utama yang memberikan pengalaman berharga tentang pentingnya integritas dalam dunia akademik.

“Saya dididik oleh beliau untuk menjunjung tinggi integritas akademik. Tidak ada jalan pintas, tidak ada bingkisan, yang ada hanya karya ilmiah yang dipertanggungjawabkan. Nilai itu saya pegang sampai hari ini,” kenang Rofika.

Nilai tersebut, lanjutnya, juga menjadi prinsip yang dipegang ketika mengikuti proses seleksi terbuka atau open bidding jabatan pimpinan tinggi pratama pada 2024. Ia mengaku berhasil melewati proses tersebut tanpa memberikan uang maupun bingkisan.

“Saya membuktikan sendiri, kita bisa menang open bidding tanpa uang, tanpa bingkisan, tanpa titipan. Yang menang adalah rekam jejak, kompetensi, dan integritas. Itu yang ingin saya wariskan kepada mahasiswa dan tendik,” ungkapnya.

Rofika berharap seluruh tenaga kependidikan di lingkungan Kementerian Agama, khususnya UIN Palangka Raya, mampu menjadi teladan dalam menjaga integritas. (Pol)

Berita terkait

Kolaborasi Antara Pemerintah &  Dunia Usaha Diperlukan, Untuk Pastikan Investasi Berikan Nilai Tambah

Kolaborasi Antara Pemerintah & Dunia Usaha Diperlukan, Untuk Pastikan Investasi Berikan Nilai Tambah

Jakarta - Spektroom: Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menekankan pentingnya Lampung Economic and Investment Forum (LEIF) 2026, sebagai momentum memperluas kemitraan strategis. Pada pembukaan Lampung Economic and Investment Forum (LEIF) 2026, di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (4/11/2026), Wagub Jihan juga menyatakan, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha diperlukan untuk

Anggoro AP
Pemprov Papua Siapkan Kapal Ekspres Belibis 9 Layari Jayapura-Biak & Jayapura-Serui

Pemprov Papua Siapkan Kapal Ekspres Belibis 9 Layari Jayapura-Biak & Jayapura-Serui

Jayapura-Spektroom : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menyiapkan kapal ekspres Belibis 9 untuk meningkatkan konektivitas transportasi laut antardaerah yang ditargetkan mulai melayani masyarakat pada awal Januari 2027. Kepala Dinas Perhubungan Papua Mathius Hartono Wally dalam siaran pers di Jayapura, diterima Jurnalis Spektroom Rabu, 04 November 2026 menyebutkan, pengoperasian kapal ekspres Belibis

Anthonius Teniwut, Julianto
Wali Kota Sawahlunto Jawab Kritik Fraksi DPRD soal RAPBD 2027, Akui Ketergantungan Fiskal dan Target PAD Rp73 Miliar

Wali Kota Sawahlunto Jawab Kritik Fraksi DPRD soal RAPBD 2027, Akui Ketergantungan Fiskal dan Target PAD Rp73 Miliar

Sawahlunto–Spektroom: Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra menegaskan bahwa penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2027 dilakukan dengan prinsip kehati-hatian di tengah tekanan fiskal dan berkurangnya kemampuan keuangan daerah. Penegasan itu disampaikan Riyanda saat memberikan jawaban atas pandangan umum lima fraksi DPRD Kota Sawahlunto dalam

Riswan Idris, Rafles