Trending

UIN Saizu Manfaatkan OASE PTKIN 2026 untuk Perkenalkan Keunggulan Kampus

UIN Saizu Manfaatkan OASE PTKIN 2026 untuk Perkenalkan Keunggulan Kampus
Rektor UIN Saizu, Prof. Ridwan, bersama Wakil Rektor III Prof. Sunhaji, meninjau stand expo kampus UIN Saizu pada OASE PTKIN. (Foto : Humas UIN Saizu).

Yogyakarta-Spektroom : Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) III Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi mahasiswa, tetapi juga ruang bagi perguruan tinggi untuk memperkenalkan potensi dan keunggulan institusinya.

Momentum tersebut dimanfaatkan Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto melalui keikut sertaan dalam pameran atau expo yang berlangsung di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 3–7 November 2026.

Rektor UIN Saizu, Prof. Ridwan, bersama Wakil Rektor III Prof. Sunhaji, meninjau stand expo kampus tersebut pada Rabu (4/11/2026). Kunjungan pimpinan universitas itu sekaligus untuk melihat materi informasi dan promosi yang disajikan kepada pengunjung dari berbagai perguruan tinggi keagamaan Islam di Indonesia.

Keikutsertaan dalam expo menjadi kesempatan bagi UIN Saizu untuk memperkenalkan perkembangan kampus, mulai dari penguatan akademik, riset, pengabdian kepada masyarakat, prestasi mahasiswa hingga kerja sama kelembagaan.

Melalui kegiatan tersebut, UIN Saizu berupaya memperluas jejaring dan komunikasi antar kampus, sekaligus memperkenalkan keberagaman bidang keilmuan yang dikembangkan, baik keislaman, sosial humaniora, maupun sains dan teknologi.

Dalam OASE PTKIN III 2026, UIN Saizu mengirimkan kontingen mahasiswa untuk berlaga pada lima cabang perlombaan, yakni Da'i dan Da'iyah, Musabaqah Qira'atil Kutub, Nanoteknologi dan Kesehatan, Robotik, serta Sosial Kemasyarakatan.

Keterlibatan mahasiswa dalam berbagai cabang tersebut menunjukkan upaya pengembangan kompetensi yang tidak hanya bertumpu pada bidang keagamaan, tetapi juga mencakup penguasaan teknologi, inovasi, dan kemampuan menjawab persoalan sosial.

OASE PTKIN III 2026 mengusung tema “Tumbuh dan Berkembang Bersama Prestasi”. Ajang nasional ini mempertemukan mahasiswa PTKIN dari berbagai daerah untuk berkompetisi dalam bidang keagamaan, sains, teknologi, dan riset.

Melalui partisipasi dalam kompetisi dan expo, UIN Saizu berharap mahasiswa semakin termotivasi meraih prestasi, sekaligus membuka peluang kolaborasi dan memperkuat eksistensi kampus di tingkat nasional.

Berita terkait

Kolaborasi Antara Pemerintah &  Dunia Usaha Diperlukan, Untuk Pastikan Investasi Berikan Nilai Tambah

Kolaborasi Antara Pemerintah & Dunia Usaha Diperlukan, Untuk Pastikan Investasi Berikan Nilai Tambah

Jakarta - Spektroom: Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menekankan pentingnya Lampung Economic and Investment Forum (LEIF) 2026, sebagai momentum memperluas kemitraan strategis. Pada pembukaan Lampung Economic and Investment Forum (LEIF) 2026, di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (4/11/2026), Wagub Jihan juga menyatakan, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha diperlukan untuk

Anggoro AP
Pemprov Papua Siapkan Kapal Ekspres Belibis 9 Layari Jayapura-Biak & Jayapura-Serui

Pemprov Papua Siapkan Kapal Ekspres Belibis 9 Layari Jayapura-Biak & Jayapura-Serui

Jayapura-Spektroom : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menyiapkan kapal ekspres Belibis 9 untuk meningkatkan konektivitas transportasi laut antardaerah yang ditargetkan mulai melayani masyarakat pada awal Januari 2027. Kepala Dinas Perhubungan Papua Mathius Hartono Wally dalam siaran pers di Jayapura, diterima Jurnalis Spektroom Rabu, 04 November 2026 menyebutkan, pengoperasian kapal ekspres Belibis

Anthonius Teniwut, Julianto
Wali Kota Sawahlunto Jawab Kritik Fraksi DPRD soal RAPBD 2027, Akui Ketergantungan Fiskal dan Target PAD Rp73 Miliar

Wali Kota Sawahlunto Jawab Kritik Fraksi DPRD soal RAPBD 2027, Akui Ketergantungan Fiskal dan Target PAD Rp73 Miliar

Sawahlunto–Spektroom: Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra menegaskan bahwa penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2027 dilakukan dengan prinsip kehati-hatian di tengah tekanan fiskal dan berkurangnya kemampuan keuangan daerah. Penegasan itu disampaikan Riyanda saat memberikan jawaban atas pandangan umum lima fraksi DPRD Kota Sawahlunto dalam

Riswan Idris, Rafles